Merapah.com – Buah kurma menjadi buah yang populer saat Ramadan. Namun masyarakat kini mengonsumsinya sepanjang tahun. Banyak orang memilih kurma karena rasanya manis alami dan praktis.
Buah ini mengandung berbagai nutrisi penting. Kurma menyediakan serat, vitamin, dan mineral dalam satu sajian kecil. Kandungan gulanya berasal dari fruktosa dan glukosa alami.
Ahli gizi menyebut kurma sebagai sumber energi cepat. Tubuh menyerap gula alaminya tanpa proses rumit. Karena itu, banyak orang mengonsumsi kurma saat berbuka puasa.
Selain praktis, kurma juga mudah ditemukan di pasaran. Pedagang menjualnya dalam berbagai jenis dan harga. Konsumen dapat menyesuaikan dengan kebutuhan.
BACA JUGA: Susu Kambing Disebut Lebih Sehat, Ini Faktanya
Buah Kurma, Sumber Energi dan Penambah Stamina
Kurma membantu tubuh memulihkan energi dengan cepat. Kandungan karbohidrat alaminya langsung mengisi kembali cadangan tenaga. Atlet juga kerap memanfaatkan kurma sebelum latihan.
Serat dalam kurma menjaga kadar gula darah tetap stabil. Serat memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Mekanisme ini mencegah lonjakan gula berlebihan.
Kurma juga mengandung kalium yang cukup tinggi. Mineral ini membantu menjaga fungsi otot dan saraf. Tubuh memerlukan kalium untuk menjaga keseimbangan cairan.
Beberapa penelitian menunjukkan kurma mendukung daya tahan tubuh. Antioksidan di dalamnya membantu melawan radikal bebas. Zat ini melindungi sel dari kerusakan.
Lancarkan Pencernaan dan Jaga Jantung
Serat dalam kurma mendukung sistem pencernaan tetap sehat. Serat membantu memperlancar buang air besar. Konsumsi rutin dapat mencegah sembelit.
Kurma juga mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Bakteri baik membantu proses penyerapan nutrisi. Usus yang sehat meningkatkan imunitas tubuh.
Kandungan magnesium dalam kurma berperan penting bagi kesehatan jantung. Magnesium membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Tekanan darah terkontrol menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Antioksidan flavonoid pada kurma juga membantu mengurangi peradangan. Peradangan kronis sering memicu berbagai penyakit degeneratif. Karena itu, konsumsi kurma dapat menjadi pilihan pola makan sehat.
BACA JUGA: Obat Batuk Andalan Ini Ternyata dari Bahan Dapur
Baik untuk Ibu Hamil dan Kesehatan Otak
Ibu hamil sering mengonsumsi kurma sebagai camilan sehat. Kurma mengandung zat besi yang membantu mencegah anemia. Zat besi mendukung produksi sel darah merah.
Beberapa studi menyebut kurma dapat membantu proses persalinan. Kandungan alami dalam kurma dipercaya mendukung kontraksi rahim. Meski begitu, ibu hamil tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga medis.
Kurma juga mengandung vitamin B kompleks. Vitamin ini membantu fungsi otak tetap optimal. Nutrisi tersebut mendukung konsentrasi dan daya ingat.
Meski kaya manfaat, masyarakat tetap perlu mengatur porsi konsumsi. Kurma tetap mengandung gula alami dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori harian.
Ahli gizi menyarankan konsumsi kurma secukupnya setiap hari. Tiga hingga lima butir sudah cukup bagi kebanyakan orang. Pola makan seimbang tetap menjadi kunci kesehatan.
Kurma memang kecil, namun manfaatnya besar. Konsumsi bijak dapat membantu menjaga stamina dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.













