Bandar Lampung Merapah.com — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung akan menggelar aksi solidaritas bersama petani singkong dan Organisasi Kepemudaan Cipayung Plus pada Senin, 5 Mei 2025.
Aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib petani singkong yang saat ini menghadapi berbagai persoalan serius di sektor pertanian, khususnya di Provinsi Lampung.
Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Bandar Lampung, Eriksen Rian Putra, menegaskan bahwa HMI tidak akan tinggal diam melihat ketimpangan yang terjadi. Ia menyebutkan, kondisi para petani yang miris merupakan bukti nyata dari kurangnya perhatian pemerintah, terutama Pemerintah Provinsi Lampung.
“Situasi yang dialami para petani singkong hari ini menunjukkan ketidakpedulian pemerintah terhadap masyarakat kecil. Pemerintah seharusnya memberikan perhatian lebih, karena tanpa petani, perekonomian Lampung bisa lumpuh total,” ujar Eriksen saat diwawancarai media, Jumat (3/5/2025).
Eriksen juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mendampingi para petani melalui program yang konkret dan melibatkan para ahli di bidang pertanian.
“Sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama pendapatan daerah. Pemerintah harus mewujudkan komitmennya terhadap sektor ini, bukan sekadar omong kosong,” tegasnya.
Menurutnya, upaya perbaikan sektor pertanian tidak bisa tertunda. Pemerintah perlu segera menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada petani dan menyediakan pendampingan teknis yang berkelanjutan. Jika tidak ada solusi nyata, Erik menegaskan bahwa HMI Cabang Bandar Lampung akan terus berada di garis depan perjuangan bersama rakyat.
Sebagai bentuk komitmen, HMI kota ini telah menginstruksikan seluruh kadernya untuk turun ke jalan dan bergabung dalam aksi bersama petani serta aktivis dari OKP Cipayung Plus.
HMI Cabang Bandar Lampung Bela Hak Petani Singkong
Aksi ini tidak hanya sebagai bentuk protes. HMI Bandar Lampung tegas berada di posisi membela hak petani singkong. Organisasi ini juga sebagai bagian dari tujuan HMI untuk membentuk insan akademis yang bertanggung jawab terhadap persoalan masyarakat.
Solidaritas terhadap petani menjadi langkah nyata HMI dalam memperjuangkan keadilan dan keberpihakan terhadap masyarakat bawah.
Melalui gerakan ini, HMI berharap Pemerintah Provinsi Lampung membuka ruang dialog. Kemudian, segera merumuskan langkah-langkah strategis guna menyelamatkan sektor pertanian dari krisis yang berkepanjangan.













