BANDAR LAMPUNG, Merapah.com – RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung kembali mengambil peran dalam peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga medis serta tenaga kesehatan melalui Webinar Nasional Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB).
Kegiatan yang digelar secara hybrid pada Jumat (28/8/2026) tersebut dipusatkan di Auditorium Medical Cinema RSUDAM, Bandar Lampung, dan melibatkan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI).

Webinar ini diikuti sekitar 6.275 peserta, yang terdiri dari 80 peserta secara luring dan sekitar 6.195 peserta secara daring melalui platform SATUSEHAT SDMK Kementerian Kesehatan RI.
Tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah menunjukkan besarnya kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan terhadap pembelajaran berkelanjutan, khususnya terkait pengembangan kompetensi dan tata kelola profesi di tengah transformasi sistem kesehatan nasional.
Kegiatan ini digagas oleh Direktur RSUDAM Provinsi Lampung, dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes.

Dalam webinar tersebut, sejumlah materi strategis dibahas, mulai dari peran KKI dalam peningkatan mutu tenaga medis dan tenaga kesehatan, registrasi tenaga medis dan tenaga kesehatan, Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB), hingga pembinaan dan penegakan disiplin profesi.
Direktur RSUDAM dr. Imam Ghozali mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen RSUDAM untuk tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga berperan dalam membangun ekosistem tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, adaptif, dan berorientasi pada mutu pelayanan.
“Rumah sakit tidak cukup hanya menjadi tempat memberikan pelayanan kepada pasien. Rumah sakit juga harus menjadi pusat pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan lahirnya inovasi,” ujar Imam.

Menurutnya, melalui P2KB, tenaga medis dan tenaga kesehatan didorong untuk terus mengembangkan kompetensi dan profesionalismenya. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan bermuara pada peningkatan mutu pelayanan serta keselamatan pasien.
Diikuti Ribuan Peserta dari Berbagai Daerah
Imam menilai tingginya partisipasi peserta secara daring menjadi momentum penting bagi RSUDAM untuk memperluas manfaat kegiatan dari Lampung ke tingkat nasional.
Pemanfaatan platform digital, kata dia, memungkinkan kegiatan pembelajaran menjangkau tenaga kesehatan di berbagai wilayah tanpa terkendala jarak.
“Dengan teknologi digital, ruang pembelajaran menjadi semakin luas. Peningkatan kompetensi tidak lagi dibatasi oleh jarak dan wilayah,” katanya.
Webinar tersebut turut melibatkan berbagai unsur kesehatan, di antaranya Dinas Kesehatan, organisasi profesi, pimpinan rumah sakit, komite, kelompok staf medis, serta unsur internal RSUDAM.
Dari Lampung Mendorong Kompetensi Kesehatan Nasional
Penyelenggaraan Webinar Nasional P2KB menjadi bagian dari upaya RSUDAM memperkuat transformasinya sebagai rumah sakit yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan dan rujukan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, berbagi pengetahuan, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia kesehatan.

RSUDAM berharap P2KB tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kewajiban profesi, tetapi menjadi instrumen untuk menjaga kompetensi, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Semakin baik kompetensi tenaga kesehatan, semakin kuat pula mutu pelayanan yang diterima masyarakat. Karena itu, investasi terbesar rumah sakit bukan hanya pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusianya,” kata Imam.
Melalui kegiatan tersebut, RSUDAM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan RI, Konsil Kesehatan Indonesia, Dinas Kesehatan, organisasi profesi, rumah sakit, serta tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat transformasi kesehatan sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan di tingkat masyarakat.
RSUDAM melayani, bertumbuh, dan bertransformasi untuk kesehatan Indonesia.









