Pesawaran, Merapah.com — Hamparan jagung yang menguning membentang luas di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Sabtu, 30 Mei 2026. Di tengah cuaca cerah pagi itu, ribuan petani berkumpul di bawah tenda merah yang berdiri di tengah areal pertanian, menandai dimulainya Panen Raya Jagung Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) 2026.
Suasana meriah langsung terasa ketika Ketua Umum GNTI, Rokhmin Dahuri, turun ke lahan dan mengoperasikan sendiri mesin combine harvester untuk memanen jagung. Dengan didampingi sejumlah tokoh nasional dan daerah, Rokhmin mengemudikan alat panen modern tersebut menyusuri hamparan tanaman jagung yang telah siap dipetik hasilnya.
BACA JUGA: 600 Tanaman Melon Hidroponik di Green House SPP Lampung, Jadi Media Belajar hingga Peluang Komersial
Momen itu menjadi perhatian para petani yang memenuhi lokasi kegiatan. Mereka menyaksikan langsung bagaimana teknologi pertanian modern digunakan untuk mempercepat proses panen sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.

Panen raya yang mengusung tema “Untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Rakyat” itu dihadiri berbagai tokoh penting. Tampak hadir Anggota Komisi V DPR RI Mukhlis Basri, Anggota Komisi IV DPR RI I Ketut Suwendra, Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti, serta Bupati Pesawaran Nanda Indira.
Selain itu, hadir pula Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung Palgunadi, Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran Aria Guna, Bendahara DPD PDI Perjuangan Lampung Kostiana, anggota DPRD Provinsi Lampung Andi Robi, anggota DPRD Lampung Yanuar Irawan, serta tokoh masyarakat Desa Sinar Jati, Gunawan.
BACA JUGA: Lampung Jadi Basis Bioetanol Nasional, Proyek Rp2,5 Triliun Siap Dibangun
Hampir seribu petani dari berbagai wilayah memadati lokasi kegiatan. Mereka datang tidak hanya untuk mengikuti panen raya, tetapi juga mendengarkan berbagai gagasan mengenai penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Dalam sambutannya, Rokhmin Dahuri menegaskan komitmen GNTI untuk terus mendukung peningkatan produktivitas petani, khususnya petani jagung dan berbagai komoditas pertanian lainnya. Menurutnya, pemanfaatan teknologi modern menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani.
“GNTI akan terus mendorong implementasi teknologi pertanian modern agar produktivitas meningkat dan petani memperoleh hasil yang lebih maksimal,” ujarnya.
BACA JUGA: Viral! Inovasi Ketua RT Jakarta Timur Dilirik TV China
Ia menilai Indonesia memiliki potensi sumber daya pertanian yang sangat besar. Karena itu, kolaborasi antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar sektor pertanian mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Di tengah suara mesin panen yang bekerja dan hamparan jagung yang perlahan dipanen, kegiatan tersebut menjadi simbol optimisme baru bagi para petani. Panen raya bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi penegasan bahwa modernisasi pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani harus berjalan beriringan untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.













