Merapah.com, Lampung — Rapat Koordinasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama BGTK Lampung 2026 menekankan kolaborasi peningkatan mutu PAUD.
Forum ini menghadirkan Ketua IGTK Lampung, Nisdaryati, yang menyoroti pentingnya peran lintas pemangku kepentingan dalam pendidikan.
Nisdaryati mengatakan peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah semata.

“Peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan bersama, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah,” ujarnya.
Penguatan Kompetensi Guru PAUD
IGTK Lampung terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui bimbingan teknis dan pelatihan berkelanjutan.
Program ini tetap berjalan sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mencetak tenaga pendidik berkualitas.
Nisdaryati menegaskan upaya tersebut dilakukan untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 sejak usia dini.
“Kami dituntut menjadi guru yang berkualitas untuk mewujudkan generasi emas 2045,” kata dia.
Digitalisasi Pembelajaran dan Kendala Akses
Pemerintah telah menyalurkan bantuan fasilitas pembelajaran digital ke lembaga PAUD di berbagai daerah, termasuk Lampung.
Pemanfaatan media digital dinilai mampu meningkatkan pemahaman anak melalui pembelajaran yang lebih interaktif.
Nisdaryati mengapresiasi dukungan tersebut sebagai langkah konkret dalam mendorong transformasi pendidikan.
“Bantuan media digital sangat membantu proses pembelajaran anak di PAUD,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala akses internet di sejumlah wilayah.
“Tantangan utama saat ini masih pada akses atau sinyal di beberapa daerah,” kata dia.
Adaptasi Generasi Alpha dan Perkembangan AI
Dalam menghadapi Generasi Alpha, guru dituntut menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan perkembangan teknologi.
Pendekatan ini mengedepankan pemanfaatan digital sekaligus pemahaman dampak penggunaannya bagi anak.
Nisdaryati menilai literasi digital perlu dikenalkan sejak dini dengan pendekatan yang bijak.
“Digital penting, tetapi anak juga harus memahami dampak penggunaannya,” ujarnya.
Terkait kecerdasan buatan, ia menyebut penerapannya belum menjadi fokus pembelajaran di PAUD.
“Pembelajaran AI belum diterapkan di PAUD karena disesuaikan dengan kemampuan anak,” kata dia.












