Bandar Lampung, Merapah.com — Isu lingkungan kini tak lagi sekadar pelengkap dalam industri properti. Realestat Indonesia (REI) justru menjadikannya sebagai strategi dan arah baru pembangunan hunian, yang ditegaskan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 di Lampung pada 5–7 Mei 2026.
Alih-alih hanya fokus pada pembangunan fisik rumah, REI mulai menggeser pendekatan ke konsep kawasan yang menyatu dengan alam.
Salah satu langkah konkretnya adalah menggagas gerakan penanaman satu juta pohon di berbagai wilayah Indonesia.
Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Vegetasi dan Lanskap, Djoko Handoko Halim Santoso, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
Menurutnya, ini merupakan bagian dari perubahan paradigma dalam industri properti yang mulai menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi utama.
“Kita tidak bisa lagi membangun tanpa memikirkan dampak lingkungan. Karena itu, penanaman pohon menjadi bagian dari komitmen jangka panjang,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Sebagai penanda dimulainya gerakan tersebut, REI akan meresmikan Monumen Penanaman Pohon di Lampung.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan aksi tanam pohon secara langsung serta dukungan fasilitas air bersih untuk kawasan persemaian.
Lebih jauh, REI mengembangkan pendekatan baru yang disebut Repong Estate Initiative, terinspirasi dari kearifan lokal masyarakat Lampung dalam mengelola hutan produktif.
Konsep ini tidak lagi menanam pohon secara terpisah, melainkan membangun ekosistem hijau terpadu di dalam kawasan perumahan.
Dalam implementasinya, ruang terbuka hijau (RTH) akan dioptimalkan menjadi hutan mini dengan kepadatan tinggi. Dalam luasan sekitar 200 meter, pengembang dapat menanam hingga 500 pohon dari berbagai jenis untuk menciptakan keanekaragaman hayati yang lebih seimbang.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding pola sebelumnya, yakni satu rumah dua pohon, yang telah diterapkan REI di sejumlah daerah seperti Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur.
Djoko menyebut, konsep repong memiliki kemiripan dengan metode hutan mini ala Jepang, namun Indonesia memiliki keunggulan tersendiri. Iklim tropis memungkinkan proses penghijauan dilakukan sepanjang tahun tanpa kendala musim.
Dengan strategi ini, REI berharap dapat mendorong lahirnya model pembangunan perumahan yang tidak hanya layak huni, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan lingkungan secara berkelanjutan.
Gerakan sejuta pohon pun diproyeksikan menjadi titik awal transformasi industri properti nasional menuju konsep yang lebih hijau dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.











