Cuaca Panas Tidak Menentu, Warga Diminta Jaga Kesehatan Selama Musim Pancaroba

Cuaca panas (ekstrem)
BMKG keluarkan peringatan dini cuaca hari ini, Senin, 12 Desember 2026.

Merapah.com – Cuaca panas belakangan ini terasa tidak menentu. Pagi bisa sangat terik, lalu sore tiba-tiba turun hujan.

Kondisi seperti ini menandai musim pancaroba, yaitu masa peralihan cuaca yang biasanya membawa perubahan suhu cepat dan udara lebih lembap.

Masyarakat pun mulai diminta lebih sadar kesehatan agar tubuh tetap fit menghadapi hari-hari yang panas sekaligus tidak stabil.

BACA JUGA: Arsenal vs Tottenham Adu Kuat di London Utara

Perubahan Suhu Terjadi Cepat

BMKG menjelaskan bahwa musim pancaroba selalu membawa perubahan suhu yang cukup drastis.

Suhu bisa berubah dalam hitungan jam, bahkan mencapai 5–10 derajat Celsius dalam sehari. Perubahan ini membuat tubuh harus bekerja lebih keras menyesuaikan kondisi.

Saat udara panas, tubuh mudah kehilangan cairan. Sebaliknya, ketika tiba-tiba hujan turun dan suhu turun mendadak, tubuh bisa rentan terserang flu atau demam.

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh setiap hari dan tidak memaksakan aktivitas berlebihan ketika cuaca sangat panas.

Beberapa Penyakit Mulai Sering Muncul

Musim pancaroba biasanya memunculkan beberapa gangguan kesehatan.

Udara yang berubah-ubah membuat virus dan bakteri lebih mudah berkembang. Beberapa penyakit yang banyak muncul antara lain:

  • Flu dan batuk
  • SPA
  • Sakit tenggorokan
  • DiareMasalah kulit
  • Dehidrasi dan kelelahan panas

Kondisi ini meningkat ketika masyarakat lebih sering beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Paparan panas berlebih juga membuat tubuh cepat lelah, terutama jika seseorang jarang minum air.

Tetap Terhidrasi Jadi Langkah Utama

Ahli kesehatan mengingatkan bahwa menjaga asupan cairan adalah langkah paling penting. Tubuh butuh 6–8 gelas air setiap hari, bahkan lebih jika seseorang bekerja di luar ruangan.

Air putih menjadi pilihan terbaik. Buah seperti semangka, jeruk, atau melon bisa membantu menambah asupan cairan.

Sementara itu, minuman manis dan bersoda sebaiknya dibatasi karena cenderung membuat tubuh cepat dehidrasi.

Pilih Pakaian yang Nyaman

Pakaian yang nyaman membantu tubuh tetap sejuk. Bahan katun menjadi pilihan tepat karena mudah menyerap keringat. Warna terang juga membantu mengurangi panas dari sinar matahari.

Masyarakat juga disarankan memakai sunscreen minimal SPF 30 ketika beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, topi dan payung dapat membantu melindungi kulit dari panas yang cukup menyengat.

Jaga Udara Bersih di Rumah

Ketika angin kencang berembus, debu dan partikel kecil mudah masuk ke saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu menjaga kualitas udara dalam ruangan.

Caranya cukup sederhana:

  • Rutin membuka ventilasi
  • Membersihkan kipas atau AC
  • Menggunakan masker saat udara berdebu
  • Menyapu dan mengepel rumah secara teratur

Kebersihan udara membantu mencegah batuk, bersin, dan gangguan pernapasan lainnya.

Perhatikan Makanan Agar Tidak Mudah Basi

Cuaca panas membuat makanan lebih cepat rusak. Masyarakat perlu menyimpan makanan pada wadah tertutup dan langsung memasukkannya ke kulkas jika belum ingin dimakan. Hindari mengonsumsi makanan yang terlalu lama berada di suhu ruang karena risiko diare meningkat pada musim seperti ini.

Memilih makanan segar dan mengurangi makanan yang terlalu berminyak juga membantu tubuh tetap bugar.

Hindari Aktivitas Berat di Jam Paling Panas

Pakar kesehatan menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas berat di luar ruangan pada pukul 11.00–15.00 WIB.

Pada jam ini, matahari berada di titik terpanas. Jika pekerjaan menuntut seseorang tetap berada di luar, mereka perlu membawa air minum, memakai pelindung kepala, dan beristirahat secara berkala.

BACA JUGA: Jarwo Songha Dongengkan Siswa SDN 52 Krui

Anak-anak dan lansia perlu perhatian khusus. Anak-anak sering lupa minum ketika bermain. Sementara itu, lansia lebih cepat mengalami kelelahan saat cuaca panas.

Tingkatkan Kesadaran dan Periksa Kesehatan Bila Perlu

Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi tubuh.

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk berkepanjangan, atau tanda dehidrasi, warga sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Selain itu, memeriksa prakiraan cuaca sebelum beraktivitas menjadi langkah sederhana yang bermanfaat.

Membawa payung, botol minum, dan pakaian ganti juga membantu menghadapi perubahan cuaca mendadak.