Merapah.com, Bandar Lampung — Forum Sharing Praktisi Sales digelar di Rosa Hostel, Bandar Lampung, Selasa, 5 Mei 2026 dengan mengangkat tema “Optimalkan LinkedIn untuk Closing”. Kegiatan ini diselenggarakan Komisi Lampung dan diikuti belasan peserta dari berbagai perusahaan.
Hadir sebagai pemateri, Praktisi Sales sekaligus Trainer Performa Sales, Heri Pujianto, yang telah berpengalaman selama 33 tahun di bidang penjualan. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam membangun relasi di LinkedIn sebelum menawarkan produk.
BACA JUGA: Catat Transaksi Rp2,3 Miliar, Emersia Wedding Expo 11 Jadi Magnet Pasar Pernikahan
“Setiap bertemu orang, jangan langsung mempromosikan produk. Bangun dulu relasi dan kedekatan. Ketika sudah nyaman, baru arahkan ke masalah yang dihadapi, lalu tawarkan solusi melalui produk kita,” ujarnya.
Heri menjelaskan, banyak pengguna LinkedIn yang gagal karena tidak memiliki strategi dan hanya bersifat menunggu.

Padahal, platform tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari prospek secara aktif dan profesional.
Ia memperkenalkan konsep A1, A2, dan A3 sebagai tahapan dalam mengoptimalkan LinkedIn untuk closing. Pada tahap A1 (Attach), pengguna diminta memperbaiki profil agar lebih menarik dan profesional, mulai dari foto, banner, headline, hingga bagian about.
BACA JUGA: Diskon hingga 50% : Sogo Branded Store Hadirkan Promo Lebaran 2026 dan Banyak Hadiah!
“Profil itu sangat penting. Orang akan melihat foto, nama, headline, hingga ringkasan tentang kita. Pastikan semua itu jelas, menarik, dan menunjukkan bahwa kita bisa memberikan solusi,” jelasnya.
Menurutnya, bagian about sebaiknya tidak hanya berisi jabatan, melainkan menjelaskan siapa yang ingin dibantu, produk apa yang ditawarkan, dan bagaimana cara membantu mereka.
Setelah profil optimal, lanjut ke tahap A2 (Approach), yakni membangun komunikasi dengan koneksi. Heri menekankan pentingnya membuka percakapan yang berfokus pada kebutuhan lawan bicara, bukan langsung menawarkan produk.
“Bangun obrolan, tukar pikiran, dan pahami apa yang mereka butuhkan. Jangan langsung bicara tentang produk kita,” katanya.
BACA JUGA: Deteksi Kanker Paru Diperkuat AI, PT Sinergi dan YKI Gelar Seminar Ilmiah di Lampung
Tahap terakhir adalah A3 (Closing), yaitu mengarahkan percakapan secara natural menuju penawaran produk sebagai solusi atas masalah yang dihadapi calon klien.
Selain itu, Heri juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam membuat konten di LinkedIn. Ia menyarankan peserta untuk rutin melakukan posting dengan tema yang berbeda setiap hari guna membangun positioning diri sebagai profesional di bidangnya.
“Di LinkedIn itu bukan soal mencari like, tapi bagaimana kita membangun positioning. Tidak perlu banyak, yang penting konsisten,” tegasnya.
Melalui forum ini, peserta diharapkan mampu memanfaatkan LinkedIn secara lebih strategis untuk memperluas jaringan, membangun kepercayaan, hingga meningkatkan peluang closing dalam aktivitas penjualan.











