Investor Reksa Dana Indonesia Tumbuh Pesat di Tengah Gejolak Pasar

keseimbangan antara investor domestik dan asing menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tahan pasar modal Indonesia.

BANDAR LAMPUNG, Merapah.com — Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi pasar modal terus meningkat di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis. Hal itu terlihat dari pertumbuhan investor reksa dana yang dinilai cukup signifikan sepanjang 2026.

Direktur Data Analisis Informasi dan Management Risiko Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bayu Samudro mengatakan tren tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi dan kemandirian finansial.

“Tahun ini investor reksa dana tumbuh luar biasa. Di tengah isu pasar yang dinamis masyarakat masih mau membeli reksa dana. Artinya kesadaran dan kemandirian finansial mulai meningkat,” kata Bayu dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Grand Mercure Lampung, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, hingga pertengahan 2026 jumlah investor ritel atau individu di Indonesia mencapai sekitar 6,7 juta investor. Namun angka tersebut dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan besar jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat kelas menengah Indonesia.

“Kalau dilihat dari jumlah kelas menengah, baru sebagian yang aktif berinvestasi di pasar modal,” ujarnya.

Ia menjelaskan investor domestik kini mulai memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pasar modal nasional, bahkan dalam beberapa momentum mampu melampaui aktivitas investor asing.

Meski begitu, Bayu menilai investor asing tetap dibutuhkan untuk memperkuat likuiditas dan pendanaan pasar modal Indonesia.

“Investor asing tetap penting karena mereka memiliki kekuatan pendanaan yang besar dan kuat secara kelembagaan,” katanya.

Menurutnya, keseimbangan antara investor domestik dan asing menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tahan pasar modal Indonesia menghadapi tekanan global.