Investor Pasar Modal di Lampung Tembus 673 Ribu SID, Transaksi Capai Rp25 Triliun

investor pasar modal di Lampung mengalami peningkatan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

 

 

BANDAR LAMPUNG, Merapah.com — Pertumbuhan investor pasar modal di Provinsi Lampung terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga April 2026, jumlah investor pasar modal di Lampung tercatat mencapai 673 ribu Single Investor Identification (SID).

Kepala Bursa Efek Indonesia Lampung, Hendi Prayogi mengatakan, pertumbuhan investor pasar modal di Lampung mengalami peningkatan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, jika melihat pertumbuhan investor pasar modal, baik saham, reksa dana, maupun obligasi, angkanya menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan periode 2023 hingga 2026,” kata dia dalam Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Grand Mercure Lampung, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pada periode 2024 hingga 2025 pertumbuhan investor mencapai sekitar 45 persen. Sementara hingga April 2026, kenaikan jumlah investor sudah mendekati 47 persen atau hampir menyamai pertumbuhan sepanjang tahun sebelumnya.

Dari total 673 ribu investor tersebut, sekitar 208 ribu merupakan investor saham. Sedangkan sisanya berasal dari investor reksa dana dan obligasi.

Menurut Hendi, reksa dana menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan investor pasar modal di Lampung sepanjang 2026, kemudian disusul oleh investor saham.

Ia menuturkan, peningkatan jumlah investor tidak terlepas dari masifnya program literasi dan edukasi pasar modal yang dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan.

“Kami membangun fundamental dan mindset masyarakat melalui literasi, edukasi, serta sosialisasi bersama OJK. Kegiatan tersebut dilakukan dengan berkeliling ke kabupaten dan kota di Lampung untuk memberikan pemahaman mengenai pasar modal,” katanya.

Sosialisasi tersebut tidak hanya menyasar kalangan mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum, ibu rumah tangga, hingga masyarakat desa.

“Alhamdulillah, edukasi bersama OJK tersebut menunjukkan hasil yang cukup baik,” ujarnya.

Selain pertumbuhan jumlah investor, nilai transaksi pasar modal di Lampung juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga April 2026, nilai transaksi pasar modal telah mencapai Rp25 triliun.

Sementara sepanjang 2025, nilai transaksi pasar modal di Lampung berada di kisaran Rp22 triliun.

“Jadi, kenaikannya cukup signifikan,” kata Hendi.

Ia menambahkan, selain mencari investor baru, BEI Lampung juga terus melakukan aktivasi terhadap investor yang telah membuka rekening saham agar tetap aktif bertransaksi.

“Kami melakukan pendampingan agar mereka tetap aktif bertransaksi di pasar modal,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya berharap pertumbuhan investor pasar modal di Lampung terus meningkat seiring semakin luasnya akses informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, dukungan media juga memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi keuangan dan pasar modal di daerah.