Merapah.com, BANDAR LAMPUNG — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) digelar di Hotel Grand Mercure, Bandar Lampung, Minggu (23/8/2026).
Rakernas tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kebangkitan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta dari 34 provinsi di Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. yang membuka kegiatan menegaskan adanya arah baru dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Ia menyampaikan program lulusan perguruan tinggi untuk langsung bekerja atau melanjutkan pendidikan ke luar negeri hingga 300 ribu orang akan menjadi daya tarik bagi PTS.
“Program lulusan perguruan tinggi langsung ke luar negeri sampai 300 ribu orang akan menjadi daya tarik besar bagi PTS,” tegasnya.
Prof. Brian juga menekankan pentingnya sertifikasi keahlian sebagai syarat mutlak bagi lulusan perguruan tinggi.

“Biaya pendidikan memang lebih tinggi, tapi kami akan melibatkan perbankan untuk membantu pembiayaan melalui asuransi pendidikan yang ringan bagi calon mahasiswa,” ujarnya.
Ia turut memberikan apresiasi kepada APTISI atas kontribusinya terhadap pendidikan tinggi di Indonesia.
“Alhamdulillah semua dimulai oleh APTISI. Saya akan mengimbau kepala daerah untuk bekerjasama membantu lulusan PTS. Selamat Rakernas, terima kasih atas pengabdian dan kontribusinya,” ucapnya.
Regulasi Harus Berpihak kepada PTS
Anggota Komisi X DPR RI Prof. Dr. Furtasan Ali, S.E., S.Kom., M.M. yang hadir dalam Rakernas I APTISI mengatakan pihaknya akan berjuang membantu PTS di seluruh Indonesia.
Salah satu upaya yang dilakukan melalui pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Menurut Ketua Bidang Kajian Kebijakan Pemerintah APTISI tersebut, regulasi pendidikan nasional harus memberikan keberpihakan kepada perguruan tinggi swasta.
“PTS tidak boleh terus dipandang sebagai pelengkap. Dengan adanya BPOPTS, kita ingin ada kepastian regulasi dan dukungan yang setara dengan PTN,” ujarnya.
Furtasan Ali juga menekankan agar UU Sisdiknas memberikan ruang afirmasi bagi PTS.
“Lebih dari 60 persen mahasiswa Indonesia ada di PTS. Jadi UU Sisdiknas harus benar-benar menguntungkan PTS, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
APTISI Dorong Kampus Berdampak
Ketua APTISI Pusat Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si. menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lulusan.
“Sinergi kampus dan lulusan akan mewujudkan kampus berdampak menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Ia juga mengumumkan langkah strategis APTISI dengan mendirikan sekolah kepemimpinan perguruan tinggi.
“Kami akan mendirikan sekolah kepemimpinan perguruan tinggi, sebagai wadah mencetak pemimpin akademik yang visioner,” ujar Prof. Budi.
Ketua Organizing Committee (OC) sekaligus Ketua APTISI Lampung Dr. Ir. Firmansyah Y.A. Alfian, MBA., M.Sc. menyampaikan harapan besar dari pelaksanaan Rakernas I APTISI di Lampung.
“Lampung menjadi tuan rumah Rakernas 1, semoga ini titik awal kebangkitan PTS di Indonesia,” katanya.
Firmansyah juga menekankan pentingnya persatuan PTS untuk mendorong kemajuan pendidikan tinggi swasta.
“Kalau kita mau maju syaratnya harus bersatu, karena lebih dari 4.000 PTS dengan mahasiswa terbanyak dari PTN. Pemerintah wajib memberi perhatian cukup bagi PTS,” ujarnya.
Soroti Swasembada dan Peran Perguruan Tinggi
Menko Bidang Pangan Dr. (HC) Zulkifli Hasan, SE., M.M. dalam kesempatan tersebut menyoroti perjuangan pemerintah dalam mewujudkan swasembada.
“160 juta petani di Indonesia harus terhormat dan kita harus berpihak pada mereka. Tidak boleh ada tawar menawar,” tegas Zulhas.
Ia juga memaparkan capaian pemerintah dalam penyederhanaan regulasi sektor pangan.
“Selama 22 bulan saya selesaikan 35 regulasi, 145 aturan menjadi 3. Dampaknya pupuk terserap 9,5 juta ton, naik 58 persen dari tahun sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, S.Sos., M.Sc. menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pengembangan sektor pariwisata.
“Semua potensi pariwisata tidak ada artinya jika tidak ada peran perguruan tinggi untuk meningkatkan SDM dalam pengelolaan wisata,” katanya.
Zita juga mengapresiasi kekompakan APTISI dalam memperjuangkan kepentingan PTS.
“Mengurus PTS tidaklah mudah, tapi karena adanya APTISI yang kompak akan membantu semua kegiatan. Mohon ini disampaikan ke Presiden, agar perhatian terhadap PTS semakin besar,” ujarnya.
Rakernas I APTISI tersebut turut dihadiri Anggota Komisi X DPR RI lainnya, Rycko Menoza, Sekdaprov Lampung Dr. Marindo Kurniawan, sejumlah pimpinan perguruan tinggi, serta sekitar 500 peserta dari 34 provinsi di Indonesia.
Pelaksanaan Rakernas I APTISI di Lampung diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan PTS, mendorong regulasi yang lebih berpihak, serta memperbesar kontribusi perguruan tinggi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.








