Bandar Lampung, Merapah.com — Persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Real Estat Indonesia (REI) telah mencapai hampir 90 persen. Panitia HUT REI nasional kini tinggal mematangkan detail teknis bersama event organizer (EO), panitia HUT REI nasional, dan seluruh kru yang terlibat.
Ketua Panitia Penyelenggara HUT ke-54 REI, Joko Santoso, mengatakan tema yang diusung tahun ini adalah “Membangun Kebersamaan dan Solidaritas REI Menuju Bangkitnya Industri Properti.”
Tema tersebut dipilih untuk menjawab kondisi yang tengah dihadapi, khususnya dalam sektor properti dan dinamika lingkungan.
“Tema ini kami pilih untuk menyesuaikan kondisi yang saat ini terjadi. Dibutuhkan kebersamaan dan solidaritas agar industri properti bisa terus tumbuh. Kepercayaan harus menjadi pondasi, dan soliditas menjadi energi untuk bersinergi,” ujar Joko Santoso dalam konferensi pers di Kinar Resto, Sukadanaham, Bandar Lampung, Senin, 4 Mei 2026.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HUT REI akan dimulai dengan agenda “Ngopi Pay” bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal di Mahan Agung, Selasa sore, 5 Mei 2026.

Selain itu, pada pagi harinya, Rabu, 6 Mei 2026, akan digelar kegiatan bakti sosial bersama Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.
Tidak hanya itu, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan yang melibatkan pelaku usaha dan masyarakat, termasuk agenda yang mengangkat potensi UMKM Lampung. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk reuni, kontemplasi, hingga fun game yang bertujuan mempererat kebersamaan antar peserta.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami ingin membangun rasa kebersamaan dan soliditas untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada,” jelasnya.
Pada 7 Mei 2026, panitia juga menyiapkan agenda paralel berupa kegiatan olahraga golf yang melibatkan para peserta.
Gagas Forum Bisnis
Selain itu, akan digelar forum bisnis sebagai salah satu terobosan dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendorong pertumbuhan sektor properti dan investasi di daerah.
Joko menambahkan, forum bisnis tersebut diharapkan menjadi wadah strategis bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan, meningkatkan kepercayaan, serta menciptakan peluang kolaborasi baru.
“Forum bisnis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem properti di Lampung agar semakin berkembang dan berdaya saing,” tandasnya.













