Sabtu, Juli 11, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home

Mahasiswa KKN Unila Ajarkan Pembuatan Pestisida Nabati

Putri S by Putri S
Februari 6, 2025
in Uncategorized
Para ibu antusias mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik cair.

Para ibu antusias mengikuti pelatihan pembuatan pestisida nabati.

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Lampung Selatan (Merapah.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung mengadakan sosialisasi pembuatan pestisida nabati. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sukanegara dan diikuti oleh ibu-ibu PKK setempat.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan solusi ramah lingkungan dalam mengendalikan hama pertanian. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pestisida nabati. Mahasiswa menjelaskan bahwa pestisida nabati merupakan alternatif yang lebih murah dan efektif dibandingkan dengan pestisida kimia.

Related posts

Harga emas Antam pada Kamis, 4 Juni 2026, masih bertahan di level Rp2,774 juta per gram. Meski pasar global mengalami tekanan, harga emas domestik tetap berada pada level tinggi.

Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Bertahan, Simak Pergerakan Terbarunya

Juni 4, 2026
PT BHM dan PT Adora Marsada Group resmi bekerja sama mengelola BATIQA Hotel Adora Lampung yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 di Natar, Lampung Selatan.

BATIQA Bangun Hotel Baru di Natar, Bidik Penumpang Bandara dan Wisatawan Modern

Juni 3, 2026

Proses Pembuatan Pestisida Nabati

Mahasiswa KKN mempraktikkan cara membuat pestisida nabati menggunakan bahan alami. Bahan utama yang digunakan adalah daun jeruk, air jeruk limau, gula merah, dan EM4. Semua bahan ini memiliki manfaat dalam mengusir hama tanaman secara alami. Selain itu, pestisida nabati tidak mencemari lingkungan dan tidak meninggalkan residu berbahaya.

Berikut adalah langkah-langkah pembuatan pestisida nabati:

  1. Daun jeruk segar dijemur hingga kering lalu dihancurkan hingga halus.
  2. Hasil hancuran dicampur dengan larutan gula merah, air bersih, dan EM4.
  3. Campuran tersebut difermentasi selama beberapa hari hingga siap digunakan.
  4. Pestisida yang telah difermentasi kemudian disaring sebelum diaplikasikan pada tanaman.

Para peserta tampak antusias mengikuti praktik pembuatan pestisida nabati. Mereka aktif bertanya dan mencoba langsung membuat pestisida sendiri. Beberapa peserta juga berdiskusi mengenai cara aplikasi yang tepat agar hasilnya lebih efektif.

Manfaat Pestisida Nabati bagi Pertanian

Menurut Luthfia, koordinator kegiatan, pestisida nabati memiliki banyak keunggulan. Biayanya lebih murah, bahannya mudah ditemukan, dan tidak meninggalkan residu berbahaya. Selain itu, pestisida nabati lebih aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Petani tidak perlu khawatir akan dampak negatif jangka panjang karena pestisida ini terbuat dari bahan alami.

“Kami berharap ibu-ibu PKK dapat menyebarkan pengetahuan ini ke petani lain. Dengan demikian, pertanian bisa lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Luthfia.

Selain mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, penggunaan pestisida nabati juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Hama yang diusir dengan pestisida nabati tidak akan mengalami resistensi seperti pada pestisida kimia. Oleh karena itu, metode ini lebih efektif untuk jangka panjang.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian pestisida nabati yang telah dibuat. Selain itu, panitia memberikan hadiah kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Beberapa ibu-ibu PKK merasa senang karena mendapatkan ilmu baru yang bisa diterapkan langsung di kebun mereka.

Mahasiswa KKN berharap ilmu ini dapat diterapkan masyarakat untuk pertanian yang lebih sehat. Mereka juga berharap pemerintah desa mendukung inisiatif ini dengan memberikan pelatihan lanjutan. Dengan begitu, petani di Desa Sukanegara dapat beralih sepenuhnya ke metode pertanian organik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Penulis: Putri Fajar

Mahasiswa KKN Unila Jurusan Sosiologi, Fisip.

Artikel ini sudah disunting oleh tim Merapah.com.

Tags: Mahasiswa KKN
Previous Post

Mahasiswa KKN Unila Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Sukanegara

Next Post

Warga Desa Sukanegara Antusias Ikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba

Next Post
Warga Desa Sukanegara menyimak sosialisasi bahaya narkoba.

Warga Desa Sukanegara Antusias Ikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba

sosialisasi karir

Mahasiswa KKN Unila Gelar Sosialisasi Persiapan Karir di Desa Payung Batu

Pelatihan pemanfaatan limbah organik

Mahasiswa KKN Unila Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Organik ke Warga Pekurun Udik

Mahasiswa KKN Unila Tanam Bibit Alpukat dan Jambu di Desa Baru Ranji

Mahasiswa KKN Unila Tanam Bibit Alpukat dan Jambu di Desa Baru Ranji

Honda ICON e: dan Honda CUV e: Resmi Meluncur di Lampung

Honda ICON e: dan Honda CUV e: Resmi Meluncur di Lampung

RECOMMENDED NEWS

Lansia di Bandar Lampung Terima 3.100 Paket Nutrisi 

Lansia di Bandar Lampung Terima 3.100 Paket Nutrisi 

2 tahun ago
cuaca hari ini

Prakiraan Cuaca Lampung Senin 24 November 2025

8 bulan ago
OpenAI mulai menambahkan watermark AI SynthID milik Google untuk membantu mendeteksi gambar buatan kecerdasan buatan di internet.

OpenAI Tambahkan Watermark AI Google pada Gambar Buatan ChatGPT

2 bulan ago
Investor Pasar Modal di Lampung Tembus 673 Ribu SID, Transaksi Capai Rp25 Triliun

Investor Pasar Modal di Lampung Tembus 673 Ribu SID, Transaksi Capai Rp25 Triliun

2 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung Budget Travel cerpen Chopper Bike Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    460 shares
    Share 184 Tweet 115
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    419 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Peran Strategis Arsitek Lanskap: Menyatukan Manusia dan Alam untuk Kota Berkelanjutan dan Berkemanusiaan
  • Perbedaan Urban Planning, Arsitektur, dan Arsitektur Lanskap
  • DPD PI Lampung Gelar PI Expo Run 5K, Start dari Transmart dan Undi Satu Unit Rumah

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com