Merapah.com — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diperkirakan mengalami penurunan tipis pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026. Logam mulia ini berada di kisaran Rp2.745.000 per gram, melanjutkan tren koreksi dalam beberapa hari terakhir.
Penurunan ini menjadi perhatian investor, terutama mereka yang memanfaatkan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) di tengah dinamika ekonomi global.
Tren Harga Melemah dalam Dua Hari Terakhir
Harga emas Antam menunjukkan tren penurunan sejak Kamis (28/5/2026). Pada hari sebelumnya, harga emas tercatat berada di level Rp2.754.000 per gram, sehingga terjadi koreksi sekitar Rp9.000 per gram.
Selain itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga berada di kisaran Rp2.557.000 per gram. Kondisi ini mencerminkan adanya tekanan jual di pasar emas domestik.
Pelaku pasar menilai pergerakan ini masih dalam batas wajar sebagai bagian dari fluktuasi harian harga komoditas.
Faktor Global Tekan Harga Emas
Sejumlah faktor global turut memengaruhi penurunan harga emas. Salah satu yang paling dominan adalah penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Selain itu, aksi ambil untung (profit taking) oleh investor jangka pendek juga ikut menekan harga. Ketika harga emas sempat berada di level tinggi, sebagian investor memilih menjual untuk mengamankan keuntungan.
Analis memperkirakan tekanan ini masih bisa berlanjut dalam waktu dekat, bahkan harga emas berpotensi turun hingga mendekati Rp2,72 juta per gram jika sentimen global belum berubah.
Harga Perhiasan Ikut Menyesuaikan
Penurunan harga emas batangan turut berdampak pada harga emas perhiasan di pasaran. Untuk kadar 24 karat, harga berada di kisaran Rp2,2 juta per gram, sementara 22 karat sekitar Rp1,96 juta per gram.
Harga perhiasan umumnya lebih rendah dibanding emas batangan karena mengandung campuran logam lain serta biaya produksi dan desain.
Meski demikian, permintaan emas perhiasan di dalam negeri relatif stabil, terutama menjelang momen-momen tertentu seperti perayaan keagamaan dan musim hajatan.
Prospek Jangka Panjang Masih Positif
Meski mengalami koreksi dalam jangka pendek, emas masih dianggap sebagai instrumen investasi yang aman dalam jangka panjang. Ketidakpastian ekonomi global, inflasi, serta kondisi geopolitik tetap menjadi faktor yang berpotensi mendorong kenaikan harga emas di masa mendatang.
Investor disarankan tetap mencermati pergerakan pasar dan mempertimbangkan strategi investasi sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.













