Merapah.com, Palembang – Menghadapi disrupsi teknologi di era pariwisata 4.0, industri perhotelan di Sumatera dituntut bertransformasi dari sistem konvensional menuju ekosistem digital yang terintegrasi. Menjawab kebutuhan tersebut, Hotel Information Technology Association (HITA) resmi memperluas jangkauan organisasinya dari Bangka Belitung menjadi HITA Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Transformasi tersebut dideklarasikan dalam kegiatan bertajuk “Smart Technology, Strong Hospitality” yang berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026, di The Alts Hotel Palembang.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan hari jadi HITA yang ke-3, tetapi juga menjadi forum strategis untuk merumuskan arah pengembangan teknologi perhotelan di kawasan Sumatera Bagian Selatan.
Mengusung visi “Expanding Our Region, Strengthening Collaboration“, perluasan cakupan HITA bertujuan mendorong pemerataan infrastruktur dan pengetahuan teknologi informasi di industri perhotelan.
Selama ini, adopsi teknologi cerdas seperti sistem otomatisasi, integrasi Internet of Things (IoT), serta manajemen data berbasis Artificial Intelligence (AI) masih banyak terpusat di kota-kota metropolitan.
Melalui kolaborasi regional tersebut, HITA Sumbagsel menargetkan terciptanya ekosistem knowledge sharing antarprofesional IT perhotelan. Langkah ini diharapkan mampu membantu hotel-hotel di berbagai daerah mengadopsi teknologi yang tepat guna untuk meningkatkan efisiensi operasional pada sisi back-end, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan dan keramahtamahan pada sisi front-end.
Sebagai upaya mewujudkan visi tersebut, rangkaian kegiatan difokuskan pada pembahasan solusi teknologi bagi operasional hotel melalui dua agenda utama.
Agenda pertama adalah Tech Talk, yakni forum diskusi antara praktisi perhotelan dan pakar teknologi yang membahas berbagai tantangan di lapangan, mulai dari keamanan siber data tamu, efisiensi biaya infrastruktur IT, hingga pemanfaatan AI dalam personalisasi layanan hotel.
Sementara itu, agenda kedua berupa Product Knowledge & Technology Expo, yang menjadi sarana edukasi bagi manajemen hotel untuk bertemu langsung dengan berbagai vendor teknologi. Melalui sesi ini, pelaku industri dapat melihat komparasi sekaligus menilai kelayakan implementasi perangkat keras maupun perangkat lunak terbaru.
Melalui konsolidasi dan edukasi dalam forum tersebut, HITA Sumbagsel berharap manajemen hotel tidak lagi memandang infrastruktur teknologi informasi sebagai beban biaya semata (cost center), melainkan sebagai investasi strategis yang penting untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan daya saing industri perhotelan di masa depan.







