Bandar Lampung, Merapah.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengeluarkan peringatan dini prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Lampung pada Senin, 4 Mei 2026, dengan potensi hujan yang terjadi hampir sepanjang hari di berbagai daerah.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Hardianto, menjelaskan bahwa potensi hujan di Lampung hari ini cukup merata dengan intensitas yang bervariasi.
“Pada pagi hari hujan berpotensi terjadi di Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Metro, Bandar Lampung, dan Pesawaran. Kemudian siang hingga sore hari berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Lampung,” ujar Rudi dalam keterangannya.
Ia menambahkan, pada malam hari hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Mesuji, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pringsewu, Pesawaran, Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Tanggamus.
“Sedangkan dini hari umumnya cerah berawan hingga berawan, namun masih ada potensi hujan di Lampung Utara, Lampung Selatan, Bandar Lampung, dan Tanggamus,” lanjutnya.
Rudi menjelaskan suhu udara di Lampung secara umum berkisar antara 22 hingga 33 derajat Celsius. Untuk wilayah Lampung bagian barat, suhu berkisar antara 20 hingga 30 derajat Celsius. Kelembapan udara berada di kisaran 60 hingga 100 persen, dengan arah angin dari timur hingga selatan dengan kecepatan 4 hingga 15 knot atau setara 6 hingga 28 kilometer per jam.
Lebih lanjut, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
“Perlu diwaspadai pada siang hingga sore hari di wilayah Lampung Barat, Pesisir Barat, Pesawaran, Tanggamus, Pringsewu, Bandar Lampung, Lampung Tengah, Lampung Utara, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat. Serta pada malam hari di wilayah Tanggamus, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Barat, Lampung Utara, dan Way Kanan,” tegasnya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti banjir genangan, pohon tumbang, dan gangguan aktivitas harian. Ia juga mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.













