Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Uncategorized

KOMPASS Soroti Hilangnya Kontak Mama Yasinta Moiwend, Desak Negara Beri Perlindungan

Uswah Fatoni by Uswah Fatoni
Juni 1, 2026
in Uncategorized
KOMPASS Soroti Hilangnya Kontak Mama Yasinta Moiwend, Desak Negara Beri Perlindungan
FacebookWhatsappTelegramTwitter

Bandar Lampung, Merapah.com – Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang dialami Mama Yasinta Moiwend, perempuan adat asal Merauke yang selama ini dikenal aktif menyuarakan hak-hak masyarakat adat Papua.

Ketua Umum KOMPASS, Anderian Kamo, menilai perhatian publik dan pemerintah belakangan ini lebih banyak tertuju pada polemik terkait film Pesta Babi, khususnya mengenai klaim bahwa film tersebut dibuat tanpa izin dari Mama Yasinta. Sementara itu, berbagai persoalan yang selama bertahun-tahun disuarakan Mama Yasinta terkait kondisi masyarakat adat Papua dinilai belum mendapat perhatian yang setara.

Related posts

Harga emas Antam pada Kamis, 4 Juni 2026, masih bertahan di level Rp2,774 juta per gram. Meski pasar global mengalami tekanan, harga emas domestik tetap berada pada level tinggi.

Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Bertahan, Simak Pergerakan Terbarunya

Juni 4, 2026
PT BHM dan PT Adora Marsada Group resmi bekerja sama mengelola BATIQA Hotel Adora Lampung yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 di Natar, Lampung Selatan.

BATIQA Bangun Hotel Baru di Natar, Bidik Penumpang Bandara dan Wisatawan Modern

Juni 3, 2026

“Kami mempertanyakan mengapa respons terhadap polemik film begitu cepat, sementara suara Mama Yasinta mengenai hak masyarakat adat, kerusakan lingkungan, hilangnya ruang hidup, pengungsian warga sipil, dan persoalan kemanusiaan di Papua tidak memperoleh perhatian yang sama,” kata Anderian dalam keterangan tertulis yang diterima di Bandar Lampung, Senin (1/6/2026).

Menurut KOMPASS, selama kurang lebih empat tahun terakhir Mama Yasinta secara konsisten menyampaikan keresahan masyarakat adat yang terdampak berbagai proyek pembangunan di Merauke, termasuk persoalan tanah adat, hutan, sumber penghidupan masyarakat, dan masa depan generasi Papua.

Namun, organisasi mahasiswa Papua tersebut menilai berbagai aspirasi yang disampaikan belum mendapatkan ruang yang memadai dalam proses pengambilan kebijakan.

KOMPASS juga mengaku khawatir setelah beredarnya informasi dari keluarga yang menyebut keberadaan Mama Yasinta saat ini tidak diketahui oleh keluarga maupun masyarakat di kampung halamannya.

Berdasarkan keterangan keluarga, keberangkatan Mama Yasinta dari kampung disebut terjadi tanpa pemberitahuan kepada keluarga dekat. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan dan kondisi yang bersangkutan.

“Berbagai dugaan berkembang di tengah masyarakat, termasuk adanya kemungkinan tekanan atau intimidasi. Karena itu diperlukan penelusuran yang objektif dan independen oleh lembaga yang berwenang,” ujar Anderian.

Atas kondisi tersebut, KOMPASS menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan lembaga negara.

Pertama, mendesak seluruh pihak yang mengetahui keberadaan Mama Yasinta untuk memastikan keselamatan, kondisi kesehatan, serta kebebasan dirinya sehingga keluarga memperoleh kepastian.

Kedua, meminta Gubernur Papua Selatan dan Bupati Merauke mengambil langkah konkret untuk memastikan Mama Yasinta dapat kembali bertemu keluarganya serta memperoleh perlindungan dan pemulihan hak-haknya sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketiga, mendesak Ketua DPR Papua Selatan dan Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan melakukan penelusuran serta pendampingan guna memastikan keselamatan Mama Yasinta.

Keempat, meminta DPR Papua Selatan menjalankan fungsi pengawasan terhadap Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Pemerintah Kabupaten Merauke agar menjamin perlindungan serta pemenuhan hak-hak Mama Yasinta sebagai perempuan adat Papua.

Selain itu, KOMPASS juga meminta perhatian dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) untuk melakukan pemantauan dan langkah perlindungan yang diperlukan.

“Kami menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya tentang satu individu. Ini adalah persoalan bagaimana negara memperlakukan suara masyarakat adat yang mempertahankan tanah ulayat, menjaga lingkungan hidup, dan memperjuangkan hak-hak komunitasnya,” tegas Anderian.

Menurutnya, negara tidak boleh hanya hadir ketika muncul polemik yang menjadi perhatian publik, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat adat membutuhkan perlindungan atas hak-hak dasarnya.

KOMPASS menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut secara damai, demokratis, dan berlandaskan prinsip-prinsip hak asasi manusia serta keadilan bagi masyarakat Papua.

“Dengarkan suara masyarakat adat sebelum terlambat. Lindungi para pembela hak asasi manusia. Kembalikan Mama Yasinta Moiwend kepada keluarganya dan pastikan hak-haknya terpenuhi,” tutup Anderian.

Tags: KOMPASSMama YasintapapuaPesta Babi
Previous Post

PERUMAHAN SUBSIDI D’DHARMA RESIDENCE MEMILIKI PERSPEKTIF RANCANG BANGUN BERBEDA DENGAN PERUMAHAN SUBSIDI PADA UMUMNYA

Next Post

Cuaca Lampung Hari Ini: BMKG Prediksi Hujan di Sejumlah Daerah

Next Post
BMKG memprakirakan cuaca Lampung didominasi cerah berawan pada 2 Juni 2026. Hujan ringan hingga hujan berpotensi terjadi di beberapa wilayah.

Cuaca Lampung Hari Ini: BMKG Prediksi Hujan di Sejumlah Daerah

Harga emas Antam pada 2 Juni 2026 masih bertahan tinggi. Investor terus memantau peluang cuan di tengah ketidakpastian global.

Harga Emas Hari Ini Masih Tinggi, Investor Pantau Peluang Cuan

Timnas Indonesia U-19 mengawali Piala AFF U-19 2026 dengan kemenangan 3-0 atas Myanmar dan langsung bersaing di papan atas Grup A.

Indonesia Sikat Myanmar, Garuda Muda Tempel Vietnam di Klasemen Grup A

BRIN meminta maaf setelah poster Hari Lahir Pancasila yang diunggahnya memuat ilustrasi Garuda Pancasila yang tidak sesuai ketentuan resmi.

Garuda Salah di Poster Hari Pancasila, BRIN Minta Maaf Setelah Dikritik Warganet

EKSPEKTASI MAMPU PENGARUHI SENTIMEN PASAR, PERGERAKAN KURS RUPIAH MELEMAH ATAU MENGUAT TERHADAP MATA UANG ASING

EKSPEKTASI MAMPU PENGARUHI SENTIMEN PASAR, PERGERAKAN KURS RUPIAH MELEMAH ATAU MENGUAT TERHADAP MATA UANG ASING

RECOMMENDED NEWS

harga emas hari ini (4)

Harga Emas Antam Tembus Rp2,9 Juta, Melonjak Tajam Hari Ini!

1 bulan ago
poskriter sosiologi

Sulut Semangat Literasi Anak Lewat Poskriter

1 tahun ago
prakiraan cuaca hujan Cuaca ekstrim

Cuaca Lampung 16 Juli 2025: Waspada Hujan Lebat

11 bulan ago
Yusnadi – Anggota DPRD Fraksi PKS Lampung

Singkong Murah, Petani Lampung Kian Terjepit Aturan Pabrik

9 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bali United Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Chopper Bike Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Market Stories Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Dapur Tua di Ujung Ponorogo
  • Gagap Gempita Piala Dunia
  • Harga Emas Hari Ini 13 Juni 2026: Ini Daftarnya

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com