Minggu, Juli 26, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Berita

Perbankan Sulit Mendapat Aplikasi KPR Baru Non Subsidi Perumahan Menengah-Bawah

Uswah Fatoni by Uswah Fatoni
Juli 26, 2026
in Berita, Ekonomi
Perbankan Sulit Mendapat Aplikasi KPR Baru Non Subsidi Perumahan Menengah-Bawah
FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh : Erson Agustinus (Praktisi Properti/Pengamat Perbankan) 

Diketahui bahwa suku bunga acuan atau BI Rate dalam 2 bulan terakhir telah mengalami fluktuasi kenaikan sebanyak 3 kali hingga mencapai 100 Basis Poin (BPS) hingga menyentuh angka 5,75%.

Akan tetapi pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21–22 Juli 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility 4,75%, dan suku bunga Lending Facility, mengapa demikian adanya dikarnakan BI masih harus terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, namun tetap mempertimbangkan tingkat inflasi dan dampak melemahnya daya beli masyarakat.

Related posts

GM For A Day 2026 Sukses Digelar, 43 Anak Pimpin Operasional Hotel Selama Sehari

GM For A Day 2026 Sukses Digelar, 43 Anak Pimpin Operasional Hotel Selama Sehari

Juli 26, 2026
Jarwo Songha Jadi Narasumber Safari Pelatihan Mendongeng Keliling Jawa

Jarwo Songha Jadi Narasumber Safari Pelatihan Mendongeng Keliling Jawa

Juli 25, 2026

Salah satu sektor yang berdampak adalah perumahan yaitu dengan penurunan daya beli perumahan, khususnya perumahan menengah yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga kredit, lonjakan harga material bangunan, serta lambatnya pertumbuhan pendapatan di tengah ketidakpastian ekonomi. Kondisi ini membuat masyarakat kelas menengah memilih menahan uang tunai dan menunda pembelian rumah. Kondisi ini memaksa Masyarakat menengah-bawah lebih mengutamakan dana darurat untuk kebutuhan pokok daripada investasi jangka panjang.

Penjualan properti perumahan kelas menengah-kebawah anjlok, penjualan rumah tipe kecil dan menengah mengalami penurunan tajam pada semester pertama tahun 2026. Memang untuk pasar perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) madih tetap stabil dengan adanya program perumahan pemerintah, dan untuk pasar properti perumahan kelas mewah atau kelas atas masih relatif baik karena pembeli dari kalangan pengusaha kelas atas masih memiliki cadangan dana stabil.

APLIKASI KPR BARU PERUMAHAN MENENGAH SULIT DIDAPAT

Perbankan saat ini mengalami kesulitan dan tantangan besar dalam mendapatkan aplikasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) non-subsidi perumahan menengah-bawah baru akibat kombinasi kenaikan BI Rate dan melemahnya daya beli masyarakat.Pertumbuhan sektor KPR komersial mengalami perlambatan tajam hingga pertengahan 2026 karena kehilangan momentum pertumbuhan. Kenaikan berturut-turut suku bunga acuan serta tekanan ekonomi pada kelas menengah menjadi penyebab utamanya.

Bunga Kredit KPR Komersial Melambung; berbeda dengan KPR subsidi yang bunganya dikunci oleh pemerintah, lini KPR non-subsidi langsung terdampak kenaikan suku bunga acuan. Hal ini memaksa bank menaikkan suku bunga komersial, membuat cicilan baru menjadi jauh lebih mahal.

Masyarakat Menunda Pembelian; calon debitur memilih melakukan wait and see atau menghitung ulang kemampuan finansial mereka. Angsuran yang tinggi di awal (skema fixed) maupun ketakutan akan lonjakan bunga floating membuat minat mengajukan KPR baru menurun drastis.

Pengetatan Kriteria Kredit (Screening); perbankan menjadi jauh lebih hati-hati (prudent) dalam meloloskan aplikasi baru demi mencegah kenaikan rasio kredit macet (Non-Performing Loan/NPL). Banyak aplikasi ditolak karena rasio utang calon nasabah melampaui batas aman akibat porsi pendapatan yang tergerus inflasi kebutuhan pokok.

Dampak Nyata pada Industri Perbankan & Properti

Perlambatan Pertumbuhan Kredit; laporan dari bank fokus urama penyaluran kredit perumahan seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat bahwa laju KPR komersial tumbuh sangat moderat dan terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pergeseran Porsi Pembiayaan; data industri menunjukkan porsi pembelian rumah menggunakan KPR komersial menyusut. Konsumen beralih mencari hunian dengan harga lebih murah atau memanfaatkan program cicilan langsung ke pengembang (cash bertahap) tanpa lewat bank.

Strategi Perang Promo; demi memikat sisa pasar yang ada, bank terpaksa memotong margin keuntungan dengan menawarkan promo bunga fixed jangka panjang (misalnya fixed 3 hingga 5 tahun) untuk meminimalkan ketakutan nasabah terhadap suku bunga mengambang (floating).

Tags: beritaberita ekonomierson agustinuskprkreditPerbankanperumahan
Previous Post

GM For A Day 2026 Sukses Digelar, 43 Anak Pimpin Operasional Hotel Selama Sehari

RECOMMENDED NEWS

Yusnadi – Anggota DPRD Fraksi PKS Lampung

Singkong Murah, Petani Lampung Kian Terjepit Aturan Pabrik

10 bulan ago
Mind mapping

Manfaat Membuat Mind Map untuk Memahami Materi

1 tahun ago
festival teater indonesia

Teater Kurusetra Unila Melaju ke Festival Teater Indonesia 2025

8 bulan ago
Komunitas Arunika

Komunitas Arunika Adakan Volunteer di Busa Pustaka Pulau Pasaran

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bali United Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung Budget Travel cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    463 shares
    Share 185 Tweet 116
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    423 shares
    Share 169 Tweet 106
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    419 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    415 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    413 shares
    Share 165 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Perbankan Sulit Mendapat Aplikasi KPR Baru Non Subsidi Perumahan Menengah-Bawah
  • GM For A Day 2026 Sukses Digelar, 43 Anak Pimpin Operasional Hotel Selama Sehari
  • Jarwo Songha Jadi Narasumber Safari Pelatihan Mendongeng Keliling Jawa

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com