Sepakbola, Merapah.com – Persebaya Surabaya tampil dominan dan menaklukkan Arema FC dengan skor 4-0. Laga ini berlangsung dalam kompetisi BRI Super League 2025/2026 pada 28 April 2026.
Kemenangan ini langsung mencuri perhatian karena selisih gol yang mencolok. Selain itu, hasil ini mempertegas performa impresif Persebaya dalam laga penting.
Atmosfer Panas di Stadion Netral
Pertandingan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta dan langsung menghadirkan tensi tinggi sejak awal laga. Kedua tim menjaga intensitas duel tetap panas meski bermain di venue netral.
Sejak peluit awal, kedua tim langsung bermain terbuka dan agresif. Situasi ini membuat pertandingan berjalan cepat dan penuh tekanan.
BACA JUGA: Inggris Pastikan Melau ke Final Usai Kalahkan Belanda
Babak Kedua Jadi Titik Balik
Pada awal laga, Arema FC tampil lebih menekan dan mencoba menguasai permainan. Namun, Persebaya bertahan disiplin dan mematahkan setiap peluang lawan.
Memasuki babak kedua, Persebaya langsung mengubah pendekatan permainan mereka. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan mulai menekan balik pertahanan Arema.
Gol pembuka mengubah arah pertandingan secara signifikan. Setelah itu, Persebaya terus menambah gol hingga menciptakan jarak yang sulit dikejar.
Rivera mencetak gol ketiga pada menit ke-82 melalui peluang matang. Selanjutnya, Mikael Alfredo Tata menutup pesta gol dengan gol keempat.
Susunan Pemain Kedua Tim
Arema FC menurunkan Julian Schwarzer sebagai penjaga gawang utama. Tim ini mengisi lini belakang dengan Bagas Adi Nugroho, Sergio Silva, dan Achmad Figo.
Arema kemudian mengandalkan Evan Dimas, Jayus Hariono, dan Charles Lokolingoy di sektor tengah. Di lini depan, mereka memasang Dedik Setiawan, Gustavo Almeida, dan Dendi Santoso untuk menekan lawan.
Sementara itu, Persebaya Surabaya memainkan Ernando Ari sebagai penjaga gawang utama. Mereka memperkuat lini pertahanan dengan Rizky Ridho, Dusan Stevanovic, dan Reva Adi Utama.
Persebaya lalu mengisi lini tengah dengan Ze Valente, Song Ui-young, dan Sho Yamamoto. Untuk lini serang, mereka mengandalkan Bruno Moreira, Paulo Victor, dan Malik Risaldi sebagai ujung tombak.
Susunan ini menunjukkan keseimbangan antara pengalaman dan energi muda dari kedua tim. Namun, efektivitas Persebaya dalam eksekusi menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini.
BACA JUGA: China Siapkan Dua Stadion Hadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026
Efektivitas Jadi Pembeda
Persebaya menunjukkan efektivitas tinggi dalam memanfaatkan peluang yang mereka dapatkan. Setiap serangan mereka terlihat lebih terarah dan berbahaya.
Sebaliknya, Arema gagal mengonversi dominasi awal menjadi gol. Kondisi ini membuat mereka kehilangan momentum seiring berjalannya pertandingan.
Hasil ini memberi dorongan moral besar bagi Persebaya ke depan. Sementara itu, Arema perlu segera berbenah untuk memperbaiki performa tim.













