Selasa, Juli 7, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Berita

ADA BANKIR DI INDONESIA MELAKUKAN MEGA KORUPSI DAN DIJATUHI VONIS HUKUMAN MATI

Uswah Fatoni by Uswah Fatoni
Juli 6, 2026
in Berita, Ekonomi
ADA BANKIR DI INDONESIA MELAKUKAN MEGA KORUPSI DAN DIJATUHI VONIS HUKUMAN MATI
FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh : Erson Agustinus

Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa pernah terjadi dan tercatat dalam sejarah kelam perbankan Indonesia bahwa ada seorang pejabat tertinggi perbankan di Indonesia dinyatakan bersalah dan dijatuhi vonis hukuman mati.

Dia adalah Teuku Jusuf Muda Dalam (JMD), seorang jurnalis dan politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia dari 1963 hingga 1966. Sejarah mencatat salah satu puncak ketidakpuasan publik terjadi saat terungkapnya skandal yang melibatkan Menteri Urusan Bank Sentral, Jusuf Muda Dalam (JMD).

Related posts

Transformasi CSR: Antara Esensi dan Regulasi, Forum CSR Berkomitmen Melaksanakan CSR yang Sebenarnya

Transformasi CSR: Antara Esensi dan Regulasi, Forum CSR Berkomitmen Melaksanakan CSR yang Sebenarnya

Juli 6, 2026
Evolusi Penguasa Pasar, TDM Kenalkan Skutik Terlaris New Honda Vario Evo 160 di Lampung

Evolusi Penguasa Pasar, TDM Kenalkan Skutik Terlaris New Honda Vario Evo 160 di Lampung

Juli 6, 2026

Di tengah kondisi perekonomian nasional yang sedang mengalami krisis, JMD diketahui melakukan penyalahgunaan dana negara untuk kepentingan pribadi secara berlebihan, termasuk membiayai puluhan individu yang memiliki hubungan personal dengannya.

Jaringan Korupsi Dan Keterlibatan Banker “Teuku Jusuf Muda Dalam”

​Kasus korupsi yang menyeret nama Teuku Jusuf Muda Dalam, seorang bankir terkemuka, telah mengguncang industri keuangan dan memicu gelombang kemarahan publik. Dakwaan tersebut menyoroti jaringan kompleks dugaan praktik korupsi yang sistematis dan merusak, yang melibatkan penyalahgunaan kekuasaan dan manipulasi dana dalam skala besar.

​Penyelidikan mendalam telah mengungkap adanya transaksi mencurigakan dan aliran dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam struktur organisasi perbankan tempat Teuku Jusuf Muda Dalam menjabat sebagai salah satu pimpinan. Dugaan modus operandi yang digunakan mencakup manipulasi laporan keuangan, persetujuan kredit yang tidak didasarkan pada analisis yang memadai, serta penggunaan skema rekayasa keuangan untuk menyembunyikan sumber dana yang tidak sah.

​Saksi kunci dan bukti-bukti dokumenter yang dikumpulkan selama proses penyidikan menunjukkan adanya indikasi gratifikasi dan suap yang melibatkan Teuku Jusuf Muda Dalam dan sejumlah pihak lain, baik di dalam maupun di luar institusi perbankan.

Praktik-praktik tersebut diduga bertujuan untuk melancarkan berbagai transaksi ilegal yang menguntungkan diri sendiri maupun pihak-pihak terkait.

​Dampak dari dugaan tindakan korupsi ini tidak hanya merugikan institusi perbankan tempat Teuku Jusuf Muda Dalam bekerja, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan publik terhadap integritas sistem keuangan. Selain kerugian materiil, kasus ini juga memberikan noda hitam pada reputasi industri perbankan nasional.

​Proses hukum saat itu tengah berjalan untuk menindaklanjuti temuan penyidikan dan menegakkan keadilan. Publik menaruh harapan besar agar pihak berwenang dapat mengungkap tuntas jaringan korupsi ini dan menuntut pertanggungjawaban dari semua pihak yang terlibat, termasuk Teuku Jusuf Muda Dalam.

Dijatuhi Vonis Hukuman Mati

Setelah rangkaian sidang berlangsung, pada 8 September 1966 majelis hakim menjatuhkan vonis mati kepada JMD. Namun eksekusi itu tak pernah dilaksanakan. Pada September 1976, sebelum menghadapi regu tembak, JMD meninggal di penjara akibat tetanus. Hingga kini, dia tercatat sebagai koruptor pertama dan satu-satunya yang dijatuhi hukuman mati di Indonesia.

Penegakan hukum yang tegas dan transparan sangat krusial untuk mencegah terulangnya praktik-praktik serupa di masa depan dan memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan pada masa itu.

Tags: bankirberitaekonomiIndonesiamega korupsi
Previous Post

BULOG Lampung Perkuat Stok, Siapkan Penyaluran Bantuan Pangan Tambahan

Next Post

Evolusi Penguasa Pasar, TDM Kenalkan Skutik Terlaris New Honda Vario Evo 160 di Lampung

Next Post
Evolusi Penguasa Pasar, TDM Kenalkan Skutik Terlaris New Honda Vario Evo 160 di Lampung

Evolusi Penguasa Pasar, TDM Kenalkan Skutik Terlaris New Honda Vario Evo 160 di Lampung

Transformasi CSR: Antara Esensi dan Regulasi, Forum CSR Berkomitmen Melaksanakan CSR yang Sebenarnya

Transformasi CSR: Antara Esensi dan Regulasi, Forum CSR Berkomitmen Melaksanakan CSR yang Sebenarnya

RECOMMENDED NEWS

bisnis digital

Bisnis Digital: Pengertian dan Jenis-Jenisnya di Era Teknologi

12 bulan ago
Gen Z! Hadapi Digitalisasi dengan Beberapa Keterampilan Ini

Gen Z! Hadapi Digitalisasi dengan Beberapa Keterampilan Ini

2 tahun ago
Pupuk cair organik infarm

Mau Berkebun Cabai Merah? Gunakan Pupuk Organik Ini

2 tahun ago
BANKIR TAKUT MEMUTUS DAN MENCAIRKAN KREDIT, BISA BERDAMPAK PERTUMBUHAN EKONOMI MELAMBAT

BANKIR TAKUT MEMUTUS DAN MENCAIRKAN KREDIT, BISA BERDAMPAK PERTUMBUHAN EKONOMI MELAMBAT

2 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Market Stories Mitra Bentala National Exam olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    459 shares
    Share 184 Tweet 115
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    420 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Transformasi CSR: Antara Esensi dan Regulasi, Forum CSR Berkomitmen Melaksanakan CSR yang Sebenarnya
  • Evolusi Penguasa Pasar, TDM Kenalkan Skutik Terlaris New Honda Vario Evo 160 di Lampung
  • ADA BANKIR DI INDONESIA MELAKUKAN MEGA KORUPSI DAN DIJATUHI VONIS HUKUMAN MATI

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com