BANDAR LAMPUNG, Merapah.com – Kepedulian terhadap sesama diwujudkan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Universitas Lampung (Unila) bersama Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Unila melalui kegiatan donor darah bertajuk “Detak Sejuta Hati”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PKM FISIP Lantai 2 Unila, Kamis (27/8/2026). Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya donor darah sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat.
Penanggung Jawab “Detak Sejuta Hati” HMJ Sosiologi Unila 2026, Namira Anjani (Sosiologi 2024), mengatakan donor darah merupakan aksi sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain.
“Program donor darah ini bisa dibilang sederhana, tapi memiliki manfaat yang besar dan berarti bagi kehidupan orang lain. Selain itu, kita dapat membantu ketersediaan stok darah,” ujarnya.
Menurut Namira, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan organisasi mahasiswa. Ia berharap donor darah dapat terus digelar setiap tahun sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa dan masyarakat.
“Harapannya semoga setiap tahunnya program ini terus berjalan dan bermanfaat bagi yang membutuhkan, serta dapat menumbuhkan kepedulian sosial di dalam diri para pendonor dan masyarakat agar dapat berkontribusi dalam upaya kemanusiaan melalui kegiatan donor darah ini,” katanya.
Dorong Kepedulian Mahasiswa
Kepedulian mahasiswa terhadap kegiatan donor darah juga menjadi perhatian Kadiv Transfusi Darah UKM KSR PMI Unit Unila 2026, Q Rum Kasiliring.
Ia berharap semakin banyak mahasiswa dan masyarakat yang tergerak untuk menjadi pendonor. Menurutnya, donor darah memiliki makna lebih dari sekadar memberikan darah kepada orang lain.
“Donor darah itu bukan cuma memberikan darah kita kepada orang lain, tapi memberikan kehidupan kita kepada orang lain juga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua UKM KSR PMI Unit Unila 2026, Ruci Hayuningtyas Arum Puspita, mengatakan kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam aksi kemanusiaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh sekaligus memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
“Di lapangan, ini adalah bukti nyata aksi kemanusiaan sosial untuk membantu orang lain,” tuturnya.
Jadi Ruang Belajar Kepekaan Sosial
Salah satu pendonor, Hafiidh Akbar Zenzi Fanrub (Sosiologi 2024), menilai kegiatan donor darah di lingkungan kampus penting untuk terus dilakukan.
Selain membantu masyarakat yang membutuhkan darah, kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial.
“Ini bentuk kepedulian mahasiswa dan melatih kepedulian para mahasiswa untuk lebih fokus sama isu-isu sosial,” ujarnya.
Melalui “Detak Sejuta Hati”, HMJ Sosiologi Unila dan KSR PMI Unit Unila berupaya menjadikan donor darah tidak sekadar kegiatan kemanusiaan, tetapi juga sarana menumbuhkan kesadaran sosial di lingkungan mahasiswa.












