Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Uncategorized

Menagih “Ruh” Kemanusiaan dalam Manajemen Berbasis Sekolah di Era Digital

Putri S by Putri S
Mei 12, 2026
in Uncategorized
Menagih “Ruh” Kemanusiaan dalam Manajemen Berbasis Sekolah di Era Digital
FacebookWhatsappTelegramTwitter

Mouriska Pratiwi | Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan, Universitas Pamulang

Seorang siswa SMP di Surabaya baru-baru ini viral di media sosial karena menangis di depan kelas bukan karena dihukum guru, melainkan karena ia dipaksa tampil dalam mata pelajaran yang sama sekali bukan dunianya. Kejadian kecil itu menampar kita dengan pertanyaan besar: sudahkah sekolah, dengan segala kewenangan otonominya lewat Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), benar-benar hadir untuk setiap siswa yang unik?

Related posts

Harga emas Antam pada Kamis, 4 Juni 2026, masih bertahan di level Rp2,774 juta per gram. Meski pasar global mengalami tekanan, harga emas domestik tetap berada pada level tinggi.

Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Bertahan, Simak Pergerakan Terbarunya

Juni 4, 2026
PT BHM dan PT Adora Marsada Group resmi bekerja sama mengelola BATIQA Hotel Adora Lampung yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 di Natar, Lampung Selatan.

BATIQA Bangun Hotel Baru di Natar, Bidik Penumpang Bandara dan Wisatawan Modern

Juni 3, 2026

 

BACA JUGA: 600 Tanaman Melon Hidroponik di Green House SPP Lampung, Jadi Media Belajar hingga Peluang Komersial

 

MBS: Bukan Sekadar Angka di Dasbor

MBS hadir dengan janji yang mulia , yaitu memberikan sekolah keleluasaan untuk merancang ekosistem belajar yang bermakna. Namun dua dekade setelah implementasinya di Indonesia, kita perlu bertanya jujur: apakah otonomi itu benar-benar digunakan untuk memanusiakan siswa, atau justru sekadar memindahkan beban birokrasi dari pusat ke sekolah? Di era digital ini, pertanyaan itu makin mendesak. Sekolah-sekolah kita hari ini tampak seperti laboratorium besar yang dipenuhi aplikasi dan dasbor data sibuk memastikan indikator administratif terpenuhi di layar gawai, hingga lupa menanyakan:
di mana posisi siswa sebagai manusia dalam tumpukan data itu?

 

BACA JUGA: Rakor Pendidikan di Lampung: BGTK Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

 

Kurikulum untuk Siapa?

Bayangkan duduk enam jam sehari mempelajari sesuatu yang sama sekali tidak terasa milikmu. Bukan karena kamu bodoh, bukan karena kamu malas tapi karena sejak awal, kurikulum itu memang tidak dirancang untuk melihatmu. PISA 2022 hanya mengkonfirmasi apa yang sudah lama dirasakan jutaan siswa: motivasi belajar terus merosot, karena apa yang mereka pelajari di kelas terasa asing dari kehidupan yang mereka jalani setiap hari. MBS memberi ruang untuk mengubah ini tapi ruang yang ada seringkali dibiarkan kosong, sementara sekolah tetap berjalan dalam logika lama: satu metode, satu standar, satu definisi pintar.

Krisis yang Tidak Terlihat di Dasbor

Seorang siswa yang tidak pernah dipanggil namanya dengan benar oleh guru, yang karyanya tidak pernah dipajang di dinding kelas, yang bakatnya tidak pernah dianggap siswa itu bukan kandidat berprestasi. Ia adalah kandidat yang paling rentan diperundung. Data KPAI mencatat ribuan kasus perundungan setiap tahun di sekolah-sekolah yang secara administratif sudah menerapkan MBS. Artinya, sertifikat otonomi tidak otomatis menciptakan sekolah yang aman. Dan di era digital, perundungan tidak lagi berhenti di gerbang sekolah ia berlanjut di grup WhatsApp dan komentar media sosial, di ruang-ruang yang tidak terlihat oleh guru manapun.

 

BACA JUGA: Isu Raja Charles III Masuk Islam Viral, Ini Kronologinya

 

Teknologi Seharusnya Membebaskan, Bukan Membelenggu

Kita tidak bisa menolak digitalisasi tapi kita bisa mengendalikan arahnya. Teknologi seharusnya digunakan untuk memangkas birokrasi, bukan menambahnya, sehingga guru punya lebih banyak waktu untuk mendengarkan, membimbing, dan menginspirasi. Tugas-tugas yang tidak akan pernah bisa digantikan algoritma manapun. Di sinilah pentingnya budaya knowledge sharing di antara guru: ketika mereka tidak lagi bekerja dalam sekat-sekat administratif dan mulai saling berbagi cara menyentuh hati siswa di kelas digital, itulah saat MBS mulai menunjukkan tujuan aslinya.

Beberapa sekolah negeri di Yogyakarta sudah membuktikannya. Mereka mengembangkan program minat-bakat fleksibel di luar jam pelajaran siswa bisa mengeksplorasi seni digital, koding, pertanian organik, hingga kewirausahaan sesuai passion mereka. Hasilnya bukan hanya siswa yang lebih bersemangat, tapi juga penurunan kasus perundungan yang nyata. Ketika setiap siswa menemukan ruang untuk bersinar dengan caranya sendiri, hierarki sosial yang jadi ladang subur perundungan perlahan runtuh. Kuncinya: kepala sekolah yang berani menggunakan otonomi MBS bukan untuk efisiensi administratif semata, melainkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang sungguh-sungguh berpusat pada siswa.

 

BACA JUGA: Trik Ampuh Lulus CPNS 2026, Persiapan yang Harus Kamu Tahu

 

Otonomi yang Harus Ditagih

MBS bukan sekadar desentralisasi manajemen. ia adalah undangan bagi sekolah untuk menjadi komunitas belajar yang hidup dan manusiawi. Jika otonomi itu hanya berakhir di rapat komite dan laporan digital, kita sedang menyia-nyiakan kesempatan emas. Siswa bukan objek yang perlu diseragamkan dan dimasukkan ke dalam dasbor. Mereka adalah manusia yang perlu dirayakan keunikannya dan itu bukan kemewahan

Tentang Penulis

Mouriska Pratiwi adalah mahasiswa Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan, Universitas Pamulang. Tulisan opini ini disusun sebagai bagian dari tugas akademik pada mata kuliah Manajemen Berbasis Sekolah dan Networking Pendidikan yang diampu oleh Dr. Herdi Wisman Jaya, S.Pd., M.H. Opini ini merupakan refleksi akademik atas implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Indonesia, ditulis sebagai kontribusi pemikiran terhadap isu pendidikan yang berkembang di masyarakat.

Tags: Mouriska PratiwipendidikanUniversitas Pamulang
Previous Post

Netflix Hadirkan Clips, Fitur Video Pendek Mirip TikTok

Next Post

RJ Coffee Buka Cabang Kedua di Natar, Andalkan Kopi Gula Aren dan Pistachio Series

Next Post
RJ Coffee Buka Cabang Kedua di Natar, Andalkan Kopi Gula Aren dan Pistachio Series

RJ Coffee Buka Cabang Kedua di Natar, Andalkan Kopi Gula Aren dan Pistachio Series

hujan dengan intensitas tinggi

BMKG Lampung Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Wilayah

IIB Darmajaya Dorong Desa Wisata Minang Rua Go Digital

IIB Darmajaya Dorong Desa Wisata Minang Rua Go Digital

Ara Ajak REI Bangun 10 Kota Baru, Salah Satunya Bernama Kota REI

Menteri Ara Ultimatum REI Tertibkan Anggota yang Rugikan Konsumen

Jarwo Songha Pentas Dongeng dalam Gelaran Say WaWay Kota Metro 2026

Jarwo Songha Pentas Dongeng dalam Gelaran Say WaWay Kota Metro 2026

RECOMMENDED NEWS

Vario 125 Street tampil sporty dengan setang naked dan fitur modern. Skutik ini irit, stylish, dan cocok untuk anak muda aktif.

Vario 125 Street 2026: Gaya Sporty, Fitur Makin Canggih!

3 bulan ago
BMKG Lampung, cuaca

Prakiraan Cuaca Lampung, Rabu 22 April 2026

2 bulan ago
Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

2 tahun ago
Manfaat susu kambing

Susu Kambing Disebut Lebih Sehat, Ini Faktanya

4 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Market Stories Mitra Bentala National Exam olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Gagap Gempita Piala Dunia
  • Harga Emas Hari Ini 13 Juni 2026: Ini Daftarnya
  • BI RATE NAIK 25 BASIS POIN MENJADI 5,50% BERDAMPAK TERHADAP KREDIT PERBANKAN

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com