Rabu, Agustus 26, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Sosial

Bukan Hidupmu yang Bermasalah, Tapi Standar di Media Sosial

Putri S by Putri S
Februari 1, 2026
in Sosial
media sosial, oleh putri fajar andini

Tekanan sosial di media sosial membuat pemuda menilai kebahagiaan dari pengakuan publik. Perbandingan digital mengubah cara mereka memaknai hidup dan diri sendiri. Foto iStock

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh: Putri Fajar Andini (Mahasiswa Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Lampung)

Merapah.com – Media sosial membuat kebahagiaan tidak lagi cukup untuk dirasakan secara pribadi, tetapi juga mendorong banyak orang untuk menunjukkannya kepada publik.

Bagi pemuda, media sosial perlahan membentuk standar tentang bagaimana seseorang seharusnya menjalani hidup. Masyarakat kerap menganggap seseorang berhasil ketika ia terlihat produktif, bahagia, aktif, dan tetap relevan. Ketika pemuda gagal memenuhi standar tersebut, tekanan pun muncul.

Related posts

Kegiatan penyaluran bantuan oleh LAZ Darul Fattah Peduli kepada siswa SD Negeri 1 Sukamaju.

Langkah Merdeka LAZ Darul Fattah Peduli, Bagikan Sepatu dan Mushaf untuk Anak Negeri

Agustus 20, 2026
DPP Apklindo Lampung Tasyakuran atas Milad Apklindo Ke-41 dan Jalin Sinergi dengan MCMI Wilayah Lampung

DPP Apklindo Lampung Tasyakuran atas Milad Apklindo Ke-41 dan Jalin Sinergi dengan MCMI Wilayah Lampung

Juni 16, 2026

Sering kali, pemuda tidak menyadari tekanan itu. Banyak dari mereka merasa hidupnya berjalan baik, tetapi tetap merasakan kecemasan karena terus melihat kehidupan orang lain yang tampak lebih ideal.

Masalahnya bukan karena kehidupan mereka buruk. Tekanan muncul karena pemuda terus melakukan perbandingan di ruang digital.

 

BACA JUGA: Cuan dari Sosmed: Ini 5 Cara Halal Raih Penghasilan di Era Digital

 

Media Sosial dan Standar Hidup yang Seragam

Media sosial kini berfungsi sebagai ruang sosial tempat pemuda membangun dan menampilkan citra diri. Mereka tidak hanya menjalani aktivitas sehari-hari, tetapi juga secara sadar memilih apa yang layak ditampilkan ke publik.

Pemuda membagikan prestasi, memperlihatkan kebahagiaan, dan memamerkan kesibukan. Proses ini secara perlahan membentuk standar hidup yang seragam.

Akibatnya, banyak pemuda merasa harus selalu terlihat “baik”. Mereka terus berusaha tampil produktif, tampak bahagia, dan rutin hadir di media sosial.

Ketika mereka gagal melakukannya, rasa tertinggal dan takut dianggap gagal pun muncul. Padahal, tidak semua aspek kehidupan perlu atau pantas untuk ditampilkan.

 

BACA JUGA: Solo Traveling Pertama? Ini Tips Aman dan Nyaman untuk Pemula

 

Data Menunjukkan Perubahan Makna Kebahagiaan

Data mencerminkan perubahan cara pemuda memaknai kebahagiaan. Survei yang dilakukan oleh Diginex bekerja sama dengan Inventure dan ivosights pada tahun 2025 menunjukkan bahwa 79 persen responden menyatakan media sosial memengaruhi cara mereka memaknai kebahagiaan. GoodStats melaporkan temuan tersebut.

Data ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi menilai kebahagiaan semata dari perasaan batin atau kondisi nyata seseorang. Media sosial juga mendorong orang mengukur kebahagiaan dari tampilan kehidupan di ruang digital, seperti unggahan, jumlah interaksi, dan respons publik.

Survei tersebut melibatkan 625 responden, dengan mayoritas berdomisili di wilayah Jabodetabek. Komposisi responden terdiri atas 69 persen Gen Z, 26 persen Milenial, dan 3 persen Gen X, serta sebagian kecil dari latar belakang profesi lain.

Komposisi ini menegaskan bahwa kelompok usia muda yang aktif menggunakan media sosial paling kuat merasakan tekanan sosial digital.

 

BACA JUGA: Apa Itu Literasi Digital? Ini Pengertian dan Contoh Penerapannya

 

Perbandingan Sosial dan Rasa Tertekan yang Muncul

Media sosial mendorong pemuda untuk lebih sering membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain. Namun, mereka tidak membandingkan kehidupan secara utuh, melainkan potongan terbaik yang orang lain tampilkan.

Meskipun demikian, perbandingan tersebut tetap berdampak. Banyak pemuda merasa hidupnya kurang berarti karena melihat orang lain tampak lebih sukses atau lebih bahagia.

Rasa tertekan ini tidak muncul karena kegagalan nyata, tetapi karena pemuda terus menghadapi penilaian sosial. Dalam kondisi ini, gawai bukan sumber masalah utama. Tekanan justru muncul dari standar sosial yang terbentuk dan dipaksakan secara kolektif.

Mengembalikan Kendali atas Makna Hidup

Untuk menghadapi tekanan sosial digital, pemuda perlu kembali memegang kendali atas cara mereka menilai hidup sendiri.

Mereka tidak perlu menjadikan semua penilaian publik sebagai ukuran keberhasilan. Mereka juga tidak wajib mengikuti seluruh standar yang beredar di media sosial.

Di sisi lain, masyarakat perlu berhenti menyederhanakan persoalan ini sebagai masalah individu. Pemuda tidak lemah atau manja. Mereka hidup dalam sistem sosial yang terus menuntut pengakuan, visibilitas, dan pencapaian yang harus ditampilkan.

 

BACA JUGA: Apa Itu Artificial Intelligence (AI)? Ini Pengertian dan Dampaknya pada Kehidupan

 

Media sosial telah mengubah cara masyarakat memahami kebahagiaan. Berdasarkan data GoodStats, mayoritas responden mengakui bahwa media sosial memengaruhi cara mereka memaknai kebahagiaan.

Temuan ini menunjukkan bahwa kebahagiaan kini tidak hanya bersifat personal, tetapi juga dinilai secara sosial.

Ke depan, tantangan utama bukan sekadar mengurangi penggunaan gawai. Tantangan yang lebih penting adalah membangun kesadaran agar pemuda tidak selalu menggantungkan nilai hidup pada penilaian publik.

Ketika pemuda menilai hidup berdasarkan pengalaman dan nilai pribadi, tekanan sosial digital dapat berkurang. Kebahagiaan pun kembali menjadi sesuatu yang benar-benar dirasakan, bukan sekadar dipertontonkan.

Tags: gen xgen zMedia sosialOpiniputri fajar
Previous Post

Tim Safety Riding PT Tunas Dwipa Matra Bagikan Tips Aman Berkendara

Next Post

Mahasiswa KKN Unila Gandeng BPBD Lampung Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana 

Next Post
Mahasiswa KKN Unila

Mahasiswa KKN Unila Gandeng BPBD Lampung Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana 

Amdatara

Pengurus Amdatara Lampung – Sumsel Dikukuhkan, Siap Rangkul Perusahaan AMDK

pengukuhan amdatara

AMDATARA Lampung – Sumsel Siap Kompak Majukan Industri AMDK

erson agustinus, ekonomi

Mencoba Analisa Faktor-Faktor Rupiah Melemah di Saat Arus Deras Capital Inflow Masuk

Lubi.co

Lubi.co Dorong Inklusivitas Lewat Kompetisi Mobile Legends “Adu Cepat Tanpa Sekat”

RECOMMENDED NEWS

Sayur Hidroponik Jadi Pilihan Masyarakat

Sayur Hidroponik Jadi Pilihan Masyarakat

2 tahun ago
Hujan lebat

Hujan Lebat Bakal Guyur Lampung

2 tahun ago
Perbedaan Urban Planning, Arsitektur, dan Arsitektur Lanskap

Perbedaan Urban Planning, Arsitektur, dan Arsitektur Lanskap

2 bulan ago
Bahaya, Banyak Bicara Bikin Kalah Negosiasi, Ini Alasannya

Bahaya, Banyak Bicara Bikin Kalah Negosiasi, Ini Alasannya

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung berita pendidikan Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia inspirasi Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif Pelindo pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    467 shares
    Share 187 Tweet 117
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    425 shares
    Share 170 Tweet 106
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    420 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    416 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    414 shares
    Share 166 Tweet 104
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Muharram Fest 2026, LAZ Darul Fattah Peduli Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Belajar dan Berbagi
  • Rakernas I APTISI di Lampung Jadi Momentum Kebangkitan Perguruan Tinggi Swasta
  • 500 Peserta dari 33 Provinsi Hadiri Rakernas I APTISI di Lampung

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com