LAMPUNG SELATAN, Merapah.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Periode II memperkenalkan SIMPUL TANI (Sistem Informasi Pemupukan Lahan Tani) kepada masyarakat Desa Merbau Mataram, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan.
Program tersebut dirancang untuk membantu petani mendapatkan informasi pemupukan berdasarkan jenis tanaman dan kondisi lahan, sehingga penggunaan pupuk diharapkan menjadi lebih tepat guna dan efisien.
Koordinator Desa KKN Unila Merbau Mataram, M. Abdul Hadi Amrul, mengatakan SIMPUL TANI dikembangkan sebagai respons terhadap kebiasaan sebagian petani yang masih menentukan jenis dan dosis pupuk berdasarkan pengalaman serta perkiraan.
“Melalui SIMPUL TANI, kami mencoba memberikan alternatif bagi petani agar dalam menentukan pemupukan tidak hanya berdasarkan kebiasaan, tetapi juga mempertimbangkan jenis tanaman dan kondisi lahan,” ujar Abdul.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi sederhana diharapkan dapat membantu petani memperoleh informasi yang lebih mudah diakses dalam menentukan kebutuhan pemupukan.
Selama ini, sebagian petani di Desa Merbau Mataram masih menentukan jenis maupun dosis pupuk berdasarkan kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun dan perkiraan. Pola tersebut berpotensi membuat penggunaan pupuk kurang tepat sasaran dan meningkatkan biaya produksi.
Berangkat dari persoalan tersebut, Tim KKN Unila Desa Merbau Mataram mengembangkan sebuah website yang dapat memberikan rekomendasi pemupukan berdasarkan data tanaman dan kondisi lahan yang dimasukkan oleh pengguna.
SIMPUL TANI dapat diakses melalui stani-fix.vercel.app. Program ini digagas dan dikembangkan oleh M. Abdul Hadi Amrul, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, dan menjadi salah satu dari lima program kerja unggulan Tim KKN Unila di desa tersebut.

Tim KKN Unila Desa Merbau Mataram terdiri atas M. Abdul Hadi Amrul, Deva Fatika Ys, Hilda Maghfiroh, Desla Ananda, Sintha Amelia, M. Irfan Fadhiil, dan Wahyu Rizki, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Igit Sabda Ilman, S.Kom., M.Cs.
Dikenalkan Langsung kepada Kelompok Tani
Sosialisasi dan pendampingan penggunaan SIMPUL TANI dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Balai Desa Merbau Mataram.
Kegiatan berlangsung pukul 19.30 hingga 21.30 WIB dan diikuti 17 peserta yang terdiri atas anggota kelompok tani serta warga desa.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan secara langsung mengenai tahapan penggunaan sistem. Peserta diperkenalkan mulai dari memilih jenis tanaman, memasukkan informasi mengenai kondisi lahan, hingga memahami hasil rekomendasi pemupukan yang ditampilkan melalui layar proyektor.
Abdul mengatakan pendampingan dilakukan secara bertahap karena tidak semua peserta terbiasa menggunakan perangkat maupun sistem berbasis digital.
“Kami mendampingi peserta satu per satu, terutama yang masih mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi. Harapannya setelah kegiatan ini mereka tidak hanya mengetahui SIMPUL TANI, tetapi juga bisa menggunakannya secara mandiri,” katanya.
Berdasarkan evaluasi kegiatan, tingkat keberhasilan program kerja tersebut tercatat mencapai 100 persen.
Dorong Pemanfaatan Teknologi di Sektor Pertanian
Pemanfaatan teknologi informasi untuk membantu petani mengambil keputusan bukan merupakan hal baru. Sejumlah aplikasi pertanian digital telah dikembangkan untuk memberikan akses informasi yang lebih mudah kepada petani.
Salah satunya adalah SIPINDO (Sistem Informasi Pertanian Indonesia). Penelitian Dwilatifa dkk. (2025) menunjukkan bahwa pendampingan penggunaan aplikasi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani.
Pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian juga dinilai dapat membantu petani mengoptimalkan sumber daya, mengurangi pemborosan, serta mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Namun, penerapan teknologi di tingkat petani masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kemampuan literasi digital, terutama bagi petani yang belum terbiasa menggunakan perangkat dan sistem berbasis teknologi.
Kondisi tersebut juga ditemui dalam sosialisasi SIMPUL TANI. Sejumlah peserta masih mengalami kesulitan memahami tahapan pengoperasian sistem.
Mahasiswa KKN kemudian memberikan pendampingan secara langsung dan bertahap hingga peserta mampu mengikuti proses penggunaan SIMPUL TANI dengan lebih baik.
Lima Program Kerja KKN
SIMPUL TANI merupakan satu dari lima program kerja yang dijalankan Tim KKN Unila di Desa Merbau Mataram selama periode pengabdian pada 10 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Selain pengembangan sistem informasi pemupukan, mahasiswa juga melaksanakan program pembuatan incinerator sederhana untuk pengelolaan sampah, budi daya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), serta sosialisasi pencegahan perundungan di sekolah dasar.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Abdul berharap SIMPUL TANI tetap dapat dimanfaatkan masyarakat meskipun masa KKN telah berakhir.
“Kami berharap program ini tidak berhenti ketika KKN selesai. Kalau bisa, SIMPUL TANI terus digunakan dan dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat bagi petani di Desa Merbau Mataram,” ujarnya.
Keberlanjutan program juga membutuhkan dukungan pemerintah desa dan pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan. Dengan dukungan tersebut, SIMPUL TANI diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi petani dalam menentukan pemupukan yang lebih tepat, efisien, sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.












