Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home

Penembakan Warga Sipil di Papua, IKMAPAL dan KOMPASS Desak Hentikan Operasi Militer

Putri S by Putri S
Mei 31, 2025
in Sosial
Penembakan Warga Sipil di Papua, IKMAPAL dan KOMPASS Desak Hentikan Operasi Militer

Sabtu, 31 Mei 2025, IKMAPAL dan KOMPASS desak hentikan operasi militer.

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Merapah.com – Penembakan warga sipil di Papua kembali terjadi sepanjang Mei 2025 di beberapa kabupaten. Insiden berdarah ini mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka dari kalangan masyarakat sipil.

Laporan menyebut lima warga mengalami luka akibat tertembak peluru tajam, satu di antaranya dalam kondisi luka serius. Berikut daftar korban:

Related posts

Kegiatan penyaluran bantuan oleh LAZ Darul Fattah Peduli kepada siswa SD Negeri 1 Sukamaju.

Langkah Merdeka LAZ Darul Fattah Peduli, Bagikan Sepatu dan Mushaf untuk Anak Negeri

Agustus 20, 2026
DPP Apklindo Lampung Tasyakuran atas Milad Apklindo Ke-41 dan Jalin Sinergi dengan MCMI Wilayah Lampung

DPP Apklindo Lampung Tasyakuran atas Milad Apklindo Ke-41 dan Jalin Sinergi dengan MCMI Wilayah Lampung

Juni 16, 2026

Marthen Tebai (12) Tertembak di betis, Pios Waine (15) Tertembak di dada (kondisi berat), Nopentus Tebai (13) Tertembak di telinga, Deserius Tebai (12) Tertembak di betis, Feri Tibakoto (16) Tertembak di perut.

Di kabupaten Dogiyai dan korban lainnya tewas di Intan Jaya. Sekitar pukul 04.00 WIT, militer Indonesia melancarkan operasi serentak di lima kampung utama: Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba.

Menurut laporan resmi , aparat menembaki rumah warga yang masih tertidur, menyebabkan luka serius pada Junite Zanambani dan anaknya, Minus Yegeseni.

Selain itu, Nopen Wandagau dan dua warga lainnya turut menjadi korban tembakan dalam kejadian tersebut.

BACA JUGA: KOMPASS Gelar Pelatihan Jurnalistik: Cetak Jurnalis Muda Papua di Sumatra

Mahasiswa Papua Serukan Sikap Tegas

IKMAPAL dan KOMPASS Desak Hentikan Operasi Militer.

Merespons penembakan warga sipil di Papua, mahasiswa Papua menyuarakan protes terbuka terhadap negara. Ikatan Mahasiswa Papua Lampung (IKMAPAL) dan Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) angkat suara. Mereka menilai kekerasan bersenjata ini merupakan bentuk kegagalan pendekatan militeristik pemerintah.

Menurut IKMAPAL dan KOMPASS, pendekatan militer justru memperdalam luka kolektif rakyat Papua. Kasus ini tidak bisa dibenarkan dan harus segera dihentikan negara.

Desakan Hukum dan Kemanusiaan

IKMAPAL mendesak negara mengusut kasus ini secara transparan dan menyeluruh. Mereka meminta pemerintah menyeret pelaku ke pengadilan nasional maupun lembaga internasional. Selain itu, mereka menuntut pemulihan bagi korban dan pengungsi akibat konflik bersenjata tersebut.

KOMPASS juga mengecam tindakan aparat yang terus mengkriminalisasi warga dan aktivis damai Papua. Penembakan warga sipil di Papua adalah pelanggaran hak yang harus dipertanggungjawabkan secara HAM.

BACA JUGA: Cerpen: Mimpi dari Ujung Papua

Pemerintah Harus Hadir sebagai

IKMAPAL dan KOMPASS Desak Hentikan Operasi Militer..

Ketua IKMAPAL, Deserius Magai, menyatakan negara gagal menyelesaikan konflik melalui jalur kekerasan.

“Pendekatan militer tak membawa damai. Justru memperburuk trauma masyarakat,” ujar Deserius lantang.

Penembakan warga sipil di Papua menunjukkan negara bertindak sebagai pelaku, bukan pelindung rakyat. Mahasiswa Papua menolak segala bentuk kekerasan yang melibatkan aparat bersenjata terhadap sipil. Negara wajib melindungi seluruh warga, termasuk di wilayah konflik seperti Papua.

BACA JUGA: Cara Menentukan Judul Skripsi yang Tepat dan Mudah Disetujui Dosen

Akses dan Dialog Jadi Solusi

IKMAPAL dan KOMPASS meminta pemerintah membuka akses jurnalis, LSM, dan pemantau HAM ke Papua. Mereka juga menyerukan dialog damai antara negara dan rakyat Papua yang melibatkan semua elemen.

Tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sipil harus terlibat aktif dalam proses perdamaian. Kasus ini tidak akan berhenti tanpa pendekatan yang menghormati kemanusiaan.

IKMAPAL menutup pernyataan dengan semangat: “Maju, Berubah, dan Berdampak.”

Tags: Bandar Lampungberita lampungIKMAPALkegiatan mahasiswaKOMPASSmahasiswamahasiswa Lampungpapua
Previous Post

SPPG Latih 2.000 Penjamah Makanan Guna Dukung Konsumsi Sehat

Next Post

Fakta Unik Tertawa: Setara Bersepeda 15 Menit? Ini Penjelasannya!

Next Post
fakta unik tertawa

Fakta Unik Tertawa: Setara Bersepeda 15 Menit? Ini Penjelasannya!

pancasila

Sejarah Rumusan Pancasila Hingga Penetapan Resmi

Memimpin

7 Tanda Kamu Sudah Matang Memimpin Meski Tanpa Jabatan

Nesha beauty

Nesha Beauty Hadirkan Skincare dan Frozen Food Berkualitas, Diminati Banyak Kalangan

HMJ Ilkom gelar seminar bertajuk “BESTIE Bangun Ekspektasi Tapi Insecure Everyday” di Unila

HMJ Ilmu Komunikasi Unila Gelar Seminar Bahas Personal Branding Era Digital

RECOMMENDED NEWS

Bank BCA

3 Beasiswa Perbankan 2025 Ini Tawarkan Pekerjaan

1 tahun ago
Pecel Lontong Kembar Kuliner Rumahan Terlezat di Kemiling

Pecel Lontong Kembar Kuliner Rumahan Terlezat di Kemiling

2 tahun ago
keutamaan hari jumat

Keutamaan Hari Jumat Menjadi Waktu Paling Mulia dalam Syariat Islam

9 bulan ago
Kumpulan Aplikasi

10 Aplikasi Produktif untuk Mahasiswa, Bantu Kuliah Lebih Efisien

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung berita pendidikan Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia inspirasi Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif Pelindo pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    467 shares
    Share 187 Tweet 117
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    425 shares
    Share 170 Tweet 106
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    420 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    416 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    414 shares
    Share 166 Tweet 104
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Muharram Fest 2026, LAZ Darul Fattah Peduli Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Belajar dan Berbagi
  • Rakernas I APTISI di Lampung Jadi Momentum Kebangkitan Perguruan Tinggi Swasta
  • 500 Peserta dari 33 Provinsi Hadiri Rakernas I APTISI di Lampung

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com