Merapah.com – Telur masih menjadi sumber protein favorit banyak masyarakat Indonesia. Harganya terjangkau dan kandungannya cukup lengkap untuk kebutuhan harian.
Banyak orang masih takut makan telur karena khawatir kolesterol meningkat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan telur tidak selalu menjadi penyebab utama kolesterol tinggi.
Ahli gizi menilai pola makan keseluruhan lebih menentukan kondisi kolesterol tubuh. Konsumsi lemak jenuh berlebihan justru memberi dampak lebih besar.
Makanan cepat saji, gorengan, dan daging olahan lebih sering memicu kenaikan kolesterol jahat. Telur tetap aman jika dikonsumsi dengan porsi wajar.
Telur juga mengandung protein berkualitas tinggi yang membantu pembentukan otot. Kandungan vitaminnya mendukung kesehatan mata dan fungsi otak.
BACA JUGA: Cara Menjaga Kesehatan Tubuh di Tengah Aktivitas Padat
Batas Konsumsi Telur yang Disarankan
Banyak ahli kesehatan menyarankan konsumsi satu hingga dua telur setiap hari. Jumlah tersebut masih aman bagi orang dewasa sehat.
Jika dihitung mingguan, konsumsi tujuh hingga 14 telur masih tergolong normal. Angka itu berlaku untuk orang dengan kondisi tubuh sehat.
Beberapa penelitian bahkan menemukan konsumsi dua hingga tiga telur harian tetap aman. Namun, pola makan seimbang tetap menjadi syarat utama.
Orang yang rutin berolahraga biasanya memiliki metabolisme lebih aktif. Tubuh mereka cenderung mampu mengolah asupan protein lebih baik.
Meski begitu, konsumsi telur tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Faktor usia dan riwayat kesehatan ikut memengaruhi batas aman.
BACA JUGA: Manfaat Lalap Daun Pepaya Pahit bagi Kesehatan Tubuh
Kelompok yang Perlu Membatasi Konsumsi
Penderita kolesterol tinggi perlu lebih berhati-hati saat mengonsumsi telur. Dokter biasanya menyarankan pembatasan kuning telur setiap minggu.
Penderita diabetes dan penyakit jantung juga perlu mengontrol jumlah konsumsi telur. Langkah itu membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
Sebagian ahli menyarankan batas tiga hingga empat kuning telur setiap minggu. Putih telur masih bisa dikonsumsi lebih banyak karena rendah lemak.
Kuning telur memang mengandung kolesterol cukup tinggi dalam satu butirnya. Namun, tubuh setiap orang memberi respons berbeda terhadap makanan tersebut.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin tetap penting dilakukan. Pemeriksaan membantu mengetahui kondisi kolesterol tubuh secara lebih akurat.
BACA JUGA: Jangan Remehkan Air Putih, Tubuh Bisa Kena Dampaknya
Cara Mengonsumsi Telur dengan Lebih Sehat
Cara memasak telur ikut menentukan dampaknya bagi kesehatan tubuh. Telur rebus menjadi pilihan paling aman dan rendah lemak.
Sebagian orang lebih sering menggoreng telur menggunakan banyak minyak. Kebiasaan itu dapat meningkatkan asupan lemak jenuh harian.
Ahli kesehatan menyarankan metode memasak sederhana untuk menjaga kandungan nutrisi telur. Teknik rebus atau kukus dianggap lebih sehat.
Telur juga sebaiknya dikonsumsi bersama sayur dan makanan berserat tinggi. Kombinasi tersebut membantu menjaga keseimbangan nutrisi tubuh.
Konsumsi telur secara bijak tetap memberi manfaat besar untuk kesehatan. Tubuh tetap membutuhkan protein dan vitamin dari makanan bergizi seimbang.













