BANDAR LAMPUNG, Merapah.com — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr. H. Almuzzammil Yusuf (AMY) bertemu dan berdialog dengan 100 pemuda dalam kegiatan Diskusi Bersama Pemuda di Bandar Lampung, Sabtu (31/10/2026).
Dalam pertemuan yang dihadiri pelajar, mahasiswa, dan anak-anak muda se-Kota Bandar Lampung tersebut, sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan mengenai berbagai persoalan bangsa, mulai dari polemik ijazah Wapres Gibran, demonstrasi aktivis dan mahasiswa, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menanggapi pertanyaan mengenai ijazah Gibran, Almuzzammil menegaskan bahwa PKS menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang bersifat final dan mengikat. Namun, menurutnya, polemik tersebut juga menyangkut persoalan keadilan dan kesetaraan warga negara di hadapan hukum.
“Kita menghormati putusan MK yang final dan mengikat. Sebagai partai politik, kami didatangi oleh banyak pihak untuk meminta tindak lanjut putusan MK ini,” ujar Almuzzammil.
“Isu ini mencederai rasa keadilan dan mencederai persamaan di hadapan hukum dan pemerintahan yang telah diatur di dalam konstitusi,” tegasnya.
AMY menjelaskan bahwa PKS sebelumnya telah menerima audiensi sejumlah tokoh dan elemen masyarakat sipil di di Kantor DPTP PKS, Jakarta. Mereka menyampaikan aspirasi terkait polemik ijazah Gibran dan mendorong tindak lanjut melalui mekanisme konstitusional di DPR RI.
Di hadapan para pemuda Lampung, AMY juga menjelaskan alur dan mekanisme konstitusional yang dapat ditempuh DPR dalam merespons aspirasi masyarakat tersebut.
“Kita akan menindaklanjuti aspirasi ini di DPR karena langkah yang sah secara hukum dan konstitusional ada di DPR,” ungkapnya.
Dorong Demonstrasi Berbasis Data dan Gagasan
Dalam sesi dialog, seorang peserta juga meminta pandangan AMY mengenai sejumlah aksi demonstrasi yang dilakukan aktivis dan anak muda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Menanggapi hal tersebut, Almuzzammil atau AMY mengajak generasi muda untuk menjadikan demonstrasi sebagai ruang menyampaikan aspirasi secara kritis, bertanggung jawab, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Ia menekankan pentingnya penguasaan substansi persoalan, kekuatan data, serta kejelasan gagasan sebelum menyuarakan tuntutan di ruang publik.
Menurutnya, anak-anak muda yang menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik harus memahami secara mendalam persoalan yang mereka angkat, sehingga aspirasi yang disampaikan memiliki dasar argumentasi yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Almuzzammil juga mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara damai dan tidak anarkis. Ia mendorong generasi muda untuk mengedepankan gagasan dan argumentasi yang konstruktif dalam memperjuangkan perubahan.
Kecam Karhutla, Ajak Pemuda Tidak Cuek terhadap Persoalan Bangsa
Selain persoalan hukum dan demonstrasi, para pemuda juga mengangkat persoalan kebakaran hutan dan lahan yang berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Almuzzammil menegaskan bahwa tindakan pembakaran hutan dan lahan bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan kasih sayang dan tanggung jawab terhadap seluruh makhluk hidup.
“Karhutla ini sangat bertentangan dengan konsep Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Islam tidak hanya memperhatikan manusia, tapi juga hewan dan tumbuhan,” jelasnya.

AMY menegaskan bahwa PKS menolak segala bentuk tindakan pembakaran hutan dan lahan yang merusak lingkungan, baik yang dilakukan secara perseorangan maupun oleh kelompok dan perusahaan.
“PKS mengecam keras setiap tindakan pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan oleh individu, organisasi, maupun korporasi. Itu adalah kejahatan besar!” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Almuzzammil juga mengajak anak-anak muda untuk tidak bersikap acuh tak acuh terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa.
Menurutnya, anak muda harus berani menyuarakan kepedulian sekaligus mengambil peran nyata sebagai bagian dari solusi. Kontribusi tersebut dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
AMY Ajak Pemuda Teladani Semangat Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan
Dalam dialog yang berlangsung berdekatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober dan Hari Pahlawan pada 10 November, Almuzzammil mengingatkan besarnya peran generasi muda dalam sejarah perjuangan bangsa.
Ia mencontohkan Muhammad Yamin yang menjadi tokoh penting dalam peristiwa Sumpah Pemuda saat baru berusia 25 tahun. Demikian pula Bung Tomo yang menjadi salah satu penggerak semangat perjuangan rakyat Surabaya pada usia 25 tahun.
Menurut Almuzzammil, sejarah membuktikan bahwa anak-anak muda memiliki energi besar untuk menghadirkan perubahan dan mengambil peran penting dalam menentukan arah perjalanan bangsa.
Karena itu, AMY mengajak generasi muda untuk memiliki semangat menyatukan perbedaan, kepekaan dalam memanfaatkan momentum, serta keberanian mengambil tanggung jawab bagi kepentingan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter yang kuat agar anak-anak muda tidak mudah terbawa arus gerakan yang destruktif. Semangat perubahan, menurutnya, perlu dibarengi dengan kedewasaan berpikir dan kemampuan menghadirkan solusi yang konstruktif.
Sebelumnya, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf (AMY) juga telah bertemu dengan 100 pemuda di Kota Metro, Lampung, pada Kamis (29/10/2026) untuk mendiskusikan berbagai persoalan bangsa. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan, dan kepedulian terhadap berbagai masalah bangsa secara langsung kepada Presiden Partai Keadilan Sejahtera.







