Senin, Juni 8, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Uncategorized

Fiscal Dominance Diduga Penyebab Tidak Sinkron Antara Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam Kebijakan

Putri S by Putri S
Januari 5, 2026
in Uncategorized
erson agustinus-

Dugaan penyebab ketidak sinkronan kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yaitu dominasi kebijakan fiskal. Oleh Erson Agustinus.

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh : Erson Agustinus (Praktisi Ekonomi)

Diawal Purbaya menjabat sebagai menteri keuangan digelontorkanlah kebijakan pemindahan dana SAL 200 triliun yang terparkir di Bank Indonesia(BI) ke bank Himbara (12/9/2025), publik dibuat heboh dengan kebijakan yang dianggap  kurang populis ini.

Related posts

Harga emas Antam pada Kamis, 4 Juni 2026, masih bertahan di level Rp2,774 juta per gram. Meski pasar global mengalami tekanan, harga emas domestik tetap berada pada level tinggi.

Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Bertahan, Simak Pergerakan Terbarunya

Juni 4, 2026
PT BHM dan PT Adora Marsada Group resmi bekerja sama mengelola BATIQA Hotel Adora Lampung yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 di Natar, Lampung Selatan.

BATIQA Bangun Hotel Baru di Natar, Bidik Penumpang Bandara dan Wisatawan Modern

Juni 3, 2026

Diketahui bahwa maksud dan tujuannya pemindahan dana SAL tersebut yaitu untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi, yang mana saat itu pertumbuhan uang yang beredar di masyarakat atau M0 hampir 0%.

Diharapkan uang tersebut dapat disalurkan oleh bank Himbara menyentuh sektor-sektor riil melalui penyaluran kredit.

 

BACA JUGA: Penting bagi Pelaku Bisnis Peka dan Paham terhadap Economic Behavior, Ekspektasi Positif, serta Multiplier Effect atas Kebijakan Moneter dan Fiskal

 

Namun dipantau sampai bulan November 2025 ternyata belum berdampak pada peningkatan pertumbuhan kredit, selanjutnya kembali digelontorkan dana SAL 76 triliun (10/11/2025) sehingga total dana mencapai sebesar 276 triliun. Dilaporkan bahwa kredit di bulan November masih  tumbuh dibawah ideal 9% sampai dengan 11%, yaitu hanya mencapai 7,74% (yoy), analisa menunjukkan walaupun likuiditas bank terjaga akan tetapi pelaku bisnis masih enggan ekspansi kredit, lebih cenderung untuk “wait and see”, dan dana injeksi tersebut sempat ditarik lagi sebagian oleh pemerintah yaitu sebesar 75 triliun untuk belanja APBN.

Sampai pada akhirnya di konfrensi pers akhir tahun 2025 (31/12/2025) menteri keuangan menyatakan bahwa tidak optimalnya dampak injeksi dana SAL 276 triliun dikarnakan ada ketidak sinkronan kebijakan antara pemerintah dengan Bank Indonesia(BI), namun memang upaya untuk meyinkronkan  kebijakan sudah dilakukan bersama, diharapkan kedepan akan lebih harmoni sehingga untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6% akan dapat dilaksanakan dengan mudah.

 

BACA JUGA: Kredit Belum Membaik Sampai di Penghujung 2025, Namun Harapan Tumbuh 2 Digit di 2026

 

Fiscal Dominance

Diduga penyebab ketidak sinkronan kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yaitu dominasi kebijakan fiskal.

Sebelumnnya, Purbaya sempat angkat bicara ihwal adanya sejumlah sorotan dan kritik dari kalangan ekonom dan para pelaku pasar menyoal kebijakan pemerintah yang cenderung mengarah ke arah ‘fiscal dominance’.

Fiscal dominance menunjuk pada suatu kondisi dimana kebijakan fiskal lebih dominan ketimbang kebijakan moneter, sehingga bank sentral dilihat makin kehilangan independensinya dan cenderung menyesuaikan kebijakan moneter demi mendukung kebijakan fiskal apakah itu pembiayaan maupun pengeluaran.

Namun saat ini antara pemerintah dan Bank Indonesia telah bersama melakukan pendekatan melalui pembicaraan bersama atas kebijakan masing-masing untuk saling menyinkronkan.

 

BACA JUGA: Refleksi Menyeluruh untuk Mampu Menghadapi Tantangan Bisnis Properti Residensial di Tahun 2026

 

Dalam pertemuan bersama jurnalis di Kemenkeu RI pada Jumat siang (26/9/2025), Purbaya mengatakan, otoritas fiskal dan moneter tetap fokus di wilayah wewenang masing-masing tetapi dengan tujuan sama yakni menciptakan pertumbuhan ekonomi lebih cepat agar masyarakat bisa meningkat kemakmurannya.

Diharapkan kedepan sinkronisasi akan terjalin dengan apik sehingga untuk pencapaian pertumbuhan ekonomi ideal akan lebih mudah dan cepat sampai mencapai target 8% seperti yang dicanangkan pemerintahan presiden Prabowo Subianto.

Tags: BIEkonomi bisniserson agustinusfiscal dominanceKeuangan
Previous Post

Prakiraan Cuaca Lampung, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat

Next Post

INFORMA Hadirkan Upgrade Nyamanmu, Inspirasi Hunian Nyaman dan Estetik Sambut 2026

Next Post
INFORMA

INFORMA Hadirkan Upgrade Nyamanmu, Inspirasi Hunian Nyaman dan Estetik Sambut 2026

hujan dengan intensitas tinggi

Hujan Intensitas Tinggi Berpotensi Genangi Pemukiman Warga

EMERSIA WEDDING EXPO

Emersia Wedding Expo 11  Banjir Diskon dari Vendor Terbaik di Lampung

PMMBN BALI (2)

Mahasiswa Bali Dorong Sikap Moderat Lewat Dialog Lintas Agama

FLPP 2025

FLPP 2025 Pecahkan Rekor Kuantitas, Terserap Senilai 34,64 Triliun tau 278.868 Unit, Tapi Gagal Capai Target

RECOMMENDED NEWS

Fokus Kora Agri Pada Pertumbuhan Jangka Panjang

Fokus Kora Agri Pada Pertumbuhan Jangka Panjang

1 tahun ago
Cerpen: Negeri Mandang dan Bintang yang Terlupakan

Cerpen: Negeri Mandang dan Bintang yang Terlupakan

1 tahun ago
daun semanggi bistro.

Daun Semanggi Bistro Hadirkan “Pasar Ikan (Pesta Ikan, Pesta Rasa)” di Bandar Lampung

8 bulan ago
harga emas hari ini (4)

Harga Emas Pegadaian Naik, Antam Tembus Rp2,89 Juta per Gram pada 23 Mei 2026

2 minggu ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bali United Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung Budget Travel cerpen Chopper Bike Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Market Stories Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    416 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Aftermyskin Gelar Gathering dan Bootcamp Affiliate di Bandar Lampung, Hadirkan Atta Halilintar
  • Harga Emas Hari Ini 5 Juni 2026 Turun, Antam dan Pegadaian Kompak Melemah
  • Cuaca Lampung Hari Ini Cerah, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Siang Sore

Category

  • Berita
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com