Vaksin Ebola Jadi Senjata Utama Lawan Wabah Mematikan

Ebola Masih Jadi Ancaman Dunia

Vaksin Ebola membantu menekan penyebaran wabah mematikan di Afrika. WHO menyebut vaksin efektif melindungi kelompok berisiko tinggi dari Ebola Zaire.
Vaksin Ebola membantu menekan penyebaran wabah mematikan di Afrika. WHO menyebut vaksin efektif melindungi kelompok berisiko tinggi dari Ebola Zaire.

Merapah.com – Ebola merupakan penyakit mematikan akibat infeksi virus Ebola. Penyakit ini menyebar melalui kontak cairan tubuh penderita yang terinfeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat tingkat kematian Ebola sangat tinggi. Dalam beberapa wabah, angka kematian mencapai lebih dari 50 persen.

Virus Ebola pertama kali ditemukan di Afrika pada 1976. Sejak saat itu, sejumlah negara Afrika berulang kali menghadapi wabah besar.

Wabah terbesar terjadi di Afrika Barat pada 2014 hingga 2016. Ribuan orang meninggal akibat penyebaran virus yang sangat cepat.

Kondisi tersebut mendorong ilmuwan mempercepat pengembangan vaksin Ebola. Penelitian dilakukan untuk menekan angka kematian saat wabah terjadi.

WHO kini menjadikan vaksin sebagai bagian utama pengendalian Ebola. Langkah tersebut dipadukan dengan isolasi pasien dan pelacakan kontak.

 

BACA JUGA: Hantavirus dari Tikus: Cara Menular, Gejala, dan Pencegahannya

 

Ervebo Jadi Vaksin Ebola Utama Dunia

Vaksin Ebola pertama yang mendapat persetujuan resmi bernama Ervebo. Perusahaan farmasi Merck mengembangkan vaksin tersebut untuk melawan Ebola Zaire.

Badan Pengawas Obat Amerika Serikat atau FDA menyetujui vaksin itu pada 2019. WHO juga memakai vaksin tersebut dalam berbagai wabah Ebola.

Ervebo menggunakan satu dosis suntikan untuk membentuk kekebalan tubuh. Vaksin itu diberikan kepada kelompok dengan risiko tinggi terpapar Ebola.

Petugas kesehatan menjadi kelompok prioritas penerima vaksin Ebola. Tim laboratorium dan petugas pemulasaraan jenazah juga masuk kelompok prioritas.

Ilmuwan menggunakan teknologi rekombinan dalam vaksin tersebut. Teknologi itu memakai virus lain yang dimodifikasi membawa protein Ebola.

Vaksin tidak mengandung virus Ebola utuh yang aktif. Karena itu, vaksin tidak menyebabkan penyakit Ebola pada penerimanya.

Penelitian di Guinea menunjukkan hasil vaksin sangat efektif. Peneliti tidak menemukan kasus Ebola baru setelah vaksinasi dilakukan.

WHO menyebut vaksin membantu menekan penyebaran wabah besar di Afrika. Republik Demokratik Kongo menjadi salah satu negara pengguna vaksin terbesar.

 

BACA JUGA: Virus Nipah: Mengapa Dunia Waspada?

 

Vaksin Belum Lindungi Semua Jenis Ebola

Virus Ebola memiliki beberapa jenis berbeda di dunia. Jenis tersebut meliputi Ebola Zaire, Sudan, dan Bundibugyo.

Vaksin yang tersedia saat ini hanya efektif melawan Ebola Zaire. Penelitian vaksin untuk Sudan Ebola masih terus berlangsung.

Selain Ervebo, ilmuwan juga mengembangkan vaksin Zabdeno dan Mvabea. Perusahaan Johnson and Johnson memproduksi kedua vaksin tersebut.

Vaksin Zabdeno dan Mvabea memakai dua dosis suntikan berbeda. Namun, Uni Eropa menarik izin pemasarannya pada 2026.

Penarikan izin tersebut dilakukan karena alasan komersial perusahaan. Otoritas kesehatan menyebut keputusan itu bukan akibat masalah keamanan vaksin.

WHO menegaskan vaksin Ebola tetap aman digunakan dalam pengendalian wabah. Efek samping serius pada penerima vaksin sangat jarang terjadi.

Sebagian penerima vaksin hanya mengalami demam dan nyeri otot ringan. Keluhan tersebut biasanya hilang dalam waktu singkat.

 

BACA JUGA: Virus Oropouche: Bagaimana Menjaga Diri dari Infeksi?

 

Indonesia Tetap Waspadai Ancaman Ebola

Indonesia belum memasukkan vaksin Ebola ke program imunisasi nasional. Risiko penyebaran Ebola di Indonesia masih tergolong rendah.

Meski begitu, pemerintah tetap memperketat pengawasan pintu masuk internasional. Pemerintah juga memantau perkembangan wabah Ebola dunia secara berkala.

WHO mengingatkan dunia tetap waspada terhadap ancaman Ebola baru. Mobilitas manusia antarnegara meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular.

Para ilmuwan kini terus mengembangkan vaksin Ebola generasi baru. Penelitian dilakukan agar perlindungan vaksin semakin luas dan efektif.

Vaksin Ebola kini menjadi simbol kemajuan dunia kesehatan global. Pengembangan vaksin tersebut membantu menyelamatkan ribuan nyawa saat wabah besar terjadi.