Merapah.com, BANDAR LAMPUNG – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar nonton bareng dan diskusi film Pesta Oligarki melalui forum PODIUM Sosiologi (Pojok Diskusi Mahasiswa Sosiologi), Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Taman FISIP Unila mulai pukul 19.00 WIB tersebut berkolaborasi dengan mahasiswa Administrasi Negara. Forum ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk membahas oligarki, relasi kekuasaan, dan kondisi demokrasi di Indonesia.
Melalui pemutaran film dan diskusi, peserta diajak memahami bagaimana praktik oligarki dapat memengaruhi sistem pemerintahan serta membatasi sirkulasi kekuasaan di kalangan elite politik.
Bahas Oligarki dan Tantangan Demokrasi
Diskusi menyoroti dominasi kelompok elite dalam politik Indonesia. Sistem pemilu yang menjadi mekanisme pergantian kekuasaan dinilai masih menghadapi tantangan, termasuk tingginya biaya politik dan ketimpangan akses untuk berpartisipasi dalam kontestasi politik.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan film Pesta Oligarki. Peserta mendiskusikan bagaimana modal ekonomi, kedekatan politik, dan jaringan kekuasaan dapat memengaruhi kesempatan seseorang untuk terlibat dalam pengambilan keputusan.

Dosen Sosiologi Unila, Azis, yang menjadi pemantik diskusi, menjelaskan bahwa demokrasi tidak cukup diukur dari pelaksanaan pemilu. Menurutnya, kualitas demokrasi juga ditentukan oleh kemampuan institusi negara menjalankan tugas secara netral, transparan, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Ia turut menyoroti praktik oligarki dan dinasti politik yang berpotensi memusatkan kekuasaan pada kelompok atau jaringan tertentu.
Ketika akses terhadap jabatan politik dan pengambilan keputusan dipengaruhi modal, kedekatan, serta kepentingan elite, prinsip kesetaraan dalam demokrasi menghadapi tantangan.
Mahasiswa Diajak Memahami Praktik Oligarki
Kepala Bidang Kajian Intelektual HMJ Sosiologi, Rani, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu mahasiswa memahami pengertian oligarki dan cara praktiknya berlangsung di Indonesia.
Menurutnya, mahasiswa perlu mengenali kondisi sosial dan politik di sekitarnya. Kegiatan ini juga diharapkan melatih mahasiswa berpikir kritis serta berani menyampaikan pandangan dalam diskusi terbuka.
Sementara itu, Meylisah, mahasiswa Administrasi Negara yang mengikuti kegiatan, menilai isu oligarki penting dibahas di lingkungan kampus. Ia mendorong mahasiswa tidak hanya memahami persoalan tersebut, tetapi juga berperan aktif dalam mengawal kebijakan publik dan mendorong demokrasi yang berpihak pada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa perlu mengambil bagian dalam memperjuangkan demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.
Film Buka Perspektif Baru tentang Demokrasi
Peserta PODIUM Sosiologi, Apriyansah Pratama, mahasiswa Sosiologi angkatan 2026, mengatakan film Pesta Oligarki memberinya pemahaman baru mengenai oligarki, praktiknya, serta dampaknya terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia.
Ia menilai masyarakat, khususnya mahasiswa, perlu lebih sadar dan kritis dalam menyikapi persoalan sosial politik, baik di lingkungan sekitar maupun tingkat nasional.
Apriyansah juga mengaku sebelumnya belum terlalu terbuka dalam melihat persoalan sosial politik. Setelah menonton film tersebut, ia terdorong untuk lebih peduli terhadap kondisi demokrasi di Indonesia.
Menurutnya, praktik pemusatan kekuasaan juga dapat terjadi dalam organisasi mahasiswa apabila pengambilan keputusan hanya didominasi segelintir orang.
Karena itu, organisasi mahasiswa seharusnya menjadi ruang demokratis yang mengutamakan kepentingan bersama dan memberikan kesempatan kepada setiap anggota untuk berpartisipasi.
Melalui kegiatan PODIUM Sosiologi, HMJ Sosiologi Unila berharap mahasiswa semakin memahami praktik oligarki dan dampaknya terhadap demokrasi. Forum ini juga menjadi wadah untuk bertukar pandangan, membangun kesadaran politik, serta mendorong partisipasi mahasiswa dalam mengawal kehidupan demokrasi di Indonesia.







