Minggu, Juli 12, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home

Penembakan Warga Sipil di Papua, IKMAPAL dan KOMPASS Desak Hentikan Operasi Militer

Putri S by Putri S
Mei 31, 2025
in Sosial
Penembakan Warga Sipil di Papua, IKMAPAL dan KOMPASS Desak Hentikan Operasi Militer

Sabtu, 31 Mei 2025, IKMAPAL dan KOMPASS desak hentikan operasi militer.

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Merapah.com – Penembakan warga sipil di Papua kembali terjadi sepanjang Mei 2025 di beberapa kabupaten. Insiden berdarah ini mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka dari kalangan masyarakat sipil.

Laporan menyebut lima warga mengalami luka akibat tertembak peluru tajam, satu di antaranya dalam kondisi luka serius. Berikut daftar korban:

Related posts

DPP Apklindo Lampung Tasyakuran atas Milad Apklindo Ke-41 dan Jalin Sinergi dengan MCMI Wilayah Lampung

DPP Apklindo Lampung Tasyakuran atas Milad Apklindo Ke-41 dan Jalin Sinergi dengan MCMI Wilayah Lampung

Juni 16, 2026
Perjalanan sederhana ke Ponorogo dan Dungus menghadirkan ketenangan yang sulit dilupakan. Aroma daun jati, tungku kayu, dan suasana desa yang hangat membuat perjalanan terasa seperti pulang ke rumah.

Dapur Tua di Ujung Ponorogo

Juni 13, 2026

Marthen Tebai (12) Tertembak di betis, Pios Waine (15) Tertembak di dada (kondisi berat), Nopentus Tebai (13) Tertembak di telinga, Deserius Tebai (12) Tertembak di betis, Feri Tibakoto (16) Tertembak di perut.

Di kabupaten Dogiyai dan korban lainnya tewas di Intan Jaya. Sekitar pukul 04.00 WIT, militer Indonesia melancarkan operasi serentak di lima kampung utama: Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba.

Menurut laporan resmi , aparat menembaki rumah warga yang masih tertidur, menyebabkan luka serius pada Junite Zanambani dan anaknya, Minus Yegeseni.

Selain itu, Nopen Wandagau dan dua warga lainnya turut menjadi korban tembakan dalam kejadian tersebut.

BACA JUGA: KOMPASS Gelar Pelatihan Jurnalistik: Cetak Jurnalis Muda Papua di Sumatra

Mahasiswa Papua Serukan Sikap Tegas

IKMAPAL dan KOMPASS Desak Hentikan Operasi Militer.

Merespons penembakan warga sipil di Papua, mahasiswa Papua menyuarakan protes terbuka terhadap negara. Ikatan Mahasiswa Papua Lampung (IKMAPAL) dan Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) angkat suara. Mereka menilai kekerasan bersenjata ini merupakan bentuk kegagalan pendekatan militeristik pemerintah.

Menurut IKMAPAL dan KOMPASS, pendekatan militer justru memperdalam luka kolektif rakyat Papua. Kasus ini tidak bisa dibenarkan dan harus segera dihentikan negara.

Desakan Hukum dan Kemanusiaan

IKMAPAL mendesak negara mengusut kasus ini secara transparan dan menyeluruh. Mereka meminta pemerintah menyeret pelaku ke pengadilan nasional maupun lembaga internasional. Selain itu, mereka menuntut pemulihan bagi korban dan pengungsi akibat konflik bersenjata tersebut.

KOMPASS juga mengecam tindakan aparat yang terus mengkriminalisasi warga dan aktivis damai Papua. Penembakan warga sipil di Papua adalah pelanggaran hak yang harus dipertanggungjawabkan secara HAM.

BACA JUGA: Cerpen: Mimpi dari Ujung Papua

Pemerintah Harus Hadir sebagai

IKMAPAL dan KOMPASS Desak Hentikan Operasi Militer..

Ketua IKMAPAL, Deserius Magai, menyatakan negara gagal menyelesaikan konflik melalui jalur kekerasan.

“Pendekatan militer tak membawa damai. Justru memperburuk trauma masyarakat,” ujar Deserius lantang.

Penembakan warga sipil di Papua menunjukkan negara bertindak sebagai pelaku, bukan pelindung rakyat. Mahasiswa Papua menolak segala bentuk kekerasan yang melibatkan aparat bersenjata terhadap sipil. Negara wajib melindungi seluruh warga, termasuk di wilayah konflik seperti Papua.

BACA JUGA: Cara Menentukan Judul Skripsi yang Tepat dan Mudah Disetujui Dosen

Akses dan Dialog Jadi Solusi

IKMAPAL dan KOMPASS meminta pemerintah membuka akses jurnalis, LSM, dan pemantau HAM ke Papua. Mereka juga menyerukan dialog damai antara negara dan rakyat Papua yang melibatkan semua elemen.

Tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sipil harus terlibat aktif dalam proses perdamaian. Kasus ini tidak akan berhenti tanpa pendekatan yang menghormati kemanusiaan.

IKMAPAL menutup pernyataan dengan semangat: “Maju, Berubah, dan Berdampak.”

Tags: Bandar Lampungberita lampungIKMAPALkegiatan mahasiswaKOMPASSmahasiswamahasiswa Lampungpapua
Previous Post

SPPG Latih 2.000 Penjamah Makanan Guna Dukung Konsumsi Sehat

Next Post

Fakta Unik Tertawa: Setara Bersepeda 15 Menit? Ini Penjelasannya!

Next Post
fakta unik tertawa

Fakta Unik Tertawa: Setara Bersepeda 15 Menit? Ini Penjelasannya!

pancasila

Sejarah Rumusan Pancasila Hingga Penetapan Resmi

Memimpin

7 Tanda Kamu Sudah Matang Memimpin Meski Tanpa Jabatan

Nesha beauty

Nesha Beauty Hadirkan Skincare dan Frozen Food Berkualitas, Diminati Banyak Kalangan

HMJ Ilkom gelar seminar bertajuk “BESTIE Bangun Ekspektasi Tapi Insecure Everyday” di Unila

HMJ Ilmu Komunikasi Unila Gelar Seminar Bahas Personal Branding Era Digital

RECOMMENDED NEWS

Rakor Pendidikan di Lampung BGTK Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

Rakor Pendidikan di Lampung: BGTK Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

3 bulan ago
Dosen Fisip Unsri

Merajut Kembali Persatuan: Tantangan Sosial Pasca Pilkada di Tengah Politisasi Perbedaan

2 tahun ago
MIA FEB atau Magister Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

MIA FEB Universitas Lampung Gelar Field Study ke Baiwang Co., Ltd. Beijing

7 bulan ago
Squid Game Season 3

Squid Game Season 3 Tayang 27 Juni 2025, Gi-hun Kembali Hadapi Front Man

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung Budget Travel cerpen Chopper Bike Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    460 shares
    Share 184 Tweet 115
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    419 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Peran Strategis Arsitek Lanskap: Menyatukan Manusia dan Alam untuk Kota Berkelanjutan dan Berkemanusiaan
  • Perbedaan Urban Planning, Arsitektur, dan Arsitektur Lanskap
  • DPD PI Lampung Gelar PI Expo Run 5K, Start dari Transmart dan Undi Satu Unit Rumah

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com