KENDAL, Merapah.com – Universitas Selamat Sri (UNISS) Kendal, Jawa Tengah, mengawali semester gasal tahun akademik 2026/2027 dengan menggelar kuliah umum sekaligus penyambutan mahasiswa baru, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UNISS Kendal sejak pukul 07.00 WIB tersebut mengangkat tema “Transformasi Mindset Kewirausahaan: Literasi Bisnis, Leadership, dan Inovasi untuk Generasi Unggul 2045”.
Kuliah umum diikuti mahasiswa baru dan mahasiswa aktif UNISS. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai pentingnya kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, literasi bisnis, serta inovasi dalam menghadapi perubahan.
Praktisi digital business sekaligus CEO-Owner Mandala Digital Indonesia, Galih Mandala Putra, S.Sn., M.Ds., CDM., hadir sebagai pemateri utama. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai peluang untuk menciptakan karya dan solusi.
Materi disampaikan secara interaktif dengan mengaitkan perkembangan teknologi dan dunia bisnis dengan tantangan yang akan dihadapi generasi muda. Sesi pemaparan kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNISS Kendal, Luth, M.I.P., mengatakan kuliah umum tersebut menjadi bagian dari upaya universitas membangun fondasi akademik sekaligus karakter mahasiswa sejak awal perkuliahan.
Menurutnya, pola pikir kewirausahaan tidak sebatas kemampuan menjalankan bisnis. Lebih dari itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan berinovasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.
“Mindset kewirausahaan bukan hanya tentang berbisnis, tetapi juga tentang kemampuan untuk terus berinovasi dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Dosen Ilmu Komunikasi UNISS, Rosy F. Daud, M.I.Kom., turut menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.
Ia menyebut mahasiswa memiliki peran penting dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan, termasuk menuju target Indonesia Emas 2045.
“Generasi ini adalah arsitek Indonesia tahun 2045. Melalui bekal literasi bisnis dan leadership yang kuat, kami yakin mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menciptakan perubahan positif di masyarakat,” katanya.
Kegiatan yang diselenggarakan panitia yang terdiri atas mahasiswa BEM UNISS dan sejumlah dosen tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda penyambutan mahasiswa baru.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa didorong mulai mengenali potensi diri, memahami perubahan dunia kerja dan bisnis, serta membangun kemampuan kepemimpinan dan inovasi sejak berada di bangku kuliah.







