Merapah.com, Bandar Lampung — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung mengakui masih banyak tantangan dalam upaya meningkatkan kompetensi guru di daerah.
Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Inovasi BGTK Provinsi Lampung Tahun 2026 yang digelar di Novotel Lampung pada 13–15 April 2026.
Kepala BGTK Provinsi Lampung, Hendra Apriawan, mengatakan tantangan tersebut justru menjadi bagian dari dinamika yang harus dihadapi bersama. Menurut dia, tanpa tantangan, upaya peningkatan kualitas pendidikan akan berjalan stagnan.
BACA JUGA: BGTK Lampung Dorong Guru Melek AI, Tak Ada Lagi Alasan Gagap Teknologi
“Tantangan itu harus ada. Kalau tidak ada, semuanya akan berjalan datar. Tapi di lapangan, kadang guru bertanya kapan ada pelatihan. Namun saat pelatihan dibuka, justru ada yang ogah-ogahan. Ini menjadi PR besar bagi kita, ada apa sebenarnya,” ujar Hendra.

Selain persoalan motivasi, kendala klasik berupa keterbatasan anggaran juga masih menjadi hambatan utama. Ia menilai, perencanaan program peningkatan kompetensi sering kali terhambat karena minimnya dukungan pendanaan.
BACA JUGA: Rakor Pendidikan di Lampung: BGTK Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kompetensi Guru
“Persoalan anggaran ini sangat mendasar. Ketika ingin membuat pemetaan kompetensi atau kegiatan pelatihan, sering muncul alasan tidak ada anggaran. Lalu bagaimana program bisa berjalan kalau dananya tidak tersedia,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, BGTK Lampung mulai menggandeng kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Lampung. Mereka dinilai memiliki kapasitas keilmuan yang dapat membantu pemerintah daerah dalam merancang program peningkatan kompetensi guru yang lebih tepat sasaran.
“Kami mengundang akademisi dari universitas di Lampung, dan mereka siap membantu. Dengan keilmuan yang dimiliki, mereka bisa mendukung peningkatan kompetensi guru. Tinggal bagaimana pemerintah daerah ikut serta merencanakan dan menguatkan program tersebut,” ujarnya.
BACA JUGA: BGTK Lampung – FKIP Unila Kolaborasi Perkuat Perlindungan Guru dan Peningkatan Kompetensi
Hendra menegaskan, peningkatan kompetensi guru bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, melainkan kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan.
“Kita perlu bergandengan tangan dan merapatkan barisan, karena urusan kompetensi guru adalah urusan bersama,” kata dia.
Melalui sinergi lintas sektor ini, BGTK Lampung berharap berbagai hambatan yang selama ini mengemuka dapat diatasi secara bertahap, sehingga kualitas pendidikan di daerah dapat meningkat secara berkelanjutan.













