Lampung Barat, Merapah.com– Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyatakan komitmennya memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Kepala BGTK Provinsi Lampung, Hendra Apriawan, beserta jajaran dengan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus.
Dalam pertemuan tersebut, Hendra Apriawan menyampaikan bahwa BGTK ingin membangun kerja sama yang lebih konkret dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, tidak hanya sebatas mengikuti program-program BGTK, tetapi juga melahirkan berbagai inisiatif bersama yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).
“Kami ingin Lampung Barat bukan hanya mengikuti program BGTK, tetapi juga memiliki inisiatif bersama. Harapannya bukan sekadar komitmen lisan, melainkan diperkuat melalui PKS agar memiliki dasar yang jelas dalam pelaksanaan program,” kata Hendra.
Menurutnya, Bupati Lampung Barat menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk menjalin kerja sama resmi.
Hendra menjelaskan, keberadaan PKS akan mempercepat berbagai program peningkatan mutu pendidikan di Lampung Barat, termasuk peningkatan kompetensi guru bimbingan dan konseling (BK) serta penguatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, seperti penggunaan papan interaktif.
“Melalui kolaborasi ini, peningkatan kompetensi guru bisa dilakukan lebih cepat dan akseleratif sehingga seluruh guru dan tenaga kependidikan di Lampung Barat dapat terus meningkatkan kapasitasnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, BGTK tidak datang untuk meminta bantuan dana kepada pemerintah daerah, melainkan menawarkan program dan sumber daya yang dimiliki agar dapat disinergikan dengan potensi daerah.
“Kami datang bukan membawa proposal untuk meminta anggaran. Kami datang membawa program. Yang kami butuhkan adalah dukungan agar kita bisa duduk bersama, menggabungkan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah dan BGTK untuk mencapai tujuan bersama meningkatkan kualitas pendidikan,” tegas Hendra.
Menurutnya, BGTK selama ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, media, hingga berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam pengembangan pendidikan.
Hendra juga menilai peningkatan kompetensi guru harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kritik terhadap kualitas tenaga pendidik tidak akan terselesaikan apabila guru tidak mendapatkan kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan dan keterampilannya.
“Peningkatan kompetensi guru merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah daerah, BGTK, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Salah satu program unggulannya adalah pemberian 90 beasiswa pendidikan tinggi, yang terdiri dari 30 kuota untuk bidang umum (S1), 30 bidang pendidikan, dan 30 bidang kesehatan, dengan pembiayaan hingga mahasiswa menyelesaikan masa studinya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga memiliki program pembagian tiga stel seragam sekolah kepada seluruh siswa SD, SMP, MI, dan MTs di wilayah tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan BGTK Provinsi Lampung, diharapkan berbagai program peningkatan kualitas pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan menjadi contoh kolaborasi yang dapat diterapkan oleh daerah lain di Provinsi Lampung.








