Merapah.com, Lampung Barat – Fenomena hujan es terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Minggu (1/11/2026) sore. Butiran es berukuran sekitar 2 sentimeter dilaporkan turun bersamaan dengan hujan deras dan mengejutkan warga setempat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah wilayah yang dilaporkan mengalami hujan es di antaranya Pekon Wates, Pekon Sebarus, dan Way Empulau Ulu.
Salah seorang warga, Ahmad, mengatakan hujan awalnya turun seperti biasa. Namun, beberapa saat kemudian, butiran es mulai terlihat berjatuhan bersama air hujan.
Menurutnya, ukuran butiran es yang turun diperkirakan mencapai 2 sentimeter. Fenomena tersebut membuat warga terkejut karena hujan es relatif jarang terjadi di wilayah itu.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti durasi hujan es maupun luas wilayah yang terdampak. Belum ada pula laporan mengenai kerusakan rumah, kendaraan, tanaman, atau dampak material lainnya akibat kejadian tersebut.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca
Di tengah kejadian tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca pada Minggu (1/11/2026) pukul 16.00 WIB.
BMKG memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang mulai pukul 16.10 WIB.
Khusus di Kabupaten Lampung Barat, wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut meliputi Kecamatan Balik Bukit, Batu Brak, Sukau, dan Lumbok Seminung. Peringatan dini berlaku hingga pukul 19.00 WIB.
Peringatan tersebut merupakan informasi potensi cuaca ekstrem dan tidak secara khusus menyatakan bahwa hujan es akan terjadi di seluruh wilayah yang disebutkan.
Hujan Es Pernah Terjadi di Lampung Barat
Fenomena hujan es bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Lampung Barat. Kejadian serupa pernah dilaporkan melanda Kecamatan Balik Bukit pada 29 September 2025.
Saat itu, hujan es disertai angin kencang dan petir menyebabkan sejumlah dampak, termasuk kerusakan bangunan, pohon tumbang, gangguan listrik, serta genangan di beberapa titik.
Peristiwa yang kembali terjadi pada November 2026 ini menjadi perhatian warga, mengingat hujan es merupakan fenomena cuaca yang relatif jarang dijumpai dalam aktivitas sehari-hari.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Ketika hujan deras disertai angin kencang dan petir terjadi, warga sebaiknya berlindung di bangunan yang kokoh serta menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat benda yang berpotensi roboh.







