Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Berita

87,74 Juta Pekerja Sektor Informal Mayoritas MBR Yang Masih Sulit Memperoleh KPR Bersubsidi

Uswah Fatoni by Uswah Fatoni
Oktober 20, 2026
in Berita, Ekonomi
87,74 Juta Pekerja Sektor Informal Mayoritas MBR Yang Masih Sulit Memperoleh KPR Bersubsidi
FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh : Erson Agustinus (Pengamat Perbankan & Praktisi Residensial)

Merapah.com – Tercatat jumlah penduduk yang bekerja sekitar 148,2 juta orang di Indonesia. Sekitar 59,42% dari total pekerja tersebut bekerja di sektor informal.

Related posts

Gardu Listrik Mobile di Tikungan Jalan, Fasilitas Umum atau Ancaman Keselamatan?

Gardu Listrik Mobile di Tikungan Jalan, Fasilitas Umum atau Ancaman Keselamatan?

Oktober 20, 2026
PENYALURAN FLPP 2026 BERSTRATEGI SHOWCASE/CANVASSING MENDEKATI PENGHUJUNG TAHUN?!

PENYALURAN FLPP 2026 BERSTRATEGI SHOWCASE/CANVASSING MENDEKATI PENGHUJUNG TAHUN?!

Oktober 18, 2026

Jumlah Pekerja sektor informal sebesar 87,74 juta orang di Indonesia, lebih dari 70% di antaranya dikategorikan sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) atau rentan karena tidak mempunyai perlindungan kerja tetap serta tidak terakses finansial formal (unbankable).

Realitas Pekerja Sektor Informal Seharusnya Prioritas Penyaluran KPR Bersubsidi

Pernyataan bahwa pekerja sektor informal merupakan sasaran yang sangat tepat untuk program KPR Bersubsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sangat berdasar secara sosiologis dan ekonomis. Mengingat sebagian besar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Indonesia menggantungkan hidupnya pada sektor informal (seperti pedagang, pengemudi ojek online, pekerja seni, buruh harian lepas, hingga pelaku UMKM), kelompok inilah yang paling membutuhkan intervensi kepemilikan rumah bersubsidi dari pemerintah.

​Namun, di balik ketepatan sasaran tersebut, terdapat paradoks klasik di sektor perbankan dan pembiayaan perumahan.

Mengapa Sektor Informal adalah Sasaran Utama?

•​Volume Populasi pekerja sektor informal Terbesar; Mayoritas angkatan kerja di Indonesia berada di sektor informal yang tidak memiliki slip gaji tetap setiap bulan.

•​Kebutuhan Mendesak (Backlog Perumahan); Sebagian besar pekerja informal tinggal di hunian sewa atau menumpang karena sulit mengakses pembiayaan konvensional akibat ketiadaan dokumen formal perbankan.

•​Tepat Sasaran; Skema KPR Subsidi FLPP dengan bunga rendah (tetap 5%) dan tenor panjang sangat meringankan cash flow harian pekerja informal yang fluktuatif.

Kendala Utama di Lapangan (Gap antara Kebutuhan dan Regulasi)

Meskipun mereka adalah sasaran ideal, penyaluran KPR FLPP ke sektor informal sering kali menghadapi hambatan struktural:

1. Aspek Bankability dan Dokumentasi Keuangan: Bank penyalur KPR (terutama bank pelat merah) diwajibkan mematuhi prinsip kehati-hatian (prudent banking). Pekerja informal umumnya tidak memiliki slip gaji formal, SPT PPh, atau mutasi rekening koran yang stabil selama 3–6 bulan berturut-turut.

2. ​Sistem Penilaian Kredit (Credit Scoring): Sistem penilaian risiko perbankan tradisional kesulitan mengukur real income (pendapatan riil) pekerja informal. Sering kali, pendapatan harian mereka cukup besar, namun secara administratif tercatat minim atau tidak terdeteksi sistem.

3. ​Fluktuasi Pendapatan: Sektor informal rentan terhadap guncangan ekonomi eksternal, yang membuat bank kerap mengategorikannya ke dalam profil risiko (risk profile) yang lebih tinggi dibanding pegawai negeri atau karyawan tetap swasta.

Namun hingga pertengahan tahun 2026 (per Mei 2026), realisasi penyerapan KPR FLPP untuk segmen pekerja informal mencapai 18,4% dari total penyaluran, walaupun memang sudah diatas target penyaluran pemerintah disektor ini yaitu 15%.

Pekerja sektor informal adalah benteng utama perekonomian rakyat, namun ironis justru sering kali menjadi kelompok yang paling sulit mengakses pembiayaan perumahan formal (bankable).

Harapan kedepan hendaklah pemerintah membuat regulasi yang berfihak bagi para pekerja sektor informal untuk bisa mengakses KPR subsidi, serta meningkatkan lagi prosentase target di sektor ini lebih dari 15%, pun terhadap bank agar lebih fleksible dan tidak kaku terhadap aturan dan syarat-syarat (bankable).

Tags: kprMBRrumah subsidi
Previous Post

PENYALURAN FLPP 2026 BERSTRATEGI SHOWCASE/CANVASSING MENDEKATI PENGHUJUNG TAHUN?!

Next Post

Gardu Listrik Mobile di Tikungan Jalan, Fasilitas Umum atau Ancaman Keselamatan?

Next Post
Gardu Listrik Mobile di Tikungan Jalan, Fasilitas Umum atau Ancaman Keselamatan?

Gardu Listrik Mobile di Tikungan Jalan, Fasilitas Umum atau Ancaman Keselamatan?

RECOMMENDED NEWS

Dari Lampung untuk Indonesia, RSUDAM dan KKI Gelar Webinar Nasional P2KB, Diikuti 6.275 Peserta

Dari Lampung untuk Indonesia, RSUDAM dan KKI Gelar Webinar Nasional P2KB, Diikuti 6.275 Peserta

2 bulan ago
Harry Hardianto Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Friandi Indrawan sebagai Ketua BPD PHRI Lampung Periode 2026–2031

Harry Hardianto Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Friandi Indrawan sebagai Ketua BPD PHRI Lampung Periode 2026–2031

4 bulan ago
BMKG memprakirakan cuaca Lampung pada Selasa, 9 Juni 2026, didominasi cerah hingga cerah berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pada pagi, sore, malam, dan dini hari.

Cuaca Lampung Hari: Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

4 bulan ago
Harga emas Antam dan buyback kompak turun pada Kamis, 11 Juni 2026. Emas 1 gram kini dibanderol Rp2.713.000, sementara buyback berada di Rp2.487.000 per gram.

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Buyback Anjlok Rp40 Ribu

4 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung berita pendidikan Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia inspirasi Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif Pelindo pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    469 shares
    Share 188 Tweet 117
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    428 shares
    Share 171 Tweet 107
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    415 shares
    Share 166 Tweet 104
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Gardu Listrik Mobile di Tikungan Jalan, Fasilitas Umum atau Ancaman Keselamatan?
  • 87,74 Juta Pekerja Sektor Informal Mayoritas MBR Yang Masih Sulit Memperoleh KPR Bersubsidi
  • PENYALURAN FLPP 2026 BERSTRATEGI SHOWCASE/CANVASSING MENDEKATI PENGHUJUNG TAHUN?!

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com