Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Uncategorized

Fiscal Dominance Diduga Penyebab Tidak Sinkron Antara Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam Kebijakan

Putri S by Putri S
Januari 5, 2026
in Uncategorized
erson agustinus-

Dugaan penyebab ketidak sinkronan kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yaitu dominasi kebijakan fiskal. Oleh Erson Agustinus.

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh : Erson Agustinus (Praktisi Ekonomi)

Diawal Purbaya menjabat sebagai menteri keuangan digelontorkanlah kebijakan pemindahan dana SAL 200 triliun yang terparkir di Bank Indonesia(BI) ke bank Himbara (12/9/2025), publik dibuat heboh dengan kebijakan yang dianggap  kurang populis ini.

Related posts

Harga emas Antam pada Kamis, 4 Juni 2026, masih bertahan di level Rp2,774 juta per gram. Meski pasar global mengalami tekanan, harga emas domestik tetap berada pada level tinggi.

Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Bertahan, Simak Pergerakan Terbarunya

Juni 4, 2026
PT BHM dan PT Adora Marsada Group resmi bekerja sama mengelola BATIQA Hotel Adora Lampung yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 di Natar, Lampung Selatan.

BATIQA Bangun Hotel Baru di Natar, Bidik Penumpang Bandara dan Wisatawan Modern

Juni 3, 2026

Diketahui bahwa maksud dan tujuannya pemindahan dana SAL tersebut yaitu untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi, yang mana saat itu pertumbuhan uang yang beredar di masyarakat atau M0 hampir 0%.

Diharapkan uang tersebut dapat disalurkan oleh bank Himbara menyentuh sektor-sektor riil melalui penyaluran kredit.

 

BACA JUGA: Penting bagi Pelaku Bisnis Peka dan Paham terhadap Economic Behavior, Ekspektasi Positif, serta Multiplier Effect atas Kebijakan Moneter dan Fiskal

 

Namun dipantau sampai bulan November 2025 ternyata belum berdampak pada peningkatan pertumbuhan kredit, selanjutnya kembali digelontorkan dana SAL 76 triliun (10/11/2025) sehingga total dana mencapai sebesar 276 triliun. Dilaporkan bahwa kredit di bulan November masih  tumbuh dibawah ideal 9% sampai dengan 11%, yaitu hanya mencapai 7,74% (yoy), analisa menunjukkan walaupun likuiditas bank terjaga akan tetapi pelaku bisnis masih enggan ekspansi kredit, lebih cenderung untuk “wait and see”, dan dana injeksi tersebut sempat ditarik lagi sebagian oleh pemerintah yaitu sebesar 75 triliun untuk belanja APBN.

Sampai pada akhirnya di konfrensi pers akhir tahun 2025 (31/12/2025) menteri keuangan menyatakan bahwa tidak optimalnya dampak injeksi dana SAL 276 triliun dikarnakan ada ketidak sinkronan kebijakan antara pemerintah dengan Bank Indonesia(BI), namun memang upaya untuk meyinkronkan  kebijakan sudah dilakukan bersama, diharapkan kedepan akan lebih harmoni sehingga untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6% akan dapat dilaksanakan dengan mudah.

 

BACA JUGA: Kredit Belum Membaik Sampai di Penghujung 2025, Namun Harapan Tumbuh 2 Digit di 2026

 

Fiscal Dominance

Diduga penyebab ketidak sinkronan kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yaitu dominasi kebijakan fiskal.

Sebelumnnya, Purbaya sempat angkat bicara ihwal adanya sejumlah sorotan dan kritik dari kalangan ekonom dan para pelaku pasar menyoal kebijakan pemerintah yang cenderung mengarah ke arah ‘fiscal dominance’.

Fiscal dominance menunjuk pada suatu kondisi dimana kebijakan fiskal lebih dominan ketimbang kebijakan moneter, sehingga bank sentral dilihat makin kehilangan independensinya dan cenderung menyesuaikan kebijakan moneter demi mendukung kebijakan fiskal apakah itu pembiayaan maupun pengeluaran.

Namun saat ini antara pemerintah dan Bank Indonesia telah bersama melakukan pendekatan melalui pembicaraan bersama atas kebijakan masing-masing untuk saling menyinkronkan.

 

BACA JUGA: Refleksi Menyeluruh untuk Mampu Menghadapi Tantangan Bisnis Properti Residensial di Tahun 2026

 

Dalam pertemuan bersama jurnalis di Kemenkeu RI pada Jumat siang (26/9/2025), Purbaya mengatakan, otoritas fiskal dan moneter tetap fokus di wilayah wewenang masing-masing tetapi dengan tujuan sama yakni menciptakan pertumbuhan ekonomi lebih cepat agar masyarakat bisa meningkat kemakmurannya.

Diharapkan kedepan sinkronisasi akan terjalin dengan apik sehingga untuk pencapaian pertumbuhan ekonomi ideal akan lebih mudah dan cepat sampai mencapai target 8% seperti yang dicanangkan pemerintahan presiden Prabowo Subianto.

Tags: BIEkonomi bisniserson agustinusfiscal dominanceKeuangan
Previous Post

Prakiraan Cuaca Lampung, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat

Next Post

INFORMA Hadirkan Upgrade Nyamanmu, Inspirasi Hunian Nyaman dan Estetik Sambut 2026

Next Post
INFORMA

INFORMA Hadirkan Upgrade Nyamanmu, Inspirasi Hunian Nyaman dan Estetik Sambut 2026

hujan dengan intensitas tinggi

Hujan Intensitas Tinggi Berpotensi Genangi Pemukiman Warga

EMERSIA WEDDING EXPO

Emersia Wedding Expo 11  Banjir Diskon dari Vendor Terbaik di Lampung

PMMBN BALI (2)

Mahasiswa Bali Dorong Sikap Moderat Lewat Dialog Lintas Agama

FLPP 2025

FLPP 2025 Pecahkan Rekor Kuantitas, Terserap Senilai 34,64 Triliun tau 278.868 Unit, Tapi Gagal Capai Target

RECOMMENDED NEWS

baterai hp

Baterai HP Cepat Drop? Ini Penjelasan Ilmiahnya

9 bulan ago
PENTINGNYA KERJASAMA BANK BERSAMA DEVELOPER .

Pentingnya Kerjasama Bank Bersama Developer Meningkatkan Kemampuan Pengetahuan Agency, Marketing Melalui Edukasi KPR

6 bulan ago
ASDP- Kapal Ferry

ASDP Perkuat Arus Nataru Lewat Dua Layanan Kapal Express: Merak–Bakauheni

9 bulan ago
HMJ Sosiologi Gelar Pemberdayaan UMKM di Desa Bumi Restu

HMJ Sosiologi Gelar Pemberdayaan UMKM di Desa Bumi Restu

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung berita pendidikan Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia inspirasi Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif Pelindo pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    467 shares
    Share 187 Tweet 117
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    425 shares
    Share 170 Tweet 106
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    420 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    416 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    414 shares
    Share 166 Tweet 104
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Muharram Fest 2026, LAZ Darul Fattah Peduli Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Belajar dan Berbagi
  • Rakernas I APTISI di Lampung Jadi Momentum Kebangkitan Perguruan Tinggi Swasta
  • 500 Peserta dari 33 Provinsi Hadiri Rakernas I APTISI di Lampung

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com