Pesawaran, Merapah.com – Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat.
Kali ini, Tim Pengabdian Masyarakat Hibah Bima UMPRI menggelar pendampingan stimulasi kognitif berbasis gamifikasi bagi kader, pendamping, dan lansia di Balai Desa Kuto Arjo, Kabupaten Pesawaran, Jumat (24/7/2026).
Program tersebut dipimpin oleh Gunawan Irianto, M.Kep., Sp.Kep.Kom., Ph.D, bersama anggota tim Fuadah Fahrudiana, M.Kep., dan Priliana Ayu Minarni, M.Kom. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader dan pendamping lansia dalam melakukan stimulasi kognitif secara mandiri sebagai upaya pencegahan penurunan fungsi otak atau demensia.
Sebanyak 10 kader lansia Desa Kuto Arjo, para pendamping, serta lansia yang memiliki risiko demensia berdasarkan hasil skrining awal menggunakan metode Mini-Cog dengan skor 2 atau kurang mengikuti kegiatan tersebut.
Berbeda dengan metode konvensional, tim UMPRI menerapkan pendekatan berbasis gamifikasi atau permainan interaktif sehingga proses stimulasi kognitif berlangsung lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan tidak menimbulkan tekanan bagi para lansia.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UMPRI, Gunawan Irianto, mengatakan pendekatan tersebut dipilih karena mampu meningkatkan partisipasi lansia sekaligus menjaga suasana belajar yang lebih positif.
“Tujuan utama kami adalah menciptakan kemandirian bagi kader dan pendamping lansia agar mampu mendampingi lansia yang berisiko mengalami demensia secara berkelanjutan. Melalui metode gamifikasi, proses stimulasi menjadi lebih ceria sehingga fungsi kognitif lansia dapat terus terjaga,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Kuto Arjo. Kepala Desa Kuto Arjo, Suprastiyo, menyampaikan bahwa program tersebut sangat bermanfaat karena menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental dan kognitif lansia.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kehadiran Tim Pengabmas UMPRI di desa kami. Program ini sangat menyentuh kebutuhan riil masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan perhatian lebih terhadap kesehatan mental dan fungsi kognitifnya,” kata Suprastiyo.
Dukungan juga diberikan Ketua Bina Kesehatan Lansia Desa Kuto Arjo, Eni Suprastiyo, yang mengoordinasikan para kader selama pelaksanaan kegiatan sehingga seluruh rangkaian pendampingan berjalan dengan baik.
Hasil evaluasi setelah pelatihan menunjukkan para kader memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam melakukan stimulasi kognitif. Mereka juga memahami bahwa kepikunan atau demensia bukan semata-mata bagian normal dari proses penuaan, tetapi dapat dicegah dan diperlambat melalui intervensi yang dilakukan secara rutin.
Melalui Program Hibah Bima Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026, UMPRI berharap pendampingan ini mampu menciptakan kader-kader yang mandiri sehingga upaya pencegahan demensia di tingkat desa dapat terus berlanjut. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata UMPRI dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dan memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di Provinsi Lampung.







