Merapah.com – Harga emas di Pegadaian turun serentak pada Selasa, 12 Mei 2026. Penurunan terjadi pada produk Antam, UBS, dan Galeri24.
Pegadaian mencatat harga emas Antam 1 gram berada di kisaran Rp2.918.000. Angka itu turun dibanding perdagangan sebelumnya.
Produk emas UBS juga ikut melemah. Pegadaian mematok harga UBS 1 gram sekitar Rp2.862.000.
Sementara itu, emas Galeri24 turun menjadi Rp2.814.000 per gram. Ketiga produk sama-sama bergerak di zona merah.
Penurunan harga emas langsung menarik perhatian investor ritel. Banyak pembeli mulai memantau peluang saat harga bergerak turun.
Sebagian masyarakat memilih menunda pembelian. Namun, sebagian lainnya justru memanfaatkan koreksi harga untuk menambah investasi.
BACA JUGA: Bedanya Investasi dan Menabung? Ini Penjelasan Lengkapnya
Sentimen Global Tekan Harga Emas
Pergerakan harga emas global ikut memengaruhi pasar domestik. Penguatan dolar Amerika Serikat menjadi salah satu pemicunya.
Investor global mulai mengalihkan dana ke aset berbasis dolar. Kondisi itu membuat permintaan emas perlahan menurun.
Pasar juga merespons perkembangan ekonomi internasional. Pelaku investasi mulai mengurangi pembelian aset safe haven.
Harga emas biasanya bergerak berlawanan dengan dolar AS. Ketika dolar menguat, harga emas cenderung mengalami tekanan.
Analis pasar menilai situasi global masih belum stabil. Karena itu, harga emas diperkirakan tetap bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.
Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Kebijakan suku bunga masih menjadi perhatian utama investor.
BACA JUGA: Denda Miliaran! 97 Pinjol Terbukti Kartel Bunga
Harga Emas Masih Bertahan di Level Tinggi
Meski turun, harga emas saat ini masih berada di level tinggi. Nilainya jauh lebih mahal dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Pada 2025 lalu, harga emas Antam masih berada di kisaran Rp2 juta per gram. Kini, harga emas sudah mendekati Rp3 juta.
Kenaikan harga emas terjadi secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir. Ketidakpastian ekonomi global ikut mendorong kenaikan tersebut.
Banyak masyarakat mulai melirik emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Emas dinilai lebih aman saat kondisi ekonomi bergejolak.
Selain itu, emas juga mudah diperjualbelikan. Faktor itu membuat investasi emas tetap diminati berbagai kalangan.
Harga emas yang tinggi juga menunjukkan tingginya permintaan pasar. Investor masih menilai emas sebagai aset pelindung nilai.
BACA JUGA: Tak Disangka, Siswa SMA di Lampung Sulap Sampah Jadi Cuan
Investor Diminta Tetap Cermat
Pengamat pasar memperkirakan harga emas masih bergerak dinamis. Mereka memproyeksikan harga emas berada di kisaran Rp2,75 juta hingga Rp2,9 juta.
Analis pasar meminta investor tetap cermat membaca situasi ekonomi global. Perubahan kondisi pasar dapat memicu fluktuasi harga dalam waktu cepat.
Sejumlah analis juga menyarankan investor tidak panik saat harga emas turun. Banyak investor justru memanfaatkan koreksi harga untuk membeli aset investasi.
Masyarakat perlu menyesuaikan investasi dengan kondisi keuangan masing-masing. Investor sebaiknya membeli emas secara bertahap dan terencana.
Di tengah ketidakpastian ekonomi, emas tetap menjadi pilihan favorit. Banyak investor masih menganggap emas sebagai aset perlindungan yang aman.













