Minggu, Juli 12, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Entertainment

Cerpen: Mimpi dari Ujung Papua

Mimpi yang Tumbuh dari Tanah yang Tak Terlihat Dunia

Putri S by Putri S
April 3, 2025
in Entertainment
Cerpen: Mimpi dari Ujung Papua
FacebookWhatsappTelegramTwitter

Di Kampung Kurumkim yang terpencil, jauh dari kota, hiduplah seorang anak bernama Sani Ngep bersama kedua kakaknya. Penduduk kampung ini sedikit, namun mereka hidup berdampingan dengan penuh kebersamaan. Aku akan mewujudkan mimpi dari ujung Papua.

Sejak kecil, Sani memiliki mimpi besar: melanjutkan pendidikan hingga ke luar Papua. Mimpi itu selalu ia genggam erat meskipun hidup penuh tantangan, terutama setelah ibunya meninggal dunia akibat penyakit misterius yang tak terdiagnosis.

Related posts

AFTERMYSKIN Buka Peluang Penghasilan dari Rumah, Ratusan Warga Lampung Antusias Ikuti Bootcamp Affiliate

AFTERMYSKIN Buka Peluang Penghasilan dari Rumah, Ratusan Warga Lampung Antusias Ikuti Bootcamp Affiliate

Juni 8, 2026
Aftermyskin Gelar Gathering dan Bootcamp Affiliate di Bandar Lampung, Hadirkan Atta Halilintar

Aftermyskin Gelar Gathering dan Bootcamp Affiliate di Bandar Lampung, Hadirkan Atta Halilintar

Juni 7, 2026

Kedua kakaknya, yang penuh kasih sayang, berperan sebagai orang tua bagi Sani. Mereka merawat dan mendukungnya sepenuh hati. Berkat perhatian mereka, Sani tumbuh menjadi anak yang ceria dan penuh semangat, meskipun hidup sederhana.

Sani memulai pendidikannya di SD Inpres Iwur, sekolah kecil di kampungnya. Namun, letak kampung yang terpencil menyebabkan banyak guru kesulitan mengajar dengan konsisten. Beberapa bahkan berhenti karena jauhnya perjalanan.

Meski demikian, Sani tetap tekun menimba ilmu, walaupun harus berjalan jauh setiap hari.
Ketika duduk di kelas lima, Sani bersahabat dengan seorang gadis bernama Ferona. Persahabatan mereka sangat erat hingga tanpa disadari, perasaan berbeda mulai tumbuh di hati masing-masing. Namun, rasa malu dan takut merusak persahabatan membuat mereka memilih memendam perasaan itu.

Saat Sani naik ke kelas enam, ia mulai memikirkan masa depan dengan serius. Dukungan kakaknya yang penuh kasih, terutama kakaknya yang perempuan, menjadi penyemangatnya. Meskipun keterbatasan finansial menjadi hambatan, Sani bertekad melanjutkan pendidikan sejauh mungkin.

Ia tahu bahwa di kampungnya, hanya sedikit anak yang mampu melanjutkan pendidikan setelah SMP, apalagi ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, Sani percaya bahwa ia bisa menjadi pengecualian.

Beasiswa Misterius

Pada suatu sore di bulan Juli, kabar mengejutkan datang. Setelah pulang dari ladang bersama kakaknya, mereka sedang beristirahat saat paman mereka yang tinggal di kota datang dengan kabar penting.

Paman itu menginformasikan bahwa Sani mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Bali!
Kabar ini mengejutkan seluruh kampung.

Belum pernah ada siswa dari Kampung Kurumkim yang mendapat kesempatan seperti itu. Beasiswa tersebut bahkan dijuluki “beasiswa misterius” karena asal-usulnya yang tidak jelas, seolah datang sebagai jawaban doa dari langit.

Perasaan bahagia dan berat bercampur dalam hati Sani. Ia merasa bersyukur atas kesempatan ini, namun tak bisa melupakan teman-teman dan Ferona.

Dalam hatinya, ia berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Dengan dukungan penuh dari kakaknya, Sani akhirnya memutuskan untuk berangkat.

Memulai Petualangan dari Ujung Papua

Hari keberangkatan Sani tiba dengan suasana haru. Ia meninggalkan kampung halamannya, kakak-kakaknya, dan Ferona, gadis yang diam-diam telah mengisi hatinya. Kepergiannya berlangsung mendadak, tanpa sempat berpamitan kepada banyak orang. Ketika kabar ini sampai ke telinga Ferona, ia merasa sangat terpukul dan kehilangan.

Hari-hari berlalu, tetapi rasa sedih Ferona tak kunjung mereda. Ia menjadi lebih pendiam dan menutup diri. Beberapa tahun kemudian, orang tua Ferona memutuskan untuk menjodohkannya dengan seorang pria dari kampung tetangga.

Meski hatinya masih terikat pada kenangan bersama Sani, Ferona menerima keputusan itu dengan berat hati, menyembunyikan perasaan terdalamnya.

Di Bali, Sani menghadapi berbagai tantangan dalam pendidikannya. Ia selalu merindukan kampung halamannya, kakaknya, dan Ferona. Kenangan masa kecil mereka menjadi penyemangat di saat-saat sulit. Dalam hatinya, Sani bertekad untuk kembali suatu hari nanti dan mengabdi pada kampung tercintanya.

Namun, waktu terus berjalan, dan takdir membawa Sani dan Ferona ke jalan yang berbeda. Meski terpisah oleh jarak dan keadaan, kenangan indah masa kecil tetap hidup dalam hati mereka, seperti bintang yang jauh namun selalu bersinar terang.

Tags: cerpenpapuasani ngep
Previous Post

Kecerdasan Buatan (AI) Ubah Cara Berpikir Remaja

Next Post

Cerpen: Selipkan Rindu di Setiap Mimpi

Next Post
Cerpen: Selipkan Rindu di Setiap Mimpi

Cerpen: Selipkan Rindu di Setiap Mimpi

ritual od biha ukmbs

Ritual of Biha: Hidupkan Tradisi dan Budaya Lampung

Jalan sehat muhammadiyah

Semarak Milad Muhammadiyah di Ambarawa: Jalan Sehat Hingga Periksa Kesehatan Gratis

Scoopy

New Honda Scoopy Dilaunching: Tampilannya Keren Abis!

hujan

Waspada Hujan dan Angin Kencang di Akhir Pekan

RECOMMENDED NEWS

Tubaba Festival 2025 Hadir Meriahkan Kemerdekaan dengan Food, Fashion, and Festival

Tubaba Festival 2025 Hadir Meriahkan Kemerdekaan dengan Food, Fashion, and Festival

11 bulan ago
Konferensi Pers (Merapah.com)

Hari Pertama Pemutihan Pajak, Samsat Bandar Lampung Ramai Warga

1 tahun ago
SPPG Latih 2.000 Penjamah Makanan Guna Dukung Konsumsi Sehat.

SPPG Latih 2.000 Penjamah Makanan Guna Dukung Konsumsi Sehat

1 tahun ago
prakiraan Cuaca

BMKG Lampung: Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung Budget Travel cerpen Chopper Bike Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    460 shares
    Share 184 Tweet 115
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    419 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Peran Strategis Arsitek Lanskap: Menyatukan Manusia dan Alam untuk Kota Berkelanjutan dan Berkemanusiaan
  • Perbedaan Urban Planning, Arsitektur, dan Arsitektur Lanskap
  • DPD PI Lampung Gelar PI Expo Run 5K, Start dari Transmart dan Undi Satu Unit Rumah

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com