Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Entertainment

Cerpen: Mimpi dari Ujung Papua Part 2

Mimpi yang Tumbuh dari Tanah yang Tak Terlihat Dunia

Putri S by Putri S
April 3, 2025
in Entertainment
Cerpen: Mimpi dari Ujung Papua Part 2
FacebookWhatsappTelegramTwitter

Di Kampung Kurumkim, yang tersembunyi di antara pegunungan Papua, hidup seorang anak bernama Sani Ngep bersama kedua kakaknya. Ia kerap memiliki mimpi dari ujung Papua.

Penduduk kampung ini sedikit, namun kehidupan mereka penuh kebersamaan.

Related posts

AFTERMYSKIN Buka Peluang Penghasilan dari Rumah, Ratusan Warga Lampung Antusias Ikuti Bootcamp Affiliate

AFTERMYSKIN Buka Peluang Penghasilan dari Rumah, Ratusan Warga Lampung Antusias Ikuti Bootcamp Affiliate

Juni 8, 2026
Aftermyskin Gelar Gathering dan Bootcamp Affiliate di Bandar Lampung, Hadirkan Atta Halilintar

Aftermyskin Gelar Gathering dan Bootcamp Affiliate di Bandar Lampung, Hadirkan Atta Halilintar

Juni 7, 2026

Sani, anak bungsu dari keluarga sederhana, selalu memandang langit malam yang dipenuhi bintang sambil memikirkan mimpinya: melanjutkan pendidikan hingga ke luar Papua.

Ia tahu mimpinya besar, bahkan mungkin terlalu besar untuk tempat sekecil Kurumkim. Tapi, harapan itu adalah pelita dalam gelapnya malam.

Sejak kecil, hidup Sani penuh tantangan. Ibunya meninggal dunia akibat penyakit misterius yang tak terdiagnosis, meninggalkan Sani dan kedua kakaknya dalam kesedihan mendalam.

Namun, kakak-kakaknya, terutama Sang Kakak Perempuan, dengan sabar mengambil peran sebagai orang tua.

Mereka bekerja keras agar Sani tetap bisa bersekolah di SD Inpres Iwur, satu-satunya sekolah di kampung itu.

“Sani, meski kita hanya punya sedikit, jangan pernah menyerah. Kamu harus sekolah, Nak.Nanti, kamu akan pergi lebih jauh dari kami,” ujar Kakaknya suatu malam sambil menenun tikar di bawah cahaya obor. Sani hanya mengangguk, matanya berkilat penuh tekad.

Meski sekolahnya kecil dan gurunya sering tidak datang karena jarak tempuh yang sulit, Sani tetap belajar dengan giat. Ia sering membawa buku pelajaran ke ladang dan membaca di bawah pohon sambil menunggu kakaknya bekerja.

Di kelas lima, ia bersahabat erat dengan Ferona, gadis yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Ferona adalah anak yang ceria, tapi ia juga memiliki mimpi besar seperti Sani.

 

BACA JUGA: Mimpi dari Ujung Papua Part 1

 

“Ferona, kalau aku pergi dari sini, aku ingin kembali suatu hari nanti. Aku ingin mengubah kampung ini,” kata Sani suatu sore saat mereka duduk di atas batu besar dekat sungai.

“Tapi, kalau kau pergi, siapa yang akan menemani aku?” Ferona menatapnya, suaranya lirih.

Sani terdiam. Ia tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu. Dalam diam, ia tahu ada sesuatu yang lebih dari sekadar persahabatan di antara mereka.

Sani Menghadapi konflik

Ketika Sani naik ke kelas enam, konflik mulai muncul. Kakaknya kesulitan membiayai kebutuhan sekolah, terutama setelah hasil panen mereka rusak karena cuaca buruk.

Sani mulai merasa bersalah karena menjadi beban, meski kakaknya selalu berkata bahwa pendidikan Sani adalah prioritas.

“Kakak, aku bisa berhenti sekolah dan bantu Kakak di ladang,” kata Sani suatu malam.

“Tidak, Sani!” balas Kakaknya tegas. “Ibu dulu menitipkanmu pada kami, dan kami akan memastikan kau berhasil. Jangan pernah menyerah hanya karena kesulitan kecil ini.”

Namun, masalah tidak berhenti di situ. Di tengah rasa putus asa, muncul kabar mengejutkan. Paman mereka yang tinggal di kota datang membawa berita bahwa Sani mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Bali.

Kabar ini menjadi angin segar, tapi juga membawa perasaan berat bagi Sani.

“Beasiswa ini, seperti jawaban doa kita,” kata Paman mereka. “Kamu harus pergi, Sani. Ini kesempatan yang langka.”

Hari-hari sebelum keberangkatan, Sani diliputi kebingungan. Ia merasa senang sekaligus sedih meninggalkan Kurumkim, terutama Ferona.

Suatu sore, ia memberanikan diri untuk bertemu dengan Ferona di tempat biasa mereka di tepi sungai.

“Ferona, aku akan pergi ke Bali,” kata Sani pelan, sambil memandang air yang mengalir.

Ferona terkejut, matanya membelalak. “Kapan?”

“Minggu depan. Aku… aku mendapat beasiswa.”

“Kenapa kau tidak bilang lebih awal?” suara Ferona bergetar.

Sani terdiam, merasa bersalah. “Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya. Aku akan rindu kampung ini… rindu kamu.”

Ferona tersenyum kecil, tapi matanya berkaca-kaca. “Aku juga akan merindukanmu. Tapi, pergilah, Sani. Kejar mimpimu. Aku hanya bisa mendoakanmu dari sini.”

Hari keberangkatan tiba dengan suasana penuh haru. Sani memeluk kakaknya erat, berterima kasih atas semua pengorbanan mereka.

Ia juga memandang kampung halamannya untuk terakhir kalinya sebelum naik ke truk yang akan membawanya ke kota. Dalam hatinya, ia berjanji akan kembali suatu hari nanti, membawa perubahan.

Jaga Mimpi dari Ujung Papua

Di Bali, Sani menghadapi tantangan baru. Ia harus beradaptasi dengan kehidupan kota, bersaing dengan siswa dari latar belakang yang jauh lebih beruntung darinya.

Namun, kenangan tentang Ferona dan keluarganya menjadi pendorong di saat-saat sulit.

Sementara itu, di Kurumkim, Ferona merasa kehilangan. Ia menjadi lebih pendiam, dan sering menghabiskan waktu sendirian di tepi sungai.

Beberapa tahun kemudian, orang tuanya menjodohkannya dengan seorang pria dari kampung tetangga. Meski hatinya masih terikat pada kenangan bersama Sani, ia menerima perjodohan itu demi keluarganya.

Waktu berlalu, dan takdir membawa Sani dan Ferona ke jalan yang berbeda. Sani terus melangkah maju, selalu membawa kampung halamannya di hatinya.

Di suatu malam penuh bintang, ia memandang langit dan berbisik pelan, “Ferona, aku akan kembali. Terima kasih telah menjadi bagian dari mimpiku.”

Tags: cerpenpapua
Previous Post

Unila Lestarikan Warisan Budaya di Tanggamus  

Next Post

PLN Perkuat SPKLU di Jalur Sumsel-Lampung Dukung Nataru 2024

Next Post
PLN Perkuat SPKLU di Jalur Sumsel-Lampung Dukung Nataru 2024

PLN Perkuat SPKLU di Jalur Sumsel-Lampung Dukung Nataru 2024

Cerpen: Cinta di Lirik Panji Sakti, Seperti Kamboja yang Abadi

Cerpen: Cinta di Lirik Panji Sakti, Seperti Kamboja yang Abadi

Pengguna Antusias Meta AI Hadir di WhatsApp 

Pengguna Antusias Meta AI Hadir di WhatsApp 

Chinatown Bandar Lampung : Antara Kontestasi Budaya dan Tantangan Fenomena Sosial 

Chinatown Bandar Lampung : Antara Kontestasi Budaya dan Tantangan Fenomena Sosial 

Boemikita Hadir di Metro Ubah Sampah Jadi Peluang

Boemikita Hadir di Metro Ubah Sampah Jadi Peluang

RECOMMENDED NEWS

Prakiraan cuaca Lampung hujan lebat

Prakiraan Cuaca Lampung: Waspadai Potensi Hujan Lebat!

2 tahun ago
Seni untuk Perubahan, Kolaborasi UNISS Kendal dan Pondok Modern Selamat

Seni untuk Perubahan, Kolaborasi UNISS Kendal dan Pondok Modern Selamat

7 bulan ago
BMKG memprakirakan cuaca Lampung didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada Jumat, 5 Juni 2026. Hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah daerah saat siang dan sore.

Waspada Hujan Lebat di Lampung

6 bulan ago
Merapah.com Terra Telkomsel

TERRA Telkomsel: Cepat Tangani Bencana, Bangun Masyarakat Tangguh

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung berita pendidikan Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia inspirasi Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif Pelindo pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    467 shares
    Share 187 Tweet 117
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    425 shares
    Share 170 Tweet 106
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    420 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    416 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    414 shares
    Share 166 Tweet 104
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Muharram Fest 2026, LAZ Darul Fattah Peduli Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Belajar dan Berbagi
  • Rakernas I APTISI di Lampung Jadi Momentum Kebangkitan Perguruan Tinggi Swasta
  • 500 Peserta dari 33 Provinsi Hadiri Rakernas I APTISI di Lampung

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com