BANDAR LAMPUNG, Merapah.com – Memiliki rumah bagi sebagian masyarakat masih menjadi impian yang sulit diwujudkan. Harga rumah, kemampuan membayar cicilan, hingga biaya mengisi perabot menjadi sejumlah pertimbangan sebelum seseorang memutuskan membeli hunian.
Kondisi itu coba dijawab melalui REI-BRI Property Expo 2026 yang digelar di Atrium Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandar Lampung, 7–13 September 2026.
Puluhan pengembang anggota DPD Realestat Indonesia (REI) Lampung hadir menawarkan berbagai pilihan hunian kepada masyarakat, termasuk rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Namun, pameran ini tidak hanya menawarkan rumah. BRI juga membawa sejumlah skema pembiayaan dan program pendukung yang ditujukan untuk membuat masyarakat lebih mudah mewujudkan kepemilikan hunian.
Regional CEO BRI Regional Office V, Andreas Chandra Santoso, mengatakan masyarakat tidak seharusnya berhenti pada keinginan memiliki rumah tanpa berani mengambil langkah untuk mewujudkannya.
“Ini bukan saatnya lagi mimpi punya rumah. Sekarang saatnya berani punya rumah,” kata Andreas.

Menurutnya, REI-BRI Expo 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi secara langsung mengenai pilihan rumah sekaligus mekanisme pembiayaannya.
Tidak hanya masyarakat, pameran ini juga mempertemukan pengembang, perbankan, pemerintah dan regulator untuk memperkuat ekosistem perumahan.
“Di pameran ini kami berharap menjadi ruang diskusi yang bagus, baik bagi pengembang, perbankan, pemerintah maupun masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih transparan dan mudah,” ujarnya.
Tak Hanya Beli Rumah, BRI Pikirkan Isi Rumah
Menariknya, BRI tidak hanya fokus pada pembiayaan untuk membeli rumah. Bank tersebut juga menyiapkan program yang menyasar kebutuhan masyarakat setelah hunian dimiliki.
Andreas mengatakan salah satu persoalan yang kerap dihadapi masyarakat adalah kebutuhan membeli perabot setelah mendapatkan rumah.
Karena itu, BRI menyiapkan fasilitas pembiayaan untuk mengisi rumah dengan cicilan hingga 24 bulan tanpa bunga bagi konsumen yang memenuhi ketentuan.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk menghubungkan sektor properti dengan pelaku usaha furnitur.
“Kita berharap jangan sampai masyarakat mendapatkan akses pembiayaan murah melalui perumahan subsidi, tetapi untuk mengisi rumahnya menggunakan pinjaman online. Ini malah mengancam kualitas pembiayaan,” jelasnya.
Melalui skema tersebut, konsumen yang membeli rumah dari pengembang peserta pameran berpeluang mendapatkan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan perabot rumah.
Menurut Andreas, konsep ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem perumahan yang saling menguntungkan.
“Di ekosistem perumahan itu enggak ada satu pihak yang untung. Semuanya harus mendapatkan manfaat,” katanya.
REI: Kebutuhan Rumah Masih Sangat Besar
Ketua DPD REI Lampung, Yuliana Gunawan, mengatakan peluang sektor properti di Lampung masih sangat besar di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pengembang.
Tantangan tersebut antara lain ketersediaan lahan, perizinan pembangunan, pembiayaan serta daya beli masyarakat.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap rumah masih tinggi. Kondisi itu membuat sektor perumahan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.
“Kita tidak boleh bekerja sendiri. Pengembang membangun rumah, bank menyediakan pembiayaan, pemerintah membuat kebijakan, regulator menjaga ekosistem dan seluruh stakeholder harus bergerak bersama,” kata Yuliana.
Menurut Yuliana, rumah bukan sekadar produk yang dibangun oleh pengembang, tetapi kebutuhan dasar yang pada akhirnya harus dapat dimiliki masyarakat.
Karena itu, ia berharap REI-BRI Expo 2026 tidak berhenti sebagai ajang promosi dan transaksi properti.
Pameran tersebut diharapkan menjadi momentum memperluas akses pembiayaan, memperbanyak penyediaan rumah, sekaligus membantu semakin banyak masyarakat Lampung mendapatkan hunian layak.
Sementara itu, dalam pameran tersebut BRI juga menawarkan sejumlah program pembiayaan, termasuk promo suku bunga mulai 1,75 persen untuk satu tahun serta diskon asuransi sesuai ketentuan program.
Dengan berbagai pilihan hunian dan fasilitas pembiayaan yang tersedia, masyarakat Lampung dapat memanfaatkan pameran hingga 13 September 2026 untuk mencari rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Sebab, bagi BRI dan REI, memiliki rumah tidak seharusnya berhenti sebagai sebuah impian, tetapi perlu diwujudkan melalui akses pembiayaan dan kolaborasi yang tepat.












