Puasa Lancar Tanpa Lemas, Hindari Makanan Ini

Makanan yang Perlu Dihindari Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Makanan yang Perlu Dihindari Saat Sahur dan Berbuka Puasa
Berikut daftar makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur dan berbuka puasa.

Merapah.com – Puasa menuntut tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan. Karena itu, pemilihan menu sahur dan berbuka sangat menentukan kondisi fisik.

Beberapa jenis makanan justru dapat memicu lemas, dehidrasi, hingga gangguan lambung. Ahli gizi menyarankan masyarakat lebih selektif saat menyiapkan hidangan.

Berikut jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur dan berbuka puasa.

 

BACA JUGA: Sidang Isbat 2026 Digelar 17 Februari, Kapan Awal Ramadan?

 

1. Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Sederhana

Banyak orang memilih makanan manis saat berbuka. Padahal, gula sederhana dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat.

Lonjakan ini kemudian diikuti penurunan drastis yang membuat tubuh lemas. Kue manis, sirup tinggi gula, dan minuman bersoda sebaiknya dibatasi.

Tubuh memang membutuhkan energi cepat saat berbuka. Namun, konsumsi gula berlebihan dapat memicu rasa lapar kembali.

Saat sahur, makanan tinggi gula juga tidak ideal. Karbohidrat sederhana membuat kenyang hanya dalam waktu singkat.

Akibatnya, rasa lapar muncul lebih cepat di siang hari. Sebagai gantinya, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal. Karbohidrat kompleks melepaskan energi lebih stabil dan tahan lama.

2. Makanan Terlalu Asin dan Gurih Berlebihan

Makanan tinggi garam dapat meningkatkan rasa haus. Saat puasa, tubuh tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam.

Karena itu, konsumsi makanan asin saat sahur bisa memperparah dehidrasi. Contohnya adalah makanan instan, keripik, dan lauk olahan tinggi natrium.

Selain itu, makanan olahan sering mengandung pengawet tambahan. Zat tersebut dapat membebani kerja ginjal.

Saat berbuka, makanan asin memang terasa menggugah selera. Namun, konsumsi berlebihan tetap berisiko bagi tekanan darah.

Karena itu, batasi penggunaan garam dan penyedap buatan. Perbanyak air putih untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

 

BACA JUGA: Keutamaan Puasa Senin Kamis: Amalan Ringan, Pahala Berlipat

 

3. Makanan Berlemak dan Digoreng

Gorengan menjadi menu favorit saat berbuka. Akan tetapi, makanan berlemak memperlambat proses pencernaan.

Akibatnya, perut terasa begah dan tidak nyaman. Lemak jenuh juga dapat memicu peningkatan kolesterol.

Jika dikonsumsi rutin, risiko gangguan jantung meningkat. Saat sahur, makanan berlemak tinggi juga kurang dianjurkan.

Tubuh membutuhkan energi stabil, bukan beban pencernaan berat. Selain itu, makanan berminyak dapat memicu asam lambung naik.

Sebaiknya, pilih metode memasak seperti kukus, rebus, atau panggang. Cara ini membantu mengurangi asupan lemak berlebih.

4. Minuman Berkafein dan Bersoda

Sebagian orang tetap mengonsumsi kopi saat sahur. Padahal, kafein bersifat diuretik dan meningkatkan produksi urin.

Akibatnya, tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Minuman bersoda juga mengandung gas dan gula tinggi.

Kandungan tersebut dapat menyebabkan perut kembung. Selain itu, soda tidak membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Jika ingin minuman hangat, pilih teh herbal tanpa gula berlebih. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik saat sahur dan berbuka.

Pemilihan makanan saat puasa memengaruhi kualitas ibadah dan kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu mengatur pola makan secara bijak.

Hindari makanan tinggi gula, garam, lemak, dan kafein berlebihan. Sebaliknya, konsumsi makanan seimbang yang kaya serat dan protein. Dengan pola makan tepat, tubuh tetap bugar sepanjang Ramadan.