Merapah.com, Lampung Selatan – Komunitas Odapus Lampung (KOL) kembali menggelar kampanye dan edukasi tentang Lupus. Dalam rangka memperingati Hari Lupus Sedunia yang jatuh setiap 10 Mei kegiatan ini terselenggara.
Edukasi berlangsung di Klinik Rawat Inap Kenanga, Sarirejo, Natar, Lampung Selatan, pada Sabtu (10/5). Pelanggan klinik, warga sekitar, serta relawan Komunitas Odapus Lampung (KOL) turut meramaikan kegiatan ini.
BACA JUGA: Waspada! Simpan Sayur dan Buah Ini Bisa Jadi Racun di Kulkas
KOL Berikan Edukasi Lupus Langsung ke Masyarakat

Humas Komunitas Odapus Lampung (KOL), Tri Hasriyanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan langsung materi edukatif tentang Lupus. Ia menjelaskan secara rinci gejala, penyebab, serta pentingnya deteksi dini penyakit Lupus kepada peserta.
Peserta mengikuti sesi tanya jawab agar mereka lebih memahami informasi yang disampaikan oleh tim KOL.
KOL juga menyerahkan media edukasi Lupus kepada Klinik Kenanga untuk mendukung penyebaran informasi.
Klinik Kenanga Dukung Kampanye Edukasi Kesehatan
Ketua KOL, Merli Susanti, menyampaikan terima kasih atas ruang dan dukungan yang diberikan Klinik Kenanga.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Mardianto yang memberi kami ruang kampanye,” ujarnya.
KOL terus menjalin kolaborasi dengan fasilitas kesehatan untuk memperluas jangkauan edukasi Lupus. Kegiatan ini berhasil menarik perhatian sekitar 60 peserta dari masyarakat sekitar dan pelanggan klinik.
BACA JUGA: Perbedaan Jenis Rempah dan Bumbu, Ini Penjelasan Lengkapnya
KOL Soroti Minimnya Pengetahuan Masyarakat tentang Lupus

Merli menyoroti rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap penyakit Lupus.
“Padahal faskes tingkat pertama adalah garda terdepan dalam mengenali dan menangani Lupus,” katanya.
Jika masyarakat dan tenaga medis mengenali gejala lebih awal, mereka bisa segera memberikan penanganan.
Riset Ungkap Jumlah Penderita Lupus di Indonesia
Kementerian Kesehatan melalui kemkes.go.id merilis data jumlah penyandang Lupus mencapai 1,3 juta orang.
Riset Prof. Handono Kalim dan tim di Malang mencatat prevalensi Lupus sebesar 0,5 persen di Indonesia.
KOL terus merespons kondisi ini dengan menyebarkan informasi langsung ke fasilitas layanan kesehatan.
BACA JUGA: Kuning atau Putih Telur: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?
KOL Komitmen Lakukan Edukasi Berkelanjutan
Merli menegaskan bahwa KOL akan terus menyasar klinik dan komunitas untuk mengedukasi soal penyakit Lupus.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa Lupus bisa dikendalikan jika diketahui sejak tahap awal,” ujarnya.
KOL menjelaskan bahwa Lupus merupakan penyakit autoimun yang menyerang organ dalam tubuh penderitanya. Mereka juga menekankan bahwa Lupus bukan penyakit menular, namun bisa berakibat fatal bila tak tertangani. Melalui edukasi rutin, KOL ingin meningkatkan kesadaran dan kualitas hidup penyandang Lupus di Lampung.













