Merapah.com – OpenAI mulai menambahkan teknologi watermarking SynthID milik Google DeepMind pada gambar buatan kecerdasan buatan atau AI. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat identifikasi konten digital hasil AI.
Laporan tersebut pertama kali ramai dibahas sejumlah media teknologi internasional. OpenAI disebut ingin meningkatkan transparansi penggunaan gambar AI di internet.
Teknologi SynthID bekerja dengan menyisipkan tanda digital tersembunyi pada gambar AI. Watermark itu tidak mengubah tampilan visual gambar secara langsung.
BACA JUGA: 10 Aplikasi Produktif untuk Mahasiswa, Bantu Kuliah Lebih Efisien
SynthID Disebut Tetap Bisa Terdeteksi
Google DeepMind mengembangkan SynthID sebagai sistem watermark digital tak kasat mata. Teknologi itu diklaim tetap dapat terdeteksi meski gambar mengalami kompresi ringan.
Sistem tersebut juga disebut masih bisa mengenali gambar setelah pengguna melakukan tangkapan layar atau penyuntingan sederhana. Karena itu, perusahaan teknologi mulai melirik sistem tersebut.
Google sebelumnya menyatakan SynthID telah dipakai pada miliaran konten AI. Penggunaannya mencakup gambar hingga video berbasis kecerdasan buatan.
OpenAI Siapkan Sistem Verifikasi Publik
OpenAI juga dikabarkan menyiapkan portal verifikasi publik untuk pengguna internet. Portal itu memungkinkan masyarakat memeriksa apakah gambar dibuat menggunakan AI.
Pengguna nantinya dapat mengunggah gambar untuk mengecek keberadaan watermark SynthID. Sistem tersebut juga disebut mampu membaca metadata dari layanan OpenAI.
Laporan media teknologi menyebut OpenAI akan menggabungkan SynthID dengan standar metadata C2PA. Kombinasi itu dinilai dapat memperkuat sistem identifikasi gambar AI.
Teknologi C2PA sendiri berfungsi menyimpan informasi asal-usul konten digital. Sistem tersebut kini mulai digunakan banyak perusahaan teknologi global.
BACA JUGA: Jualan Produk Digital Tanpa Modal dengan Aplikasi Gratis
Deepfake dan Misinformasi Jadi Sorotan
Langkah OpenAI muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran deepfake berbasis AI. Gambar manipulatif kini semakin sulit dibedakan dari foto asli.
Banyak pihak menilai watermark digital dapat membantu pengguna mengenali konten hasil kecerdasan buatan. Teknologi itu juga dinilai penting untuk menekan penyebaran misinformasi.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai watermark AI masih memiliki keterbatasan. Metadata gambar terkadang hilang ketika pengguna mengunggah ulang konten ke platform tertentu.
Beberapa laporan juga menyebut watermark AI masih dapat dihapus menggunakan teknik tertentu. Karena itu, perusahaan teknologi dinilai perlu terus memperbarui sistem keamanan mereka.













