LAMPUNG TENGAH, Merapah.com — Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan di Lampung Tengah diajak memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui Festival Desa Lestari yang digelar di Desa Sendang Mukti, Kecamatan Sendang Agung.
Kegiatan yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus interaksi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar dan berbatasan langsung dengan kawasan hutan.
Di Lampung Tengah, Festival Desa Lestari diselenggarakan Preferred by Nature bersama UPTD KPH Way-Waya melalui program Sustainable Agriculture for Forest Ecosystem (SAFE).

Program SAFE didanai bersama oleh Uni Eropa, Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), serta Kementerian Luar Negeri Belanda. Implementasinya di Indonesia dilaksanakan GIZ bekerja sama dengan Bappenas.
Festival ini mengangkat isu lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari pelatihan pengelolaan lingkungan, pelatihan kerajinan motif alam (ecoprint), edukasi lingkungan bagi siswa sekolah dasar, lomba menggambar poster bertema lingkungan, lomba mewarnai, hingga pameran dan permainan edukatif.

Masyarakat juga mendapat informasi mengenai Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT) melalui pameran poster hasil studi.
Edukasi tersebut memperkenalkan pentingnya menjaga kawasan yang memiliki nilai penting bagi keanekaragaman hayati, ekosistem, maupun kehidupan masyarakat.
Tidak hanya menjadi ruang edukasi, festival juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menampilkan potensi dan kreativitas desa.
Sejumlah makanan ringan hasil olahan Kelompok Wanita Tani (KWT) turut disajikan di area pameran. Keterlibatan perempuan, anak-anak, kelompok tani, dan masyarakat umum diharapkan dapat memperluas kesadaran serta partisipasi dalam menjaga lingkungan.
Salah satu peserta pelatihan yang merupakan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin.
“Harapannya agenda seperti ini bisa berlangsung setiap tahun, karena warga jadi merasakan adanya perhatian dari luar untuk hutan yang berada di daerah mereka,” ujarnya.
Berlanjut ke Desa Lain
Festival Desa Lestari tidak hanya digelar di Sendang Mukti. Rangkaian kegiatan selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Desa Sendang Retno pada 18–20 Agustus 2026.
Festival juga akan hadir di Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, pada 26 Agustus 2026.
Sementara di Kecamatan Sendang Agung, kegiatan kembali digelar di Desa Sendang Agung pada 1–3 September 2026.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Festival Desa Lestari diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga hutan dan lingkungan.
Keterlibatan masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan dinilai penting agar upaya menjaga hutan yang tersisa di Lampung dapat dilakukan secara bersama dan berkelanjutan.








