Sabtu, Oktober 17, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Berita

Kopi Tanggamus; Piawai di Kebun, Mampukah Menang di Pasar?

Uswah Fatoni by Uswah Fatoni
Oktober 15, 2026
in Berita, Ekonomi
Oleh: Dr. Tiara A.P. Hernanda, S.P., M.Si. (BRMP Lampung, Kementerian Pertanian)

Oleh: Dr. Tiara A.P. Hernanda, S.P., M.Si. (BRMP Lampung, Kementerian Pertanian)

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh: Dr. Tiara A.P. Hernanda, S.P., M.Si. (BRMP Lampung, Kementerian Pertanian)

Menjaga keberlanjutan ICARE melalui penguatan mutu, pasar, pembiayaan, dan tata kelola koperasi Kabupaten Tanggamus memiliki posisi penting dalam pengembangan kopi di Lampung.

Related posts

82 Siswa SMKN 6 Bandar Lampung Dibekali Edukasi Safety Riding

82 Siswa SMKN 6 Bandar Lampung Dibekali Edukasi Safety Riding

Oktober 16, 2026
Just Speak Indonesia menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif melalui Just Speak Twelversary Special Stage dan Story Time untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris serta kepercayaan diri peserta didik.

Just Speak Indonesia Gelar ISTALK, Kenalkan Peluang Beasiswa Internasional kepada Pelajar Lampung

Oktober 16, 2026

Pada 2025, perkebunan rakyat di Kabupaten Tanggamus menghasilkan sekitar 39,2 ribu ton kopi, menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas perkebunan utama daerah (BPS Provinsi Lampung, 2025). BPS Provinsi Lampung (2025) lebih lanjut menyebutkan bahwa Tanggamus merupakan produsen kopi robusta nomor dua di Provinsi Lampung. Luasnya areal perkebunan dan sebaran petani menjadikan kopi sebagai komoditas penting sekaligus sumber penghidupan  masyarakat pedesaan Tanggamus. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan posisi tawar petani dan koperasi dalam rantai pemasaran. Hal ini tercermin dari jumlah penduduk dengan kategori pra sejahter di Kabupaten Tanggamus yang menduduki peringkat enam di Provinsi Lampung (BPS Provinsi Lampung, 2025). Produksi yang masih terfragmentasi, kualitas yang belum seragam, keterbatasan modal kerja, serta ketergantungan pada pasar spot menjadi tantangan yang perlu segera diatasi.

Terkait dengan konteks tersebut, Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) Kabupaten Tanggamus 2023–2027 memiliki peran strategis. Program yang mengintegrasikan komoditas kopi dan ternak kambing di Kecamatan Pulau Panggung, Air Naningan, dan Ulu Belu ini tidak semestinya berhenti pada penyediaan sarana, pelatihan, atau dukungan program. Tantangan yang lebih penting adalah memastikan bahwa koperasi mampu melanjutkan kegiatan usaha secara mandiri setelah program berakhir pada 2027. Koperasi perlu bergerak dari sekadar penerima manfaat menjadi pelaku agribisnis yang mampu mengelola produksi, mutu, pemasaran, pembiayaan, dan hubungan bisnis secara profesional. Dalam konteks kopi, kekuatan petani tidak hanya ditentukan oleh jumlah produksi, tetapi juga oleh kemampuan mengonsolidasikan volume dan menjaga konsistensi kualitas.

Berdasarkan pengamatan lapang yang telah dilakukan di lokasi program terdapat beberapa persoalan mendasar terkait hambatan dalam pelaksanaan program. Di antaranya adalah produksi petani yang masih tersebar dan belum sepenuhnya didukung oleh sistem pendataan yang terintegrasi. Kondisi ini menyulitkan koperasi ketika harus memenuhi permintaan pasar dalam jumlah dan kualitas tertentu. Oleh sebab itu, penguatan database anggota, pencatatan produksi, sistem traceability, dan agregasi volume perlu menjadi fondasi pengembangan usaha koperasi.

Persoalan berikutnya adalah mutu. Pasar kopi tidak hanya menuntut ketersediaan produk, tetapi juga konsistensi. Kadar air, kebersihan, proses pengeringan, sortasi, grading, hingga profil cita rasa menjadi bagian penting dalam menentukan akses pasar. Standar penerimaan dengan kadar air maksimal 13 persen untuk kopi ekspor atau grade perlu diterjemahkan menjadi prosedur operasional yang dipahami dan diterapkan secara konsisten oleh koperasi dan anggotanya. Selain itu, dibutuhkan pendampingan terkait penguatan pasca panen. Perlu dipahami penguatan pasca panen tidak sesederhana persoalan pengadaan mesin. Infrastruktur seperti para-para dan drying unit machine memang penting, tetapi teknologi harus berjalan bersama standar operasional, pengawasan mutu, pencatatan, dan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikannya. Maka, investasi sarana produksi dapat benar-benar menghasilkan peningkatan nilai tambah bagi koperasi dan petani.

Ditinjau dari sisi pasar, koperasi juga perlu menghindari ketergantungan pada satu saluran pemasaran. Hasil Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh BRMP Lampung pada 30 September 2026 di Gisting menunjukkan adanya sejumlah peluang kemitraan dengan pelaku usaha kopi dan perbankan. Beberapa calon off-taker membuka peluang pembelian dengan persyaratan mutu dan mekanisme transaksi yang berbeda, sementara sektor perbankan menyediakan alternatif pembiayaan untuk modal kerja maupun sarana produksi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa akses pasar sebenarnya telah tersedia, akan tetapi kesiapan koperasilah yang menjadi faktor penentu. Buyer membutuhkan pasokan yang konsisten, mutu yang dapat dipertanggungjawabkan, komunikasi yang baik, serta kemampuan memenuhi kesepakatan bisnis. Membangun pasar tidak cukup hanya dengan mencari pembeli; koperasi harus membangun kapasitas untuk menjadi mitra bisnis yang dapat dipercaya.

Strategi pemasaran kopi Tanggamus perlu dikembangkan secara bertahap dan tidak bergantung pada satu segmen. Pasar lokal dan regional dapat menjadi basis volume dan arus kas, sementara roaster nasional membutuhkan spesifikasi green bean yang jelas dan konsistensi sampel. Segmen specialty coffee dapat dikembangkan melalui penguatan mutu, identitas kawasan, dan traceability. Pada saat yang sama, pasar industri dan ekspor membutuhkan kontinuitas pasokan, kepatuhan terhadap standar, serta kelengkapan administrasi dan legalitas.

Akses pembiayaan juga menjadi bagian penting. Koperasi membutuhkan modal kerja untuk menyerap kopi anggota secara langsung, terutama pada saat panen ketika volume produksi meningkat. Dukungan pembiayaan melalui KUR, kredit usaha, kredit mesin, maupun skema CSR dapat menjadi instrumen penguatan kapasitas usaha. Namun, akses pembiayaan perlu diiringi dengan pembenahan pencatatan keuangan dan tata kelola agar koperasi benar-benar memenuhi prinsip bankability.

Di sinilah diperlukan sinergi antara pemerintah, koperasi, petani, dunia usaha, perbankan, dan pendamping. Pemerintah tidak hanya perlu memastikan dukungan sarana dan pelatihan, tetapi juga membantu membuka akses pasar, memperkuat kelembagaan, dan mendorong kemitraan yang berkelanjutan. Koperasi, pada saat yang sama, perlu meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha dan membangun rekam jejak transaksi yang dapat dipercaya oleh buyer maupun lembaga pembiayaan.

Keberlanjutan Program ICARE perlu dilihat sebagai proses yang bertahap. Pada tahap awal, koperasi perlu membenahi database anggota dan produksi, SOP mutu, legalitas, serta kanal komunikasi dan pemasaran. Tahap berikutnya diarahkan pada konsolidasi volume, penguatan fasilitas pascapanen, pengiriman sampel, dan business matching. Setelah kapasitas tersebut terbentuk, koperasi dapat membangun kontrak pasokan, mengembangkan produk bernilai tambah, dan memperluas jaringan buyer nasional maupun ekspor. Keberhasilan exit strategy tidak semata-mata diukur dari jumlah sarana yang diberikan atau pelatihan yang dilaksanakan. Ukuran yang lebih penting adalah apakah koperasi mampu mengagregasikan produksi anggotanya, memenuhi standar mutu, memiliki buyer aktif, memperoleh repeat order, mengakses pembiayaan, serta menghasilkan margin usaha yang sehat. Indikator tersebut menunjukkan apakah koperasi benar-benar telah bergerak dari kelembagaan penerima program menuju organisasi bisnis yang mandiri.

Bagi Tanggamus, masa depan kopi tidak hanya ditentukan oleh luasnya kebun atau besarnya produksi. Masa depan tersebut juga ditentukan oleh kemampuan petani dan koperasi mengelola kualitas, membangun kepercayaan pasar, mengonsolidasikan kekuatan ekonomi, dan mengambil keputusan bisnis secara profesional. Oleh sebab itu, menjelang berakhirnya Program ICARE pada 2027, agenda terpenting bukan sekadar memastikan program selesai, melainkan memastikan fondasi kelembagaan dan bisnis yang dibangun selama program dapat terus tumbuh setelah dukungan program berakhir.

Pada akhirnya, keberlanjutan ICARE akan memperoleh makna yang lebih luas ketika koperasi mampu berdiri sebagai institusi ekonomi masyarakat yang mandiri, profesional, dan bankable. Jika proses tersebut dibangun secara konsisten, koperasi tidak hanya menjadi saluran pemasaran hasil petani, tetapi dapat berkembang sebagai pusat agregasi, pengendalian mutu, pembiayaan, dan pengembangan pasar. Dari sinilah kopi Tanggamus memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani sekaligus memperkuat ekonomi pedesaan Lampung.

Catatan sumber: Disusun berdasarkan naskah “Arah Kebijakan dan Strategi Program ICARE Kabupaten Tanggamus” serta hasil FGD BRMP Lampung, 30 September 2026.

Tags: beritaberita lampungDr. Tiara A. P.ekonomikopi tanggamusLampungTanggamus
Previous Post

TNI AL Gagalkan Pengiriman 4.364 Cartridge Vape di Bakauheni, Diduga Mengandung Zat Terlarang

Next Post

Kabel Laut Pangkas Kesenjangan Internet, Biznet Jangkau 107 Kelurahan di Bandar Lampung

Next Post
Kabel Laut Pangkas Kesenjangan Internet, Biznet Jangkau 107 Kelurahan di Bandar Lampung

Kabel Laut Pangkas Kesenjangan Internet, Biznet Jangkau 107 Kelurahan di Bandar Lampung

Just Speak Indonesia menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif melalui Just Speak Twelversary Special Stage dan Story Time untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris serta kepercayaan diri peserta didik.

Just Speak Indonesia Gelar ISTALK, Kenalkan Peluang Beasiswa Internasional kepada Pelajar Lampung

82 Siswa SMKN 6 Bandar Lampung Dibekali Edukasi Safety Riding

82 Siswa SMKN 6 Bandar Lampung Dibekali Edukasi Safety Riding

RECOMMENDED NEWS

Aneka Roti Ambarawa: Pilihan Roti Premium dan Higienis di Pringsewu

Aneka Roti Ambarawa: Pilihan Roti Premium dan Higienis di Pringsewu

2 tahun ago
JOINT MARKETING UPAYA BERSAMA PENGEMBANG DAN BANK MENDONGKRAK PENJUALAN RUMAH DAN KPR

JOINT MARKETING UPAYA BERSAMA PENGEMBANG DAN BANK MENDONGKRAK PENJUALAN RUMAH DAN KPR

4 bulan ago
Bupati Parosil Sambut Kolaborasi BGTK Lampung, Sepakati PKS untuk Tingkatkan Kompetensi Guru di Lampung Barat

Bupati Parosil Sambut Kolaborasi BGTK Lampung, Sepakati PKS untuk Tingkatkan Kompetensi Guru di Lampung Barat

4 bulan ago
Film Captain America: Brave New World Tayang Februari 2025

Film Captain America: Brave New World Tayang Februari 2025

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung berita pendidikan Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia inspirasi Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif Pelindo pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    469 shares
    Share 188 Tweet 117
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    427 shares
    Share 171 Tweet 107
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    415 shares
    Share 166 Tweet 104
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • 82 Siswa SMKN 6 Bandar Lampung Dibekali Edukasi Safety Riding
  • Just Speak Indonesia Gelar ISTALK, Kenalkan Peluang Beasiswa Internasional kepada Pelajar Lampung
  • Kabel Laut Pangkas Kesenjangan Internet, Biznet Jangkau 107 Kelurahan di Bandar Lampung

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com