Oleh : Asyil Aripatriansah
Rasanya hampir tidak ada bidang kehidupan yang tidak berkaitan dengan ekonomi. Mungkin karena ekonomi adalah hal yang sangat mendasar. Kebutuhan primer, sekunder, dan tersier manusia dipengaruhi oleh bidang ini. “Ada uang, ada barang” kata seorang kawan, sehingga terjadilah transaksi ekonomi di pasar (tempat jual beli).
Lalu apa hubungannya ekonomi dengan olahraga, khususnya piala dunia? Olahraga adalah salah satu lahan bisnis yang menjanjikan dan berkelanjutan. Segala hal yang berkenaan dengan olahraga membutuhkan uang.
Piala Dunia sebagai ajang turnamen sepakbola empat tahunan, menghadirkan manusia dari berbagai penjuru dunia untuk datang langsung ke negara penyelenggara. Tujuannya hanya sekadar untuk menyaksikan langsung pertandingan demi pertandingan, memberikan dukungan moral kepada tim nasional (timnas).
Dukungan sangatlah dibutuhkan untuk menjaga semangat timnas bertanding (apalagi kalau sampai kalah). Berapa harga yang harus dibayar untuk menonton pertandingan? Untuk pendukung timnas diberikan harga khusus sebesar 60 Dolar Amerika Serikat untuk setiap pertandingan (dari babak grup sampai final). Harga umum untuk penonton bervariasi, tergantung dari stadion, pertandingan yang akan digelar, hingga posisi tempat duduk. Mulai dari seratusan sampai ribuan dolar amerika, kalau kata pihak penjual, “ada harga, ada rupa”.
Dukungan langsung di tempat pertandingan membutuhkan moda transportasi yang dengan cepat mengantarkan dari satu negara ke negara lainnya. Transportasi udara antar negara menjadi pilihan utama. Bayangkan, berapa maskapai yang terlibat dalam pengantaran pendukung timnas? Naik pesawat tentunya membutuhkan tiket (dengan beragam kelas) yang harganya tidak murah. Beda maskapai, beda harga, sesuai dengan negara asal dan negara tujuan. Butuh uang belasan sampai puluhan juta rupiah (dalam kurs negara kita saat ini).
Selain transportasi antar negara, para pendukung juga membutuhkan transportasi darat berupa bus, taksi, dan kereta untuk perpindahan dalam maupun antar kota. Tempat-tempat yang dituju bukan hanya stadion, namun juga hotel, restoran/kafe, tempat wisata, pelabuhan (darat, laut, udara) dan berbagai tempat menarik lainnya yang biasanya dipromosikan oleh pemerintah kota setempat. Biaya transportasi lokal maupun antar kota per harinya juga patut diperhitungkan, puluhan dolar amerika.
Penginapan juga tak kalah penting, sebagai tempat istirahat para pemain, pelatih, dan tim manajemen serta pendukung dari berbagai negara. Penginapan di negara tuan rumah sangat beragam, dilihat dari jenis, ukuran ruangan, fasilitas, dan lokasi, yang membuat harganya berbeda-beda. Harga yang ditawarkan ada yang sangat murah hingga yang harganya selangit. Mulai dari puluhan sampai ratusan dolar amerika per malamnya. Satu hal yang perlu diingat, harga penginapan dan tiket pesawat mengikuti hukum permintaan dan penawaran (supply and demand). Artinya, fluktuasi harga sangat mungkin terjadi.
Kebutuhan utama manusia yakni makan dan minum, sehingga untuk menanggulangi kelaparan datanglah ke tempat usaha yang memproduksinya. Sama seperti penginapan, faktor-faktor yang tertera di atas juga memengaruhi harganya. Produknya pun beragam, jenis makanan dari seluruh dunia tersedia, bahkan untuk pendukung dari negara mayoritas muslim, makanan dan minuman halal sudah banyak dan tersebar di berbagai kota. Sama seperti transportasi lokal, untuk pemadam kelaparan, dibutuhkan uang puluhan dolar amerika per harinya.
Kebutuhan utama para pendukung olahraga sepakbola seperti pangan, transportasi, dan penginapan bahkan pariwisata merupakan bisnis yang menjanjikan dan berkelanjutan. Pokoknya cuan alias keuntungan bagi pengusaha. Pemerintah kota setempat pun terkena dampak positif, pendapatan kota pun bertambah dari pajak yang dipungut untuk setiap transaksi.
Bayangkan berapa nilai perputaran uang yang didapat dari seluruh transaksi (offline maupun online). Sebelum berangkat, pengurusan paspor dan visa Amerika pun membutuhkan uang. Perjalanan juga membutuhkan asuransi internasional supaya memberikan rasa aman dan nyaman. Beralih sejenak ke dalam negeri, ada tulisan dengan huruf kapital di salah satu museum di Malang, Jawa Timur, “Alat Transportasi yang Utama adalah Uang”.
Selain itu, para UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) atau yang dalam Bahasa Inggris disebut sebagai MSME’s (Micro, Small, and Medium Enterprises) pun kebanjiran pundi-pundi berupa hasil penjualan cinderamata, pakaian olahraga, ragam kuliner di pinggir jalan dan lainnya. Akhirnya kesejahteraan para pengusaha dari mikro sampai besar meningkat. Sehingga, perhelatan piala dunia memberikan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian suatu negara.
Apakah setiap penyelenggaraan piala dunia ataupun turnamen olahraga lainnya memberikan dampak positif? Jawabannya tergantung dari negara penyelenggara, kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan politik, sistem keamanan terhadap pendatang dan lainnya, akan berdampak terhadap pendapatan tuan rumah. Bagaimana pendukung negara lain mau membelanjakan uangnya, kenyamanan saja tidak diperoleh, seperti yang terjadi pada penyelenggaraan piala dunia kali ini.









