Sabtu, Oktober 10, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Entertainment

Cerpen: Matahari Terbenam di Balik Gunung Maago

Uswah Fatoni by Uswah Fatoni
Januari 12, 2025
in Entertainment
matahari terbenam di gunung maago

Cerpen: Matahari Terbenam di Balik Gunung Maago

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Rian kecil, tujuh tahun, ingat betul hari itu. Ayahnya, sosok yang dulu selalu menggendongnya di pundak sambil menunjuk ke gunung Maago yang berkilauan, kini berdiri di samping seorang wanita asing. Senyum ayahnya, yang dulu hangat untuknya dan ibunya, kini terpancar untuk orang lain.

Sejak hari itu, dunia Rian berubah. Ibunya, dengan mata sembab namun tegar, menggandeng Rian dan kedua adiknya meninggalkan rumah. Mereka menumpang di rumah nenek, sebuah honai sederhana di pinggiran Kali Tinou. Gunung Maago.

Related posts

Sharp Tebar Promo hingga 6 September, Belanja Elektronik Berpeluang Bawa Pulang Mobil

Sharp Tebar Promo hingga 6 September, Belanja Elektronik Berpeluang Bawa Pulang Mobil

September 2, 2026
Big Promo Merdeka Sharp Hadir hingga 6 September, Tebar Diskon dan Hadiah Menarik

Big Promo Merdeka Sharp Hadir hingga 6 September, Tebar Diskon dan Hadiah Menarik

September 1, 2026

Waktu berlalu. Rian tumbuh di bawah atap honai Nenek, di tengah suara Nuri dan nyanyian burung cendrawasih. Ia belajar dari Nenek tentang kearifan lokal, tentang hubungan manusia dengan alam. Tentang pentingnya menjaga hutan dan kebun yang menjadi sumber kehidupan.

Ia juga belajar tentang bio-akustik, bagaimana suara-suara di alam. Kemudian dari arah mata angin hingga kicauan burung, membawa informasi penting tentang ekosistem.

Di bangku SMP kelas 9, badai kembali menerjang. Ibunya, pilar terakhir yang menopangnya setelah kepergian ayahnya, dipanggil Yang Maha Kuasa. Rian merasa dunianya runtuh. Ia merasa kehilangan segalanya, bukan hanya sosok ibu, tetapi juga identitas dan arah hidupnya. Ia merasa seperti air terjun Tinou yang kecil namun berderiak lepas.

Namun, di tengah kesedihannya, Rian teringat pesan ibunya, “Kamu kuat, Rian. Kamu punya pengetahuan dan semangat untuk bertahan.” Ia juga teringat pelajaran Nenek tentang etnobiologi, bagaimana masyarakat Papua secara tradisional memanfaatkan tumbuhan dan hewan untuk pengobatan, makanan, dan ritual. Pengetahuan ini, yang diwariskan turun-temurun, merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya.

BACA JUGA: Lonceng dan Kerlip Malam Natal

Rian Mulai Bangkit Matahari Terbenam

Rian mulai bangkit. Ia menyadari bahwa kehilangan bukan berarti akhir dari segalanya. anak muda itu memiliki warisan berharga: pengetahuan lokal, semangat pantang menyerah, dan kenangan indah bersama ibunya. Ia mulai mengamati lingkungan sekitarnya dengan lebih seksama.

Dia mencatat suara-suara burung, mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan, dan mempelajari interaksi antar makhluk hidup. Rian menggunakan pengetahuannya tentang bio-akustik dan etnobiologi untuk memahami ekosistem Papua yang kaya.

Rian menyadari bahwa ia tidak sendirian. Banyak anak-anak Papua yang mengalami situasi serupa, kehilangan orang tua, hidup dalam keterbatasan, namun tetap memiliki semangat untuk maju. Ia ingin berbagi pengetahuannya, menginspirasi generasi muda Papua untuk mencintai alam dan memanfaatkan kekayaan lokal secara berkelanjutan.

Suatu hari, Rian bermimpi membangun pusat penelitian kecil di dekat kost Fawas, Bandar lampung. Di sana, ia akan mengajarkan bio-akustik dan etnobiologi kepada anak-anak Papua, menggabungkan kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan modern. Ia ingin membuktikan bahwa kehilangan bukan akhir dari segalanya, tetapi justru bisa menjadi pemicu untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi sesama dan alam.

Matahari terbenam di belakang gunung Maago memantulkan warna jingga keemasan di permukaan air. Rian berdiri di dekat kali Tinou, menatap cakrawala. Ia merasakan hembusan angin tinouda dan mendengar suara Tinou. Ia tahu, perjalanannya masih panjang. Namun, ia juga yakin, dengan pengetahuan dan semangat, ia bisa menghadapi segala tantangan dan mewujudkan mimpinya.

Penulis

Anderian Kamo
Bandar Lampung, 1 Januari 2025

Tags: cerpengunung maago
Previous Post

Cerpen: Tetesan Hujan yang Mengukir Jejak Rindu

Next Post

BRCC Indonesia Ajak Pemuda Lampung Berkarir di Tiongkok

Next Post
BRCC Indonesia ajak Pemuda Lampung

BRCC Indonesia Ajak Pemuda Lampung Berkarir di Tiongkok

rosa hostel bandar lampung

Menginap di Rosa Hostel Bandar Lampung, Harga Mulai Rp200 Ribuan

prakiraan cuaca lampung hujan

Prakiraan Cuaca Lampung 14 Januari 2025: Berpotensi Hujan Lebat

prakiraan cuaca hujan Cuaca ekstrim

Prakiraan Cuaca Tiga Hari ke Depan, Waspada Hujan Lebat

Road to School 2025: Membangun Generasi Emas Lampung Timur Melalui Pendidikan Berkualitas

Road to School 2025: Membangun Generasi Emas Lampung Timur Melalui Pendidikan Berkualitas

RECOMMENDED NEWS

DPD REI Lampung Bersiap Menjadi Tuan Rumah Puncak Acara HUT REI Nasional ke-54

DPD REI Lampung Bersiap Menjadi Tuan Rumah Puncak Acara HUT REI Nasional ke-54

6 bulan ago
Cerpen: Cinta di Lirik Panji Sakti, Seperti Kamboja yang Abadi

Cerpen: Cinta di Lirik Panji Sakti, Seperti Kamboja yang Abadi

2 tahun ago
Iduladha 1447 H, Pelindo Regional 2 Panjang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Penyaluran Hewan Kurban

Iduladha 1447 H, Pelindo Regional 2 Panjang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Penyaluran Hewan Kurban

5 bulan ago
iPhone 16

Spesifikasi iPhone 16, ini 8 Fakta Penting Sebelum Membeli

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung berita pendidikan Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia inspirasi Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif Pelindo pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    469 shares
    Share 188 Tweet 117
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    427 shares
    Share 171 Tweet 107
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    415 shares
    Share 166 Tweet 104
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Dukung Pariwisata dan Bisnis Lampung, Prashanti Hotel Gelar Topping Off, Siap Beroperasi pada 2027
  • SINERGITAS PENGEMBANG DAN BANK PENYALUR FLPP MENGEJAR TARGET KPR SUBSIDI YANG MASIH MENCAPAI 50,62 PERSEN
  • Rayhan Nuraditha Dorong UMKM Bangun Sistem Bisnis yang Efektif

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com