Merapah.com, Jakarta Timur – Sebuah inovasi lahir dari gang sempit di Jakarta Timur. Gagasan sederhana itu kini bergema hingga panggung internasional.
Sosok di balik perubahan tersebut adalah Dr. Taufiq Supriadi Yusuf. Ia menjabat Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Lewat gerakan berbasis warga, Taufiq mengubah lingkungan padat penduduk menjadi kawasan produktif.
Inovasi itu menarik perhatian China Central Television (CCTV), media nasional pemerintah China.
CCTV mengundangnya untuk tampil dalam program bertema kewirausahaan dan inovasi komunitas.
Liputan tersebut mengangkat RT 08 Malaka Jaya ke tingkat global.
BACA JUGA: Anjosia Coffee, Kopi Robusta Lampung Wajib Kamu Coba
Ketua RT dan Warga Sulap Selokan Beton Jadi Kolam Lele
Perubahan paling mencolok terlihat pada saluran air lingkungan. Taufiq mengubah u-ditch atau selokan beton menjadi kolam budidaya lele.
Ia merancang sistem tanpa mengganggu fungsi utama drainase. Air tetap mengalir, sementara ikan tumbuh di ruang sempit perkotaan.
Di sepanjang saluran, ribuan lele dibudidayakan secara kolektif. Warga mengelola kolam dengan sistem gotong royong.
Hasil panen dimanfaatkan sebagai kolam gizi warga. Balita dan lansia mendapatkan ikan bergizi secara gratis.
Selain lele, warga juga membudidayakan nila dan bawal. Program ini membantu mencegah stunting dan meningkatkan asupan protein.
“Kami melakukan transformasi digital melalui website RT, mengubah saluran beton atau u-ditch menjadi kolam lele, membangun komposter komunal, memasang lampu tenaga surya, CCTV, speaker TOA, penampungan air hujan, dan 43 inisiatif hijau lainnya,” kata Taufiq, dikutip dari Liputan6.
BACA JUGA: Elfira Tampilkan Wastra Lampung di Pameran Inacraft 2026 Jakarta
Lampu Jalan Tenaga Surya Terangi Gang Sempit
Inovasi lingkungan RT 08 tidak berhenti pada pangan. Taufiq juga memasang lampu jalan tenaga surya di gang pemukiman.
Lampu tersebut memanfaatkan panel surya dan baterai penyimpanan. Energi matahari menjadi sumber penerangan utama setiap malam.
Pemasangan lampu meningkatkan keamanan lingkungan. Warga merasa lebih aman saat beraktivitas di malam hari.
Selain itu, RT tidak bergantung pada listrik konvensional. Biaya penerangan lingkungan pun dapat ditekan secara signifikan.
Langkah ini memperkuat konsep lingkungan mandiri energi. Model tersebut sejalan dengan upaya pengurangan emisi perkotaan.
BACA JUGA: Bank Mandiri Area Lampung Dukung Pembangunan Perumahan Subsidi D’Dharma Residence
RT Malaka Jaya Jadi Laboratorium Sosial
Inovasi di RT 08 Malaka Jaya menarik banyak kunjungan. Komunitas disabilitas datang untuk belajar praktik budidaya inklusif.
Sejumlah lembaga pemerintah juga melakukan studi lapangan. Wilayah ini berkembang sebagai laboratorium sosial berbasis warga.
Selain kolam lele dan lampu surya, terdapat komposter komunal. Warga juga membangun penampungan air hujan dan sistem keamanan lingkungan.
Taufiq mendorong digitalisasi administrasi RT. Transparansi menjadi prinsip utama dalam pengelolaan warga.
BACA JUGA: Indonesia Libas Hong Kong 4-1 di Kejuaraan Beregu Asia
TV China Menyoroti Inovasi RT Jakarta hingga Mendunia
CCTV menilai inovasi RT 08 relevan dengan isu global. Ketahanan pangan dan energi menjadi sorotan utama liputan.
Dalam tayangan tersebut, Taufiq menegaskan peran penting komunitas. Taufiq meyakini perubahan besar dapat tumbuh dari tingkat paling dasar.
Ia menyebut RT bukan sekadar struktur administratif. RT dapat menjadi pusat solusi sosial dan lingkungan.
Kisah Malaka Jaya menunjukkan inovasi tidak selalu lahir dari teknologi mahal. Got, gang sempit, dan matahari menjadi sumber perubahan nyata.













