LAMPUNG TENGAH, Merapah.com– Rumah BUMN Lampung Tengah menggelar pelatihan bertajuk “Bikin Usahamu Makin Dikenal: Branding Cerdas Lewat Media Sosial” di Pondok Makan Yangti, Bandar Jaya, Lampung Tengah, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 pelaku UMKM yang berasal dari Lampung Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Peserta terdiri dari pelaku usaha muda, baik pria maupun wanita, yang ingin meningkatkan kemampuan dalam memasarkan produk di era digital.

Pelatihan menghadirkan Angga Kurnia M., seorang Content Creator dan AI Enthusiast, sebagai narasumber yang membagikan strategi membangun merek usaha dan memanfaatkan media sosial secara efektif.
Supervisor Rumah BUMN Lampung Tengah, Raras Pandu Respati Ningrum, S.Pd, mengatakan pelatihan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam membangun identitas atau branding merek yang kuat, menarik, dan terpercaya melalui pemanfaatan media sosial secara tepat.
“Melalui pelatihan ini, UMKM Lampung Tengah diharapkan mampu memahami perilaku konsumen di era digital, menciptakan konten yang relevan dan konsisten, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing usaha sehingga mampu tumbuh dan naik kelas di era digital,” ujar Raras.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut dilatarbelakangi oleh perubahan perilaku konsumen yang kini semakin bergantung pada platform digital dalam mengambil keputusan pembelian.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat saat ini mencari informasi produk, membandingkan harga, hingga memutuskan pembelian melalui media sosial.
“Sayangnya, masih banyak UMKM di Lampung Tengah yang memiliki produk berkualitas, tetapi belum mampu membangun branding yang kuat dan memanfaatkan media sosial secara optimal,” katanya.
Sebagai wadah pendampingan dan pengembangan UMKM, Rumah BUMN Lampung Tengah berupaya membantu para pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Raras menegaskan bahwa branding tidak hanya sebatas logo atau desain yang menarik, melainkan juga tentang bagaimana pelaku usaha membangun identitas, kepercayaan, dan hubungan yang berkelanjutan dengan pelanggan.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai penambah pengetahuan semata, melainkan menjadi awal perubahan bagi para pelaku UMKM untuk lebih percaya diri dalam membangun merek dan mengoptimalkan media sosial sebagai sarana pemasaran.
“Kami ingin setiap peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh, menghasilkan konten yang kreatif dan konsisten, membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, serta meningkatkan daya saing usahanya sehingga dapat tumbuh dan naik kelas,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Rumah BUMN Lampung Tengah juga mempertegas komitmennya dalam mendampingi pelaku UMKM agar mampu bertransformasi dan memanfaatkan peluang ekonomi digital yang terus berkembang. Dengan kemampuan branding yang baik, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu memperluas pasar dan memperkuat posisinya di tengah persaingan yang semakin ketat.







