Oleh : Erson Agustinus (Praktisi Ekonomi)
Biarpun bumi berguncang
Kau tetap Indonesiaku
Andaikan matahari terbit dari barat
Kau pun Indonesiaku
Tak sebilah pedang yang tajam
Dapat palingkan daku darimu.
“Indonesia, merah darahku, putih tulangku, bersatu dalam semangatmu.”
Demikianlah penggalan lirik lagu Kebyar-Kebyar yang diciptakan oleh almarhum Gomloh. Tembang itu menggambarkan bahwa persatuan dan kesatuan Indonesia kita yang dapat membuat negara kita kuat, “kebyar-kebyar pelangi jingga.”
Akibat tekanan situasi kondisi geopolitik terutama perang timur tengah, efeknya menciptakan arus tekanan terhadap ekonomi global yang memburuk. Tentu juga berimbas dengan kekuatan kemampuan ekonomi kita saat ini yang ditopang bersama melalui kekuatan ekonomi dalam negri membuat kita cukup kuat dan cukup mampu bertahan dalam gonjang ganjing ekonomi global yang tak menentu.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai 5,61% (yoy). Angka tersebut menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa penggerak utama ekonomi Indonesia pada awal 2026 berasal dari aktivitas domestik. Konsumsi rumah tangga masih menjadi fondasi terbesar dengan kontribusi 54,36% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52%, sementara konsumsi pemerintah meningkat sangat tinggi, mencapai 21,81%. Pada saat yang sama, ekspor hanya tumbuh 0,90% dan net ekspor tercatat negatif. Ekonomi kita tidak akan hancur wakaupun diterpa badai ekonomi global, karena ekonomi kita ditopang oleh domestic demand 90% dan hanya 10% asing, imbuh menteri keuangan Purbaya.
Domestic demand adalah total jumlah uang yang dibelanjakan oleh rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah untuk barang dan jasa di dalam suatu negara; mencakup konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah yang menjadi pilar utama stabilitas ekonomi nasional.
Ketika masyarakat masih bisa membeli kebutuhan pokok, menyisahkan untuk tabungan, hingga sesekali menikmati rekreasi sederhana, maka roda ekonomi masih dapat berputar dengan cukup baik. Salah satu kekuatan sebuah perekonomian sejatinya bertumpuh pada satu hal sederhana, yaitu domestic demand atau permintaan dalam negeri.













